KPKNL Bogor
Berita DJKN

BIMBINGAN TEKNIS ONLINE DI BIDANG PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA PADA KPKNL BOGOR

Kamis, 23 April 2020   |   64 kali

 

Bogor- Indikator Kinerja Utama (IKU) Tingkat Kesesuaian Penggunaan Barang Milik Negara (BMN) dengan Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) serta Persentase Implementasi Evaluasi Kinerja BMN (portofolio aset) merupakan IKU Menteri Keuangan yang berasal dari tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang masih bersifat baru dan pelaksanaannya melibatkan peran satuan kerja (satker).

Upaya meraih target IKU tersebut di tengah wabah Covid-19, dilaksanakan dengan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) online di Bidang Kekayaan Negara oleh KPKNL Bogor (20/4) dengan memanfaatkan aplikasi video conference berbasis internet. Bimbingan Teknis dimaksud bertujuan untuk knowledge sharing kepada satker mengenai maksud, tujuan, sasaran strategis, serta pelaksanaan IKU tersebut sekaligus memberikan arahan terkait penyelesaian Revaluasi BMN.

Acara yang dibuka oleh Kepala KPKNL Bogor, Selo Tarnando diikuti oleh 94 peserta satker yang menjadi target pelaksanaan pengukuran kesesuaian penggunaan BMN dengan SBSK, evaluasi kinerja BMN, dan/atau satker  yang belum menyelesaikan Revaluasi BMN. Hal ini sejalan dengan komitmen KPKNL Bogor untuk terus dapat memberikan pelayanan yang maksimal meskipun pandemi Virus Corona terus merebak.

Dalam Bimtek online tersebut, Kepala Seksi BMD II D pada Direktorat BMN, Dwi Kurniawan Saputro memaparkan mengenai Kesesuaian Penggunaan BMN dengan SBSK. Dwi menyampaikan bahwa maksud dan tujuan Kesesuaian Penggunaan BMN dengan SBSK yaitu untuk memastikan aset Negara yang dikelola telah terutilisasi sesuai dengan potensi terbaiknya (the highest and best use principle). Dwi menjelaskan pula mengenai sasaran strategis kinerja, BMN yang menjadi objek target, serta data yang dibutuhkan dalam pengukuran kesesuaian penggunaan BMN.

Pembahasan terkait Implementasi Kinerja BMN (portofolio aset) dipaparkan  Kepala Seksi BMD I D pada Direktorat BMN, Naf’an Widiarso Rafid. Dalam pemaparannya, Naf’an menjelaskan latar belakang pelaksanaan evaluasi portofolio aset hingga terbit Laporan Evaluasi Kinerja BMN. Lebih lanjut, Naf’an menyampaikan bahwa portofolio aset akan menghasilkan rekomendasi yang merupakan penjabaran dari hasil analisis evaluasi kinerja aset yang akan disampaikan kepada Pengguna Barang oleh KPKNL Bogor untuk pengelolaan aset lebih lanjut. Indikator yang digunakan dalam Pengukuran Kinerja BMN tersebut meliputi 6 (enam) indikator yaitu kepentingan umum, manfaat sosial, kepuasan pengguna, potensi penggunaan, ekonomi, dan kondisi teknis.

Tema lain yang dibahas dalam Bimtek online tersebut termasuk penyelesaian sisa Revisi Revaluasi BMN serta tindak lanjut Revaluasi BMN yang diuraikan oleh Antonius Iwan Setyono dari Direktorat BMN.

Acara dirangkai dengan tanya jawab dari satker kepada para narasumber dan juga kepada tim Seksi PKN KPKNL Bogor yang dipandu Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Bogor, Nurintan Rismauli Marpaung.

Kegiatan Bimbingan Teknis PKN Online tersebut berlangsung dengan lancar dan memberi manfaat bagi para satker di tengah keterbatasan kondisi untuk pemberian layanan tatap muka. Semoga target Evaluasi Kinerja BMN (portofolio aset), pengukuran tingkat kesesuaian penggunaan BMN dengan SBSK, dan penyelesaian sisa Revisi Revaluasi BMN dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

The only thing that overcomes hard luck is hard work.

Foto Terkait Berita
Pengumuman
PENG- 03 /WKN.8/KNL.3/2020
Rabu, 08 April 2020
Kontak
Jl. Veteran No. 45 Bogor - 16113
(0251) 8315453
(0251) 8382934
kpknlbogor@kemenkeu.go.id