Penilaian 3 (Tiga) Unit Pesawat Terbang Turbo Fan Boeing 737-300 Oleh Tim Penilai Kanwil DJKN Jawa Timur
Deni Atif Hidayat
Kamis, 30 November 2023 pukul 10:24:12 |
8561 kali
Putu Eka Dewi Yuliastuti – Bidang
Penilaian
Penilaian Pesawat udara merupakan salah satu obyek
penilaian yang mempunyai karakteristik khusus dan kompleksitas yang tinggi.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 354/KN/2018
Pesawat udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer
karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan karena reaksi udara terhadap
permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan. Pesawat terbang (fixed wing)
adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang
dengan tenaga sendiri.
Pada bulan Juli 2023,
Tim Penilai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur
(Kanwil DJKN Jawa Timur) untuk kedua kalinya melakukan penilaian atas 3 (tiga)
unit pesawat terbang turbo fan Boeing 737-300 yang terletak di Hanggar Merpati
Maintenance Facility, Jl. Raya Bandara Juanda, Sudimoro, Kelurahan Betro,
Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Penilaian Barang
Milik Daerah milik Kabupaten Merauke berupa 3 (tiga) unit pesawat terbang turbo
fan Boeing 737-300 bertujuan untuk menentukan nilai wajar dalam rangka
pemindahtanganan dalam bentuk penjualan sesuai ketentuan perundang - undangan
yang berlaku. Penilaian ini dilatarbelakangi adanya Kerja Sama Operasi
Pemerintah Kabupaten Merauke berupa 3 (unit) pesawat turbo fan Boeing 737-300
dengan PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) (dalam pailit) yang selanjutnya
diserahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Merauke.
Setiap jenis
pesawat terbang memiliki beberapa keunikan tersendiri, namun sebagian besar
komponen utama yang dimiliki setiap jenis pesawat pada umumnya sama. Adapun
komponen yang terdapat dalam pesawat yaitu :
a. Badan
Pesawat (Fuselage),
Fuselage adalah struktur utama atau badan pesawat terbang.
Bagian ini dapat digunakan untuk kargo, kontrol, aksesoris, penumpang, dan
peralatan lainnya. Fuselage merupakan bagian dari airframe (keseluruhan
struktur yang termasuk didalamnya fuselage, wing, empennage
dan landing gear).
b. Sayap
(Wings),
Sayap adalah airfoil yang Ketika bergerak dengan cepat
melalui udara menciptakan daya angkat. Sayap dibuat dalam berbagai bentuk dan
ukuran. Desain sayap dapat bervariasi untuk memberikan larakteristik
penerbangan yang diinginkan.
c. Bagian
Ekor (Empennage/Stabilizers),
Empennage dari sebuah pesawat terbang juga dikenal sebagai
bagian ekor. Kebanyakan desain empennage terdiri dari bagian cone, permukaan
aerodinamis yang tetap atau stabilisator, dan permukaaan aerodinamis yang dapat
digerakkan.
d. Permukaan
Kendali (Flight Control Surfaces),
Kendali arah dari pesawat terbang terdiri dari sumbu
lateral, longitudinal, dan vertical dimana permukaan control dirancang untuk
menciptakan Gerakan terhadap sumbu ini. Alat pengendali tersebut biasanya
dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu Primary or Main Flight Control
Surfaces dan Secondary
or Auxiliary Control Surfaces.
e. Alat
Pendaratan (Landing Gear),
Landing
Gear menunjang pesawat selama pendaratan
dan sat berada di tanah. Landing Gear harus cukup kuat untuk menahan kekuatan tekanan pada saat
pendaratan Ketika pesawat dalam keadaan muatan penuh.
f. Mesin
(Power Plant)
Mesin pesawat dapat diklasifikasikan dengan beberapa metode
seperti siklus operasi, susunan silinder, atau metode menghasilkan daya
dorong. Mesin pesawat ada berbagai
jenis, seperti gas turbine based, reciprocating piston,
rotary, two or four cycle, sparka ignition, diesel, dan air or water cooled.
g. Sistem
(System)
Pesawat terbang terdiri dari berbagai macam system,
masing-masing system ini merupakan sebuah rangkaian kerja yang saling terhubung
untuk dapat menerbangkan sebuah pesawat.
Adapun proses pelaksanaan penilaian pesawat udara yang
dilakukan adalah melakukan pengumpulan data awal berupa data/informasi yang
disampaikan dalam permohonan Penilaian berupa latar belakang permohonan, tujuan
penilaian, dokumen kepemilikan, dokumen kelaikudaraan dan deskripsi objek
penilaian. Selanjutnya dilakukan survei lapangan atau pengumpulan data dimana
kegiatan ini sebagai bentuk validasi data dan penelitian secara langsung atas
objek penilaian. Data dan informasi yang diperoleh, baik dari berkas permohonan
maupun pada saat survei lapangan digunakan sebagai dasar untuk melakukan
analisis dan kemudian untuk menentukan pendekatan penilaian dan simpulan nilai.
Dalam penilaian ini, Tim Penilai menggunakan pendekatan biaya dengan metode
biaya pembuatan baru terdepresiasi (Depreciated Reproduction
Cost) dengan tahapan menghitung biaya
pembuatan baru / new reproduction cost objek penilaian, menghitung besarnya penyusutan fisik objek
penilaian, menghitung besarnya keusangan fungsi dan besarnya keusangan
ekonomis.
Dalam survei lapangan yang dilakukan oleh Tim Penilai,
kondisi objek penilaian berupa 3 (tiga) unit pesawat terbang turbo fan Boeing
737-300 adalah unserviceable (US) dan harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh (stripping) sebelum dapat dilakukan maintenance untuk dapat
dioperasionalkan, namun secara umum objek penilaian tersebut masih mempunyai
nilai ekonomis. Dari sisi penawaran, analisis pasar objek penilaian sudah tidak
lagi diproduksi sehingga ketersediaan dengan kondisi baru hanya tersedia pada
tipe terbaru. Selain itu, penawaran pesawat bekas Boeing 737-300 sangat
terbatas, baik dalam situs online dalam negeri maupun internasional. Jumlah
pesawat dengan tipe yang sama dengan objek penilaian yang masih beroperasional
saat ini terdapat di beberapa maskapai di dunia baik dalam versi penumpang
maupun versi kargo. Sedangkan dari sisi permintaan, manufaktur pesawat di pasar
Asia Pasifik termasuk Indonesia masih menjadi tulang punggung permintaan pesawat
dalam jangka panjang sebagai bentuk untuk menyikapi isu kelangkaan pesawat saat
ini. Permintaan industri untuk pesawat terbang semakin kuat dan akan terus
meningkat.
Dengan nilai wajar yang dihasilkan oleh Tim penilai
dari Kanwil DJKN Jatim, diharapkan Barang Milik Daerah Pemerintah Daerah
Merauke berupa 3 (tiga) unit Pesawat terbang turbo fan Boeing 737-300 tersebut
dapat segera terjual sehingga efisiensi biaya maintenance pesawat terbang dan
biaya sewa hanggar dapat diminimalisir. Terima kasih.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |