Berita Media DJKN

Pertamina Segera Operasikan LNG Hub Arun

Kamis, 04 April 2019 pukul 09:12:32   |   85 kali


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Perta Arun Gas (PAG), akan mengoperasikan fasilitas LNG Hub di Arun, Aceh mulai April nanti. LNG Hub ini akan memanfaatkan fasilitas yang ada di terminal regasifikasi gas alam cair {liquefied natural gas/LNG) Arun.

PAG merupakan anak usaha dari PT Pertamina Gas, anak usaha Pertamina yang bergerak di bisnis gas. PAG adalah perusahaan yang dibentuk untuk mengelola Terminal Regasifikasi LNG Arun, fasilitas regasifikasi yang memanfaatkan infrastruktur bekas kilang LNG Arun.

Presiden Direktur Pertagas Wiko Migantoro mengatakan, aset Terminal

Regasifikasi Arun sangat strategis untuk dijadikan LNG Hub baik untuk pasar regional Asia dan sekitarnya, maupun domestik di Sumatera bagian utara, Aceh, hingga Kepulauan Riau. Selain itu, strategi tersebut merupakan upaya perusahaan untuk memaksimalkan aset Arun dan keahlian perusahaan sebagai konstribusi peningkatan konsumsi gas dalam bauran energi nasional, utamanya pada moda gas nonpipa.

"Bila kita tidak, maka opportunity ini akan dapat diambil oleh negara lain di kawasan," kata dia dalam pesan pendeknya kepada Investor Daily, kemarin.

Menurutnya, rencananya LNG Hub

Arun ini mulai resmi dioperasikan pada 2 April nanti. Pihaknya telah menyiapkan tangki penyimpanan dan sejumlah infrastruktur lain guna mendukung fungsi LNG Hub dari aset Arun ini.

"Kami menyediakan dua storage LNG tank dan kami juga memiliki filling station untuk pengisian ke iso tank. PAG juga menyediakan jasa port services dan pengelolaan inventory. PAG memiliki sumber daya inhouse utk melakukan itu semua," jelas Wiko.

Sementara itu, sebagaimana dikutip Antara, Presiden Direktur PAG Arief Widodo mengungkapkan bahwa dua tangki penyimpanan LNG yang disiapkan memiliki daya tambung sebe-
sar 210 ribu metrik ton. Perusahaan sebenarnya memiliki lima tangki, dua diantaranya saat ini digunakan untuk operasi, dua tangki lainnya untuk bisnis LNG Hub, dan satu sisanya dalam keadaaan rusak.

Dia juga menyebut beberapa perusahaan sudah menyatakan akan memanfaatkan LNG Hub tersebut. Kargo LNG pertama yang akan disimpan di Hub PAG tersebut adalah LNG dari Australia sebanyak 142.000 metrik ton. Sejauh ini baru ada satu perusahaan yang akan menyimpan LNG-nya.

Arief menambahkan, peresmian LNG Hub Arun ini akan dihadiri oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Direktur Jenderal

Bea dan Cukai Heru Pambudi, dan sejumlah pimpinan Pertamina lainnya.

Arief menyatakan, banyak aset eks Kilang LNG Arun yang belum digunakan, yang saat ini di bawah Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pihaknya diperkirakan baru memanfaatkan sekitar 10% dari aset yang ada.

Sebelumnya, LMAN dan Pertamina telah menandatangani Perjanjian Kerjasama mengenai Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa Aktiva Kilang Arun. PAG telah memanfaatkan aset ini kegiatan regasifikasi dan penyimpanan LNG.

LMAN sendiri, dalam keterangan resminya sempat mengungkapkan bahwa aset Arun juga menjadi salah
satu perhatian LMAN ke depan. Akselerasi perwujudan kawasan ekonomi khusus di Arun menjadi agenda kerja LMAN yang memerlukan dukungan dan kolaborasi kuat. Salah satu langkah dalam upaya tersebut diwujudkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PAG tadi.

Aset Arun merupakan Kilang LNG tertua di Indonesia yang mulai beroperasi sejak 1978. Hingga 2014, fasilitas ini telah mengirimkan LNG sebanyak 4.269 kargo ke beberapa negara, seperti Korea dan Jepang. Kompleks pengolahan ini memiliki enam unit kilang gas, dua pelabuhan khusus, dan sembilan tangki penyimpanan gas.

(ayu)

Sumber : Investor Daily, 25-Mar-2019
Tanggal diunggah : Kamis, 04 April 2019 pukul 09:12:32
Terakhir diedit : Kamis, 04 April 2019 pukul 09:13:20