Berita DJKN

Menuju WBBM, Sekretaris DJKN: Saya Harap KPKNL Tegal jadi Role Model

Rabu, 05 Agustus 2020 pukul 15:18:02   |   218 kali

Tegal - Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Dedi Syarif Usman menyatakan setiap individu dalam organisasi perlu memahami emotion regulation, yakni proses di mana seseorang bisa memfokuskan atensinya dalam melaksanakan tugas. Dengan kemampuan ini akan semakin mendorong kesiapan organisasi menghadapi perubahan yang terjadi. “Saya berharap KPKNL Tegal bisa menjadi role model. Kantor lain boleh "iri" karena iri dengan prestasi adalah iri yang dihalalkan. Mari berlomba lomba untuk kebaikan,” ujar Sekretaris DJKN saat menjadi keynote speaker acara Webinar bertajuk Modification Emotion For Peak Performance In New Normal - Emosi itu Seperti Cuaca, Mudah Berubah dan Sulit Diprediksi, Jika Tak Dikelola Bisa Bisa Kinerja Jadi Ambyar pada Rabu, (5/8) melalui conference virtual.


Lebih lanjut, pria asal Bandung ini mengapresiasi capaian KPKNL Tegal dan menyatakan webinar ini merupakan kegiatan edukasi yang baik. Kegiatan webinar ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya KPKNL Tegal menuju kantor berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan pembicara utama yakni seorang Emotion Modifer Siti Djauharoh.


Sebelumnya, Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY dalam sambutan menjelaskan tahun ini adalah kali kedua KPKNL Tegal mengikuti seleksi WBBM. “Tentunya mereka telah mencurahkan segala upaya agar tahun ini berhasil. Segala dinamika yang terjadi pasti menimbulkan beragam emosi. Baik yang positif maupun negatif,” papar pria murah senyum tersebut. Untuk itu, ia mengajak peserta menimba ilmu bersama-sama bagaimana memodifikasi emosi agar dapat mengatasi emosi-emosi negatif.


Di tempat yang sama, Kepala KPKNL Tegal Dwi Hariyanto melaporkan bahwa webinar bertujuan memberikan wawasan bagaimana mengelola emosi agar kinerja tetap optimal. “Dengan kinerja optimal stakeholder pasti akan merasa puas dengan layanan KPKNL Tegal sehingga sejalan dengan program WBBM,” ujar Dwi.


Dengan berbagai upaya yang dilakukan sejauh ini, ia optimis KPKNL Tegal dapat meraih predikat WBBM 2020. Sebagai penutup laporan, pria asal Purwokerto tersebut berpantun. “Jalan-jalan ke Pekalongan, KPKNL Tegal penuh tantangan. Pagi pagi makan sambal terasi, boleh emosi tapi harus berprestasi,” tutupnya


Memasuki inti acara, Emotion Modifer Siti Djauharoh menyampaikan bahwa seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi akan menimbulkan peforma yang tinggi pula dan  menguntungkan negara, “Sebaliknya seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional rendah, peforma pun turun, motivasi tidak jelas, sehingga merugikan negara dan dapat memperburuk nasib,” jelas ibu 2 orang anak itu.


Dimoderatori Ketua Tim WBBM KPKNL Tegal Anas Waskita Jati, Siti DJ demikian pembicara utama akrab dipanggil menjelaskan panjang lebar bagaimana memodifikasi emosi. Menurutnya, kondisi pandemi, bukanlah kondisi yang diinginkan. Seorang emotion modifier harus mampu mengenali perasaan baik dan buruk, serta dapat mengubah perasaan buruk menjadi baik.


“Kendali emosi yang memacu untuk maju dan maju lagi. Saya contohkan si A mempunyai karakter yang selalu menyalahkan, buat alasan, penolakan, cuek/tidak peduli sedangkan si B mempunyai karakter yang bertanggung jawab, komitmen, pikiran terbuka, dicintai banyak teman. Tentu karakter si B lah yang harus kita miliki,” pungkasnya.


Dihadiri lebih dari 200 peserta Zoom Meeting dari penjuru tanah air, setelah pemaparan dilanjut sesi diskusi yang sangat menarik dan interaktif. Di penghujung acara, pembicara memberikan dua buku karyanya kepada peserta teraktif yakni dari Banten dan Sorong Papua Barat. (Tim HI KPKNL Tegal)

Foto Terkait Berita