Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
KPKNL Bima
BERITA UTAMA
Tim Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima pada bulan September melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap Barang Milik Negara (BMN) yang berada pada empat Satuan Kerja yakni Balai Ta
Profil KPKNL Bima

Profil KPKNL Bima

KPKNL Bima berdiri diatas tanah kurang lebih seluas  16.000 m2 dengan bangunan 2 (dua) lantai.  Secara geografis, KPKNL Bima mempunyai posisi yang cukup strategis dan mudah dijangkau  oleh para pengguna jasa dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum  karena terletak di pusat  kota dan dekat dengan Kantor Walikota Bima dan instansi lain sehingga memudahkan dalam rangka koordinasi, pengurusan administrasi dan membina hubungan lintas sektoral dan lain-lainnya dengan masyarakat khususnya para pengguna jasa.

 

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 135/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sebagai tindak lanjut dari adanya reorganisasi di Lingkungan Departemen Keuangan dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan.

 

Adapun Wilayah kerja KPKNL Bima sebagaimana diatur dalam PMK 170/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagaimana telah diubah dengan PMK 263/PMK.01/2016 meliputi: Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya KPKNL Bima  memberikan pelayanan di bidang Kekayaan Negara, Penilaian, Piutang Negara dan Lelang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, dan lelang.  Dalam melaksanakan tugas tersebut, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang menyelenggarakan fungsi  yang  meliputi:

1.    Inventarisasi, pengadministrasian, pendayagunaan, pengamanan kekayaan negara;

2.    Registrasi, verifikasi dan analisa pertimbangan permohonan pengalihan serta penghapusan  kekayaan  Negara;

3.  Regristasi, penerimaan berkas, penetapan, penagihan, pengelolaan barang jaminan,  eksekusi,  pemeriksaan  harta kekayaan milik penanggung hutang/penjamin hutang;

4. Penyimpanan bahan pertimbangan atas permohonan keringanan jangka waktu dan/atau  jumlah  hutang,  usul  pencegahan  dan  penyanderaan penanggung hutang  dan/atau  penjamin  hutang  serta  penyiapan data usul penghapusan piutang  Negara;

5.    Pelaksanaan pelayanan penilaian;

6.    Pelaksanaan pelayanan lelang;

7.    Penyajian informasi di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara dan lelang;

8.  Pelaksanaan penetapan dan penagihan piutang negara serta pemeriksaan kemampuan  penanggung hutang atau pinjaman hutang dan eksekusi barang jaminan;

9.    Pelaksanaan pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang atau penjamin hutang serta kekayaan lain;

10. Pelaksanaan bimbingan kepada pejabat lelang;

11. Inventarisasi, pengamanan, dan pendayagunaan barang jaminan;

12. Pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum pengurusan piutangnegara dan lelang;

13. Verifikasi dan pembukuan penerimaan pembayaran piutang negara dan hasil lelang;

                      14. Pelaksanaan administrasi kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang


Sebagai unit organisasi vertikal yang berada di bawah naungan DJKN, KPKNL Bima dalam menjalankan tugas dan fungsinya  selalu berupaya untuk mewujudkan visi DJKN dan menjalankan misi DJKN, dengan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa/stakeholders dan berpedoman  pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yaitu Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan.


Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 170/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara,  struktur organisasi pada KPKNL Bima terdiri dari:

1.    Subbagian Umum;

2.    Seksi Pengelolaan Kekayaan negara;

3.    Seksi Pelayanan Penilaian;

4.    Seksi Piutang negara;

5.    Seksi Pelayanan lelang;

6.    Seksi Hukum dan Informasi;

7.    Seksi Kepatuhan Internal;

              8.    Kelompok Jabatan Fungsional.


KPKNL Bima selaku unit Eselon III memiliki komposisi pegawai sebanyak 28 orang.  Saat ini dipimpin oleh Nyoman Heryawan Triana Putra selaku Kepala Kantor dan dibantu oleh 7 orang Pejabat Struktural Eselon IV, yaitu posisi Kepala Sub Bagian Umum, Gaspar Bacenti Fernandez, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara, Mahfud, Kepala Seksi Pelayanan Penilaian, Fahdrian Kemala, Kepala Seksi Pelayanan Lelang, Asep Atang, Kepala Seksi Piutang Negara, M. Muharram Arif, Kepala Seksi Hukum dan Informasi, Junaedi Seto Saputro dan Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Idham Khalid, sedangkan jumlah pegawai pelaksana sebanyak 20 orang yang dibagi kedalam 7 seksi yang berbeda untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan.




