Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Puasa Bentuk Manusia Mampu Kendalikan Hawa Nafsunya
N/a
Rabu, 31 Juli 2013 pukul 13:19:30   |   696 kali

Makassar - Puasa ramadhan adalah merupakan ibadah yang diwajibkan kepada orang-orang yang beriman dengan harapan menuju ketaqwaan. Dalam mengarungi kehidupan in, manusia selalu dipengaruhi oleh hawa nafsu yang selalu bertujuan kepada hal-hal yang tidak taat kepada Allah. “Oleh karena itu, puasa Ramadhan juga diharapkan akan membentuk manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sehingga dapat berperilaku sebagai pribadi muslim yang berakhlak dengan penuh kejujuran dan perilaku ini harus berlanjut di luar bulan Ramadhan,” kata Habib Husen Ahmad Al Hamid dalam ceramah buka bersama pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar pada 24 Juli 2013/15 Ramadhan 1434 H di Makassar, Sulawesi Selatan.

 Dengan demikian, lanjutnya, melalui puasa segenap pegawai diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh kejujuran dengan segala aktivitas dilakukan sebagai ibadah. “Caranya luruskan niat bekerja hanya karena Allah dengan pedoman sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat Allah dan apabila tidak, yakinlah bahwa Allah melihatmu,” tuturnya.

Buka bersama ini dihadiri oleh seluruh pegawai KPKNL Makassar bersama keluarga dan pegawai Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar) yang dirangkaikan dengan Shalat Magrib, Isya, Tarawih dan Witir secara berjamaah. Bulan Ramadan yang merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, setiap umat islam selalu menanti datangnya bulan yang mulia ini karena selain di dalamnya penuh rahmat, juga terdapat ampunan dan pelepasan dari api neraka serta pelipatgandaan segala amal kebaikan oleh Allah SWT.

Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dilanjutkan sambutan oleh Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar Thaufik. Dalam sambutannya, Thaufik menekankan pentingnya membina hubungan silaturrahim. Menurutnya kesholehan dalam beribadah sangat penting. Namun, ia juga mengingatkan agar jangan melupakan kesholehan sosial sebagai implementasi kesholehan ibadah. Hal ini harus dilakukan secara istiqomah, di mana keduanya dilakukan di dalam dan di luar bulan Ramadhan. (Onding/Nanang-KPKNL Makassar/edited/bas).

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini