KPKNL Banda Aceh
BERITA UTAMA
Banda Aceh - Pejabat Lelang KPKNL Banda Aceh Febriano Iriawan Ishaq menetapkan 1 (satu) paket kendaraan bermotor roda empat (mobil) bukan baru yang terdiri dari 59 (lima puluh sembilan) unit terjual dengan harga Rp11,8 Milyar rupiah, Selasa (24/10/2017).
e-Auction DJKN
Info Lelang
Pengumuman
Kilas Peristiwa
Tidak ada konten kilas peristiwa.
Profil KPKNL Banda Aceh

Malam itu, menjelang hari raya Idul Fitri 1316 Hijriah di pinggiran kota Meulaboh, sekelompok rakyat Aceh yang hendak memasuki kota dikejutkan oleh kehadiran segerombol pasukan Belanda bersenjata lengkap lagi modern yang dipimpin oleh Kolonel Van Heutz. Tampaknya, tidak ada itikad baik sedikitpun dari gerombolan pasukan tersebut. Takdir tak dapat dielak. Pertempuran merupakan jalan terbaik.


“Singoh beungoh tanjoe ta djep kupi di keude Meulaboh atawa lon akan sjahid
  (besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan syahid),

Lantang seorang pria berkata. Baginya pilihan hanyalah satu dari dua kenikmatan tersebut. Penuh keyakinan, tanpa ketakutan. Kalimatnya menggelorakan semangat juang rakyat Aceh yang bertempur bersamanya.  Kemudian sejarah menceritakan kepada kita dada pria gagah itu tertembus peluru di daerah Suak Ujong Kalak, Meulaboh. Gugur mulia menjadi takdirnya.


Kelak kita ketahui, lelaki tersebut adalah Teuku Umar. Seorang pahlawan yang bukan hanya untuk rakyat Aceh, tapi juga bagi bangsa Indonesia. Di desa Meugoe, Meulaboh, ucapan Teuku Umar terpahat indah pada sebuah prasasti di Komplek Makam Teuku Umar. Teuku Umar, adalah salah satu dari banyaknya pejuang dari bumi Serambi Mekkah.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Teuku adalah gelar bangsawan untuk kaum pria dari suku Aceh. Teuku adalah seorang hulubalang atau ulèë balang dalam bahasa Acehnya yang artinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kepala laskar atau bisa juga prajurit pengawal.

Tiap pahlawan, memiliki kisahnya tersendiri. Dalam konteks pengelolaan kekayaan negara, Teuku dapat kita kaitkan sebagai seseorang yang menjaga, mengamankan dan melindungi kekayaan negara. Terinspirasi dari kisah-kisah perjuangan rakyat Aceh, KPKNL Banda Aceh menjadikan Teuku sebagai motto dalam berkerja, berharap dapat meneladani kisah-kisah epik dari para pejuang Aceh yang dulu turut merintis Indonesia menjadi negara merdeka seperti sekarang ini. Motto tersebut bukan hanya dapat diartikan secara harfiah, tapi juga merupakan akronim yang penjadi prinsip dan karakter para pegawai KPKNL Banda Aceh dalam mengabdi kepada negeri.


T.E.U.K.U.

T, dari kata Teladan yang artinya semua pegawai harus dapat menjadi teladan baik didalam maupun diluar kantor

E, berasal dari awalan kata efektif yang artinya bekerja haruslah secara efketif.

U, merupakan dari kata unggul yang memiliki makna KPKNL Banda Aceh harus tetap melakukan penyempurnaan agar dapat menjadi yang terbaik dalam setiap perlombaan menuju kebaikan.

K, darikata kredibel, artinya dapat dipercaya. KPKNL Banda Aceh haruslah mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri dalam mengelola kekayaan negara dan pelaksanaan lelang di wilayah kerjanya. Untuk itu, KPKNL Banda Aceh haruslah memiliki kualitas kerja, kemampuan SDM dan kapabilitas menghasilkan suatu hasil kerja yang menimbulkan rasa percaya dari stakeholder.

U adalah ukhuwah, sebuah ikatan yang saling menautkan hati baik antar sesama pegawai dan pejabat pun bersama para stakeholder yang wajib diberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Setelah sebelumnya sempat menyewa ruko di daerah Lamlagang, saat ini KPKNL Banda Aceh berada di Jalan Tgk Chik Ditiro, Komplek Gedung Keuangan Negara Gedung C Lantai I Banda Aceh, hanya berjarak 2km dari bangunan yang menjadi legenda saat tanah rencong ditimpa bencana tsunami, Masjid Raya Baiturrahman. Wilayah kerja KPKNL Banda Aceh sendiri cukup luas, meliputi 3 kota dan 10 Kabupaten mulai dari Pulau Weh, kemudian di sepanjang pesisir pantai barat hingga perbatasan antara Provinsi Aceh dan Provinisi Sumatera Utara.

Sama seperti KPKNL di daerah berbeda, eksistensi KPKNL Banda Aceh diawali oleh terbitnya Undang-Undang Nomor 49 Prp tahun 1960. Pada masa itu Pemerintah membentuk Panitia Urusan Piutang Negara yang merupakan panitia interdepartemental yang berwenang menetapkan produk hukum dalam pengurusan piutang negara. Sedangkan yang melaksanakan putusan tersebut adalah Satuan Tugas Panitia Urusan Piutang Negara yang kemudian berubah menjadi Kantor Pelayanan Pengurusan Piutang Negara. Setelah itu karena fungsinya diperluas dengan layanan lelang maka dibentuklah Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN), dan terakhir menjadi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sehubungan dengan reorganisasi DJPLN menjadi DJKN di mana fungsi Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang digabung dengan fungsi Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Pengelolaan Barang Milik Negara/Kekayaan Negara sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara tanggal 22 Desember 2006. Kedudukan KPKNL Banda Aceh sebagai unsur pelaksanaan urusan Pemerintah Pusat di bidang Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang yang ada di daerah. Kepala KPKNL Banda Aceh bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah DJKN Aceh.

PEJABAT STRUKTURAL PADA KPKNL BANDA ACEH



Komposisi pegawai KPKNL Banda Aceh berdasarkan Golongan

Komposisi pegawai KPKNL Banda Aceh berdasarkan Pendidikan


Komposisi pegawai KPKNL Banda Aceh berdasarkan usia


Jumlah Tenaga Fungsional Khusus pada KPKNL Banda Aceh

 


Inovasi dan Presatasi KPKNL Banda Aceh

AKSIO (Aduan Kritik Saran Informasi Online) merupakan inovasi yang dilakukan oleh KPKNL Banda Aceh dimana masyarakat dapat mengakses layanan aduan, kritik, dan saran serta informasi-informasi lain secara online dan real-time. Dan keunggulan dari mekanisme ini, tidak dilakukan pencatatan identitas apapun dari pelapor, sehingga kerahasiaan terjamin. Cukup dengan memindai kode QR yang tersedia dengan smartphone, stakeholder dan masyarakat dapat mengakses layanan aduan, kritik, dan saran serta informasi-informasi lain secara online dan real-time.

Keterbukaan Informasi adalah kunci membangun kepercayaan antara pelayan publik dan masyarakat. Selain itu, untuk meningkatan kualitas layanan publik, penggunaan teknologi informasi yang dapat mengurangi Human Interaction serta dengan penguatan sistem pengendalian internal, diharapkan dapat menjadi katalis Reformasi Birokrasi.
LIT adalah Layanan kiosk multimedia yang memadukan antara fungsi Profile, Service, & Tools dan disusun dalam satu tatapmuka yang sederhana berbasis web dan disajikan dengan layar sentuh yang mudah dan menarik.

Seiring berkembangnya teknologi informasi, KPKNL Banda Aceh mencoba melakukan suatu terobosan untuk mempermudah stakeholder mendapatkan informasi. Memanfaatkan media sosial yang dapat digunakan secara gratis, KPKNL Banda Aceh menyediakan wadah untuk menghubungkan antara stakeholder dengan KPKNL Banda Aceh. Dengan adanya sistem operasi android yang diluncurkan Google, KPKNL berhasil membuat suatu aplikasi yang semakin memudahkan stakeholder  terhubung dengan KPKNL Banda Aceh. Aplikasi itu diberi nama MyKPKNL.
Aplikasi MyKPKNL membuat stakeholder terhubung dengan AKSIO, facebook maupun website (non official) KPKNL Banda Aceh langsung pada halaman utama smartphone milik mereka.

 

KPKNL Banda Aceh sebagai unit vertikal dari DJKN dalam menjalankan amanat tugas pokok dan fungsinya selalu berusaha memberikan layanan yang tidak hanya kreatif namun juga tepat sasaran. Pembentukan Task Force Inovasi Layanan pada KPKNL Banda Aceh merupakan wujud nyata keinginan kuat Kepala KPKNL Banda Aceh beserta jajarannya dalam memberikan layanan yang terbaik sesuai predikat yan disandang KPKNL Banda Aceh yakni Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM).

Task Force Inovasi Layanan KPKNL Banda Aceh merupakan titik awal lahirnya ide-ide, inovasi-inovasi yang diharapkan dapat membawa angin segar dalam pelayanan kepada stakeholder tidak hanya pada wilayah KPKNL Banda aceh juga semoga dapat menginspirasi Kantor lainnya untuk senantiasa memberikan layanan terbaik kepada stakeholdernya.

Prestasi KPKNL Banda Aceh:
- KPKNL pertama yang membuat layanan aduan, kritik, saran online tahun 2014
- Peringkat pertama Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tahun 2012
- KPKNL Pertama yang Mengembangkan layanan informasi terpadu
- KPKNL pertama yang membuka layanan rekonsiliasi filial bmn jarak jauh di 2 kabupaten
- 2 tahun berturut-turut menjadi KPKNL berkinerja terbaik (2008-2009)
- 4 tahun berturut-turut menjadi 3 besar KPKNL berkinerja terbaik (2008-2011)
- Meraih Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Menteri Keuangan pada tahun 2014
- Meraih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tahun 2014



Wilayah Kerja
Kota Banda Aceh
Kota Sabang
Kabupaten Aceh Besar
Kabupaten Pidie Jaya
Kabupaten Pidie
Kabupaten Aceh Jaya
Kabupaten Aceh Barat
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Aceh Barat Daya
Kabupaten Aceh Selatan
Kabupaten Aceh Singkil
Kabupaten Simeuleue
Kota Subulussalam
Prestasi KPKNL Banda Aceh
KPKNL pertama yang membuat layanan aduan, kritik, saran online dan mengembangkan layanan informasi terpadu
KPKNL pertama yang membuka layanan rekonsiliasi filial BMN jarak jauh di 2 Kabupaten
Peringkat pertama Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) tahun 2012
Meraih Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Menteri Keuangan 2014
Meraih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Menpan RB 2014
4 tahun berturut-turut menjadi 3 besar KPKNL berkinerja terbaik (2008-2011) / Terbaik 2008-2009
Peta Lokasi KPKNL Banda Aceh
Alamat Kantor
Jl. Tgk Chik Ditiro Gedung Keuangan Negara, Gedung C Lantai 1Banda Aceh 23241
0651 – 25292
0651 - 31121
kpknlbandaaceh@kemenkeu.go.id