     













KPKNL Sebagai organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pengelolaan kekayaan Negara, pengurusan piutang Negara dan pelayanan Lelang, KPKNL memiliki peran strategis berikut :

1. Pengelolaan Kekayaan Negara

        Sebagai pengelola kekayaan Negara, KPKNL memiliki peran strategis untuk mengoptimalkan kekayaan negara yang bertujuan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna kekayaan negara. Peningkatan daya guna dan hasil terutama difokuskan pada utilisasi kekayaan Negara, pengamanan kekayaan Negara dan penatausahaan kekayaaan Negara. Fokus pengelolaan kekayaan Negara ditunjukan pada penertiban Barang Milik Negara  (BMN) dengan tujuan utama adalah melakukan pemutakhiran pembukuan BMN, mewujudkan penatausahaan BMN diseluruh satuan kerja instansi Pemerintah Pusat, menyajikan koreksi nilai aset tetap pada Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga, dan melakukan tindak lanjut penatausahaan dan pengelolaan BMN yang tertib dan optimal.

2. Penilaian Kekayaan Negara

        Penilaian terhadap kekayaan Negara yang merupakan langkah awal dari proses pengelolaan kekayaan  Negara setelah dilakukan invetarisasi untuk menuju optimalisasi pengelolaan kekayaan Negara. Kegiatan penilaian tersebut dimaksudkan untuk memperoleh estimasi atau perkiraan nilai wajar dari setiap kekayaan Negara berupa tanah, bangunan, kendaraan dan barang milik Negara lainnya yang berada pada lingkungan Kementerian/Lembaga Negara dan Pemerintah Daerah. Hasil Penilaian Kekayaan Negara tersebut antara lain digunakan untuk penyusunan neraca pemerintah pusat, pemanfaatan dan pemindahtanganan BMN/BMD. Dengan demikian hasil penilaian dapat membantu mewujudkan pengelolaan kekayaan Negara yang optimal, efektif dan efisien sesuai dengan prinsip-prinsip The Highest and The Best Use.

3. Pengurusan Piutang Negara

        Pengurusan piutang Negara bertujuan untuk mengamankan keuangan negara dengan melakukan penagihan dan pengurusan piutang macet yang berasal dari instansi pemerintah dan badan usaha yang dikuasai oleh negara baik secara langsung maupun  tidak langsung berdasarkan perjanjian, peraturan perundangan dan sebab apapun. Sejak berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2006, piutang macet yang berasal dari BUMN tidak diserahkan lagi pengurusannya kepada PUPN/DJKN, sehingga fokus pengurusan dilakukan terhadap Piutang Negara  yang telah diserahkan dan Piutang Negara dari instansi pemerintah.

4. Pelayanan Lelang

        Pelayanan Lelang bertujuan untuk menjadikan lelang sebagai instrumen jual beli yang dikenal secara umum sebagaimana transaksi pasar pada umumnya. Selain itu, lelang merupakan pelaksanaan non eksekusi dan eksekusi terhadap suatu putusan/ penetapan pengadilan maupun PUPN. Lelang mempunyai nilai lebih apabila dibandingkan dengan transaksi jual beli biasa, yaitu transparan, akuntabel, kompetitif, efisien dan lebih menjamin kepastian hukum. Risalah lelang yang merupakan akta otentik berfungsi sebagai akta van transpor untuk kepentingan peralihan hak. Lelang diharapkan menjadi paradigma yang meresap ke dalam “mindset” masyarakat, sehingga lelang dipandang sebagai sarana transaksi pilihan dan dapat berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

5. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Dalam melaksanakan Pengurusan Piutang Negara, KPKNL memperoleh hasil berupa Biaya Administrasi (Biad) Pengurusan Piutang Negara, Pengelolaan Kekayaan Negara juga mengahsilkan PNBP asset berupa manfaat ekonomi, sedangkan dalam memberikan pelayanan lelang memperoleh hasil Bea Lelang Pejabat Lelang Kelas I dan Pejabat Lelang Kelas II serta Pegadaian yang selanjutnya disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak  (PNBP).


Salah satu kekuatan KPKNL Bima dalam meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik terhadap pengguna jasa/stakeholder adalah sumber daya manusia yang memiliki komitmen, integritas, kompetensi yang tinggi dan selalu berpegang pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dan sesuai SOP yang telah ditentukan.


Wilayah Kerja
Kota Bima
Kabupaten Bima
Kabupaten Dompu
Kabupaten Sumbawa Besar
Kabupaten Sumbawa Barat
Prestasi KPKNL Bima
Pencapaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO) tertinggi di Lingkungan Kanwil Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2018
Pencapaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO) tertinggi di Lingkungan Kanwil Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2019
Terbaik Pertama dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bima, Kantor Wilayah DJPb Nusa Tenggara Barat
Peta Lokasi KPKNL Bima
Alamat Kantor
Jalan Soekarno Hatta Nomor 177 Kota Bima - 84115
(0374) 42993, 43006
(0374) 43006
kpknlbima@kemenkeu.go.id
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |