Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Pemanfaatan Roof Garden BMN Gedung di Kompleks Kanwil DJKN Jakarta
N/a
Senin, 16 Maret 2015 pukul 11:18:20   |   6813 kali

Oleh : Badrud Duja (KPKNL Jakarta V)

Jakarta adalah ibukota Negara Republik Indonesia yang merupakan kota dengan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi. Kompleks Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) merupakan salah satu kompleks perkantoran yang memiliki gedung-gedung bertingkat tinggi, terletak Jalan Prapatan Nomor 10 terdiri atas empat gedung yakni Gedung Utama yang ditempati Kanwil DJKN DKI Jakarta, Gedung A yang ditempati KPKNL Jakarta I dan KPKNL Jakarta II, Gedung B yang ditempati KPKNL Jakarta V dan Aula Kanwil DJKN DKI Jakarta dan Gedung C yang ditempati KPKNL Jakarta III dan KPKNL Jakarta IV. Gedung-gedung tersebut mempunyai rooftop yang belum dioptimalkan penggunaannya.

Roof Garden adalah?

Roof Garden adalah taman yang berada di atas atap bangunan atau gedung. Sebetulnya konsep roof garden ini sudah lama ada, jika kita mengingat buku sejarah salah satu dari keajaiban dunia adalah taman gantung babylonia yaitu taman gantung dimana taman tumbuh di teras dan balkon istana. Konsep roof garden sudah lama bergaung di Indonesia seiring dengan konsep green design untuk menangkal pemanasan global.

Roof Garden menjadi hal yang urgent mengingat sulitnya menemukan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lahan-lahan idle di kota besar sangatlah berharga karena terbatasnya lahan kosong di kota besar. Rooftop menjadi area yang perlu dioptimalkan selanjutnya.

Manfaat Roof Garden

Menurut International Green Roof Assosiation (IGRA) Roof Garden mempunyai beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi efek (urban heat island effect)  yaitu efek perbedaan suhu antara pusat kota dan pingggiran kota. Roof Garden dapat membentuk transpirasi yang menyegarkan lingkungan;

2. Area resapan air, Roof Garden dapat mengurangi air hujan sebesar 50% - 90% dengan proses transpirasi dan evaporasi dengan mengalirkan uap air ke udara dan menahan air sementara di media tanam,

3. Ruang yang berguna, Roof Garden menawarkan ruang yang multi guna diantaranya tempat taman, area olahraga, tempat jogging dan menjadi tempat pemandangan yang indah dan hijau;

4. Mengurangi kebisingan, Roof Garden dapat mengurangi pantulan suara 3 db sampai dengan 8 db lapisan vegetasi dapat meredam gelombang elektromagnetik dari transmisi;

5. Meningkatkan daya tahan atap, Atap yang tidak menggunakan Roof Garden atau polosan hanya bertahan 15 sampai dengan 25 tahun saja dikarenakan tekanan fisik, biologi dan kimia yang terus menerus. Suhu yang tinggi, radiasi ultraviolet serta hujan memepercepat proses pelapukan dan penggerusan gedung. Rooftop dapat memberikan perlindungan tambahan untuk mengurangi efek tekanan yang terjadi;

6. Mempercantik pemandangan, yang terakhir tentu saja adalah memperindah pemandangan, Gedung yang merupakan benda mati dengan warna yang monoton akan menjadi lebih artistik dengan dengan adanya Roof Garden.

Menurut Holladay (2006) manfaat Roof Garden adalah Menurunkan suhu, mengurangi polusi udara, vegetasi pada taman atap dapat mengubah polutan (toksin) di udara menjadi senyawa berbahaya melalui reoksigenation, menstabilkan jumlah gas rumah kaca (karbon dioksida) di lingkungan sehingga menekan efek rumah kaca, mengurangi efek radiasi panas dari matahari dan dari dinding tanah (panas efek pulau), konservasi air, taman atap dapat menyimpan sebagian besar air berasal dari air hujan sehingga menyediakan mekanisme evaporasi-transpirasi yang lebih efisien, mengurangi polusi suara / kebisingan, komposisi vegetasi pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam mengurangi kebisingan yang berasal dari luar bangunan (kebisingan dari kendaraan bermotor atau kegiatan industri), menampakkan keindahan aspek bangunan (estetika), serta fungsi dari taman pada umumnya, Roof Garden memberikan aspek pembangunan keindahan yang terlihat lebih hidup, indah, dan nyaman, meningkatkan keanekaragaman hayati keragaman kota.

Bangunan Roof Garden

Beberapa gedung telah membuat konsep Roof Garden di antaranya adalah Lucy in the Sky di area Sudirman Central Business District; Skye, Shy Rooftop Kemang, S.L.A.M, Karumba Room Bar, Hotel Hermitage Menteng dan Graha Esa Sampoerna di Surabaya.

Penutup

Konsep Roof Garden menarik sekali jika diterapkan di Kompleks Prapatan10, DJKN sebagai Asset Manager dapat menginisiasi konsep ini yang akan menjadi contoh untuk gedung-gedung di Jakarta khususnya gedung-gedung BMN milik pemerintah. Manfaat yang dirasakan akan sangat besar sekali baik oleh pemilik gedung, pengguna gedung dalam hal ini para pegawai yang berkerja di dalamnya serta lingkungan sekitar tentunya.

Daftar Pustaka

www.kompasiana.com diakses tanggal 09 Maret 2015

www.surya-dpermana.com diakses tanggal 09 Maret 2015

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini