Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
Seminar APBN Tahun 2023, APBN Jamin Kesinambungan Pembangunan Nasional
Deni Atif Hidayat
Jum'at, 13 Januari 2023 pukul 15:42:16   |   97 kali

Surabaya - Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan Seminar APBN 2023 dengan tema “Menjamin kesinambungan pembangunan nasional” pada Jumat, (13/1) secara hybrid baik offline maupun online melalui aplikasi zoom. Seminar ini dihadiri oleh pejabat Eselon II Kementerian Keuangan Jawa Timur, perwakilan Bank Indonesia, Apindo, Kadin, akademisi dan  ekonom.

Hadir sebagai keynote Speaker pada seminar APBN 2023, Anggota komisi XI DPR RI Indah Kurnia dan  Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Candra Fajri Ananda dengan narasumber adalah Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur Taukhid dan Ketua Umum ISEI Surabaya Koordinator Jawa Timur Soni Harsono.


APBN 2022 telah bekerja keras sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Kinerja positif APBN 2022 menjadi modal kuat menghadapi ketidakpastian situasi global dan konsolidasi fiscal tahun 2023.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur sekaligus Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I John L Hutagaol menyampaikan bahwa APBN Tahun 2023 memiliki peran dan kontribusi yang strategis dalam mengelola dan memitigasi resiko atas kondisi global yang tidak pasti yang disebabkan oleh Geo Politik, Climate Change, tingkat inflasi dan suku bunga yang tinggi, serta instabilitas distribusi energi, pangan dan komoditas internasional, APBN Tahun 2023 memberikan arah kebijakan strategis Pemerintah dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.


“Seminar APBN ini semoga dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai APBN Tahun 2023 sehingga dapat menjadi masukan yang berharga bagi dunia usaha, asosiali profesi seperti ISEI dan IAI, Perguruan Tinggi, dan K/L di Jawa Timur dalam merespon dan menyikapi kondisi perekonomian pada tahun 2023,” pungkasnya.


Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Taukhid menyampaikan  pemaparan mengenai perkembangan ekonomi global dan domestik,  progress implementasi kebijakan fiskal pemerintah di Jawa Timur, perkembangan ekonomi regional Jawa Timur, prospek Ekonomi Jawa Timur Tahun 2023.


Sedangkan Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Tugas Agus Priyo Waluyo dalam closing remarknya menyampaikan  Kinerja APBN tahun 2022 yang mencatatkan kinerja positif sejalan dengan perekonomian domestik yang membaik, serta semakin terkendalinya pandemi Covid-19. “APBN 2022 menjadi salah satu instrument yang mendukung pencapaian sasaran target pembangunan, meredam dampak gejolak ekonomi global dan menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Tugas Agus juga menjelaskan di tengah risiko volatilitas lingkungan global, perekonomian nasional mampu melanjutkan pemulihan yang semakin kuat. Kerja keras APBN telah berhasil menjaga masyarakat dan perekonomian dan terbukti tangguh menghadapi berbagai guncangan dan ancaman ketidakpastian.


“Pemerintah terus mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber dalam meredam gejolak perekonomian global.  Pada 2023 pemerintah akan tetap waspada dan optimis.  Optimis karena  berbagai indikator menunjukkan bahwa geliat ekonomi Indonesia dibandingkan negara-negara lain masih berada di arah yang positif,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan waspada karena pemerintah terus memitigasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan. APBN 2023 diarahkan untuk dapat meningkatkan produktivitas nasional dan menjaga keberlanjutan keuangan negara di tengah ketidakpastian perekonomian global, dengan tetap mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat. APBN menjadi instrumen stabilisasi dalam melindungi masyarakat, mendukung gerak dunia usaha dan sektor prioritas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.  (Humas Kanwil DJKN Jatim)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini