Berita DJKN

Belajar Work-life Balance dari Seorang Novelis dan Pengarusutamaan Gender dari Seorang Pejabat

Kamis, 09 November 2017 pukul 14:31:13   |   407 kali

Jakarta - Bedah Buku Architecture of Love dan diskusi work-life balance dengan narasumber Ika Natassa serta Sosialisasi tentang Pengarusutamaan Gender oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Chalimah Pudjihastuti, diselenggarakan pada Rabu (08/11).

Kegiatan di Aula Gedung DJKN lantai 5 Selatan ini, semakin memeriahkan hari kedua Pekan Transformasi, setelah sebelumnya cerita Transformasi bersama Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata.

Ika Natassa yang merupakan salah seorang novelis terkemuka di Indonesia mengungkapkan cerita-cerita di balik penulisan novel architecture of love dan musing (perenungan) yang Ia lakukan selama menyusun novelnya tersebut. Wanita yang akrab disapa Ika ini menuturkan bahwa hobinya dalam menulis diawali dengan hobinya dalam membaca, “karena dengan membaca kita dapat merasakan hal yang tidak kita lihat secara langsung. Dengan membaca kita dapat merasakan Spanyol melalui imajinasi kita tanpa harus secara langsung untuk datang ke sana,” terangnya.

Wanita yang juga berprofesi sebagai bankir di Bank Mandiri ini menuturkan bahwa aktivitas menulis Ia lakukan di sela-sela aktivitasnya sebagai bankir, terutama dilakukan pada malam hari maupun ketika weekend. “Intinya saya menganggap bahwa menulis itu selain pekerjaan yang menghasilkan, juga merupakan sebuah hobi yang mengasyikan,” ujarnya. Ika menuturkan bahwa kerjasama yang Ia lakukan dengan penerbit buku menyepakati bahwa tidak ada deadline dalam setiap penulisan buku yang Ia lakukan, sehingga tidak ada paksaan untuk menyelesaikannya sesegera mungkin.

Ika beranggapan bahwa multitasking merupakan sebuah omong kosong belaka, “Kita tidak bisa melakukan berbagai hal dalam satu waktu, yang bisa kita lakukan adalah mempartisi ide. Isi kepala kita pilah-pilah untuk memikirkan satu per satu hal yang harus kita pikirkan,” terangnya.

Novelis bergenre metropop ini menuturkan bahwa transformasi itu berawal dari sebuah ide atau gagasan yang hebat. “Namun, ide tersebut akan sia-sia jika disimpan sendiri, ide tersebut harus dikomunikasikan kepada orang lain,” ujarnya.

Ika memberikan pesan bahwa kemajuan itu tidak diatur dan ditentukan oleh orang lain, tapi oleh diri kita sendiri. Oleh karenanya dalam karya-karyanya Ika seringkali menanamkan semangat kepada para pemuda dengan budaya. “Bahwa pekerjaan yang kita lakukan adalah untuk legacy atau nama baik kita, sehingga kita tidak akan melakukan apa-apa lagi selain melakukan yang terbaik dalam pekerjaan tersebut,” tuturnya.

Setelah sesi bedah buku dan diskusi terkait work-life balance, acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengarusutamaan gender yang dibawakan oleh Chalimah Pudjihastuti.

Wanita yang akrab disapa Iim ini menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini banyak masyarakat yang masih rancu dalam memahami konsep gender. “Gender itu bukan hanya terkait jenis kelamin dan urusan yang berkaitan dengan memprioritaskan perempuan, tetapi gender merupakan perbedaan peran serta tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang dikonstruksikan oleh masyarakat dan bersifat dinamis,” terangnya.

Iim memberikan contoh bahwa pekerjaan tertentu dianggap hanya untuk laki-laki atau hanya untuk perempuan, sehingga hal ini berpengaruh pada mutasi, promosi, bahkan pada pola pengembangan pegawai serta hak untuk memperoleh akses dan manfaat dari suatu kebijakan. “stereotype seperti itulah yang bisa dihilangkan dengan pengarusutamaan gender (PUG),” ujarnya.

“Hal yang dilakukan dalam PUG adalah memastikan isu gender tersebut terintegrasi dalam kegiatan pembangunan melalui kebijakan dan program yang memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki terhadap seluruh aspek kehidupan,” terang Iim.

Sebagai bentuk keseriusan dalam penerapan PUG di Kementerian Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan melalui Biro Perencanaan dan Keuangan mulai tahun depan akan menyelenggarakan Lomba PUG tidak hanya untuk unit vertikal di eselon I yang ditunjuk, tetapi akan dilombakan antar seluruh eselon I di Kementerian Keuangan.

(Humas DJKN)

 

Foto Terkait Berita