Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
Sampaikan Kinerja APBN, Kakanwil DJKN RSK Dorong Satker untuk Optimalisasi Aset Negara
Ridho Kurniawan Siregar
Jum'at, 29 Juli 2022 pukul 11:03:29   |   138 kali

Pekanbaru - Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan keterbukaan informasi kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita sampai dengan Triwulan II Tahun 2022, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Sumbar, dan Kepri (RSK) Sudarsono menjadi narasumber dalam Kegiatan Media Meeting Triwulan II Tahun 2022 dengan tema “APBN 2022: Pemulihan Ekonomi & Reformasi Struktural” yang dilaksanakan secara luring pada Kamis, (28/7) di Aula Lancang Kuning Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau.


Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh perwakilan unit Eselon I Kementerian Keuangan Provinsi Riau dan media massa ini, Kepala Kanwil DJKN RSK Sudarsono menyampaikan realisasi capaian kinerja APBN di sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Triwulan II Tahun 2022 yang terdiri dari PNBP Aset, PNBP Piutang Negara, dan PNBP Lelang di lingkup Provinsi Riau dengan total capaian sebanyak Rp38,2 Miliar yang mana realisasi tersebut naik sebesar 304,77 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama Tahun 2021 sebesar Rp9,4 Miliar. Hal ini merupakan hasil yang sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau.


“Kalau dibandingkan dengan penerimaan pajak maupun bea cukai memang kecil sekali, karena memang itu bukan tusi utama dari DJKN. Tusi utama DJKN adalah optimalisasi aset negara, jadi jika ada aset yang idle, kurang optimal atau kurang termanfaatkan, kita akan dorong satker atau kementerian untuk mengoptimalkan itu misalnya untuk disewakan, dimanfaatkan sehingga memberi tidak hanya manfaat uang cash saja dengan PNBP total sebesar Rp38,2M yang diterima tapi bisa memberi  manfaat sosial bagi masyarakat dengan aset yang sebelumnya idle dapat dioptimalisasi sehingga pertumbuhan ekonomi sekitar aset yang diotimalisasi tersebut akan turut berkembang,” ucap Sudarsono.


Tidak lupa dalam kesempatan bersama awak media ini juga, Ia mengajak seluruh peserta media meeting untuk dapat menyebarluaskan program keringanan utang melalui mekanisme crash program yang sangat meringankan para debitur khususnya debitur rumah sakit dan mahasiswa.

“Jadi crash program ini diskon bagi para debitur yang terkena dampak karena covid sehingga tidak mampu membayar hutang misalnya piutang rumah sakit, piutang SPP kampus. Mohon dukungan bapak/ibu media karena crash program ini banyak masyarakat yang belum tahu,” ungkapnya. Meskipun sudah bekerjasama dengan TVRI untuk mensosialisasikan dan rilis ke media, lanjutnya, namun masih ada saja yang tidak tahu. “Jadi peran bapak/ibu sangat penting untuk dapat menyebarluaskan sehingga masyarakat lebih aware terhadap piutang masing-masing,” ujarnya


Ia juga mengingatkan kepada rekan-rekan pers dan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan Gebyar Lelang Produk UMKM yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2022 karena kegiatan ini merupakan peluang untuk meningkatkan ekonomi Provinsi Riau melalui UMKM. “Diharapkan nanti dengan adanya kegiatan ini UMKM akan lebih terdorong untuk meningkatkan produksinya, untuk mendorong produknya bisa  dapat lebih dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Sudarsono.


Sebelumnya, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Riau, dalam hal ini Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Ismed Saputra menyampaikan perkembangan ekonomi sekaligus membuka acara media meeting triwulan II Tahun 2022. Ismed menyampaikan untuk provinsi Riau, capaian kinerja APBN triwulan kedua tahun 2022 menggambarkan angka yang menggembirakan.


Perekonomian Riau tumbuh sebesar 4,72 persen (yoy) lebih baik dibanding triwulan IV 2021 (3,81 persen). Pendapatan Wilayah Riau mencapai Rp18,07T (94,48 persen target), naik sebesar Rp 7,1T (65 persen) dibandingkan tahun 2021 (yoy) dengan rincian realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp9.531,17 miliar, penerimaan cukai Rp0,23 miliar, bea masuk Rp96,24 miliar, bea keluar Rp7.908,87 miliar.


Dari segi penerimaan negara dari sektor perpajakan, memasuki Juli 2022, Kantor Wilayah DJP Riau berhasil mengumpulkan penerimaan pajak selama bulan Januari sampai dengan Juni sebesar Rp10,68 triliun atau sekitar 60,99 persen dari target Rp17,5 triliun. Target tersebut telah mengalami perubahan sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-366/PJ/2022 tanggal 8 Juli 2022 yang merubah target penerimaan pajak Kantor Wilayah DJP Riau dari Rp15,68 triliun menjadi Rp17,5 triliun sedangkan untuk perubahan target penerimaan pajak nasional dari Rp1252,3 triliun menjadi Rp1484,9 triliun.


Capaian penerimaan Kanwil DJP Riau jika dibandingkan dengan tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 37,27 persen. Tingginya pertumbuhan pada Januari sampai Juni 2022 disebabkan oleh perolehan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Pasal 25/29 Badan terutama dari Wajib Pajak sawit.

 

 

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini