Berita DJKN

PT SMF Optimalkan Peran dalam PEN dan Perluas Mandat di Sektor Perumahan Rakyat

Selasa, 23 Juni 2020 pukul 10:09:33   |   207 kali

Jakarta - Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial Persero (PT SMF) Ananta Wiyogo mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan peran sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di masa pandemi Covid-19. “Upaya ini akan kami lakukan melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional-red) serta perluasan mandat yang nantinya dapat meningkatkan segi pasokan maupun permintaan sektor perumahan,” ungkapnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT SMF pada Senin, (22/6) di Kantor Pusat DJKN, Jakarta. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata selaku kuasa pemegang saham perseroan menegaskan agar PT SMF segera melakukan segala terobosan dan inovasi untuk mengembangkan pembiayaan perumahan rakyat di Indonesia. Menurutnya, persiapan yang serius benar-benar dibutuhkan sebab perluasan mandat PT SMF mungkin harus dilakukan dalam situasi tekanan terhadap berbagai sektor pembiayaan perumahan. 

“Jadi kita akan banyak membantu penyedia dana untuk pembelian rumah-rumah dengan cara KPR, mungkin juga akan membantu pengembang-pengembang dengan menggunakan kekuatan perseroan. Itu semua dilakukan dalam situasi yang cukup tinggi tekanannya, sehingga kita harus betul-betul mengantisipasi dan memitigasi semua risko yang terlihat ataupun yang belum terlihat saat ini,” paparnya.

Selain itu, Isa juga sangat berharap agar pembiayan perumahan secara syariah yang telah dimulai oleh PT SMF sejak tahun 2018 dapat berkembang lebih signifikan. “PT SMF pun kemudian dikenal sebagai booster, penggerak yang lebih besar untuk pembiayaan perumahan syariah,” ujarnya.

Terkait capaian sepanjang tahun 2019, dirinya memberikan apresiasi kepada PT SMF yang dapat melampaui total target pada balanced scorecard, yaitu 106,4%. Berdasarkan hasil penilaian independen, tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) PT SMF juga memperoleh skor 86,21 atau kualifikasi GCG sangat baik. Angka ini terus naik dari hasil penilaian independen GCG tahun 2018 sebesar 84,89 dan tahun 2017 sebesar 81,17.

Pada penghujung rapat, Notaris Emi Susilowati menyampaikan hasil keputusan RUPS, yaitu menyetujui laporan tahunan perseroan tahun buku 2019, mengesahkan laporan keuangan perseroan tahun 2019 dan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan tahun 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dengan pendapat wajar tanpa modifikasi. Seluruh anggota direksi dan dewan komisaris perseroan juga diberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (acquit de charge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2019, sepanjang tindakan tersebut bukan tindakan pidana dan tercermin dalam buku laoran tahunan termasuk laporan keuangan perseroan. 

Lebih lanjut, melalui RUPS ini, penggunaan laba bersih PT SMF tahun 2019 disetujui untuk dialokasikan sebagai cadangan umum sebesar Rp185 miliar dan pembayaran dividen dengan nilai pembulatan sebesar Rp100 miliar. Adapun penetapan keputusan pembayaran tantiem atas kinerja tahun 2019 akan ditetapkan secara terpisah melalui keputusan pemegang saham yang akan dilakukan secara sirkuler. (nf/surur-humas DJKN)

Foto Terkait Berita