Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Film Induced Tourism, Strategi Baru Menaikan Potensi Wisata di Daerah
Meylida Widyaningrum
Selasa, 24 Januari 2023 pukul 10:36:14   |   260 kali

Indonesia merupakan negara kaya yang terdiri dari lautan, pantai, dan daratan. Layaklah, apabila potensi wisata Indonesia sangat melimpah, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga wisata rekreasi buatan. Salah satu upaya untuk memanfaatkannya yaitu dengan mengelola menjadi tempat pariwisata.

Sektor pariwisata sangat berperan dalam pemulihan ekonomi di Indonesia. Terlebih setelah adanya pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia sejak tahun 2020. Berbagai kebijakan baru telah dilaksanakan, antara lain PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan Work from Home (WFH). Dampaknya, ruang gerak masyarakat menjadi lebih sempit. Mereka tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya karena dituntut untuk melaksanakan semua kegiatan hanya di rumah.

Pemerintah perlu membuat terobosan baru yang berbasis digital, salah satunya Film Induced Tourism atau pariwisata yang dipicu karena kesuksesan sebuah film. Melalui sebuah film,para penonton dapat mengetahui berbagai tempat yang belum pernah dilihat sehingga mereka dapat menentukan tujuan wisata yang akan dikunjungi (Sue Beeton, 2001). Para penonton dapat merasakan sensasi lain berupa pengalaman emosional seolah-olah menyatu dengan film. Oleh karenanya, mereka merasakan ikatan yang kuat dari sebuah tempat dengan film yang mereka tonton (Anne Buchman).

Pada tahun 2008, industri perfilman dikejutkan oleh karya Riri Riza yang berjudul Laskar Pelangi. Film yang berlatar di Kepulauan Belitung ini mampu menembus box office dengan total 4,71 juta penonton. Bahkan film ini telah ditayangkan hingga ke mancanegara, seperti Singapura, Hongkong, Italia, hingga Amerika Serikat. Film ini juga menyabet gelar sebagai film terbaik dalam penghargaan bergengsi tingkat dunia yaitu “The Golden Butterfly Award” di Hamedan, Iran. Kini, Laskar Pelangi dan Belitung seperti entitas yang tak terpisahkan .

Para penonton dimanjakan melalui keindahan Kepulauan Belitung, salah satunya Pantai Tanjung Tinggi yang begitu mempesona dengan bebatuan granit yang menjulang tinggi. Hingga saat ini, pantai tersebut tetap ramai pengunjung. Bahkan, banyak travel tour yang menjajakan paket wisata ke Kepulauan Belitung.

Gambar 1.1.Pantai Tanjung Tinggi

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016) merupakan karya Riri Riza yang tak kalah menggemparkan. Film ini juga mampu menembus box office dengan total 3,6 juta penonton. Karyanya kali ini sebagian besar berlatar di Yogyakarta, salah satunya di Gereja Ayam yang terletak tak jauh dari Candi Borobudur. Destinasi ini mendadak menjadi viral. Dapat dilihat dari tabel 1.1.bahwa pengunjung Gereja Ayam meningkat hingga 45 persen dari tahun 2015.

Tabel 1.1. Jumlah Pengunjung Objek Wisata Gereja Ayam Bukit Rhema

Sumber: Pengelola Gereja Ayam Bukit Rhema

Di tahun selanjutnya, Pengabdi Setan (2017) salah satu film horor yang juga menggegerkan publik. Sebanyak 4.206.103 tiket bioskop telah terjual. Film ini berlatar belakang di sebuah daerah Jawa Barat yang berciri khas Rumah Ibu. Rumah yang terletak di Pangalengan ini merupakan bangunan asli peninggalan dari bangsa Belanda.

Sejak kemunculan film tersebut, Rumah Ibu tak pernah sepi oleh pengunjung. Bahkan, banyak travel tour yang menjajakan petualangan horor pada malam hari di Rumah Ibu. Rumah Ibu pun menjadi pemicu bermunculannya wisata baru di daerah Pangalengan, seperti Wayang Windu Panenjoan dan Nimo Highland.

Menurut Dr. Elissa Epel seorang profesor bidang psikiatri dari University of California, Amerika Serikat, bahwa salah satu manfaat liburan adalah menurunkan proses biologis yang berkaitan dengan stres meskipun durasinya hanya sebentar. Tak heran, apabila saat ini kebutuhan manusia akan perjalanan wisata telah menjadi kebutuhan primer karena seluruh lapisan masyarakat membutuhkan perjalanan wisata. Dengan didukung berbagai kemudahan yang ada, mereka dapat membuat rencana perjalanan dengan mudah. Salah satunya melalui film yang telah ditonton.

Laskar Pelangi dan Ada Apa Dengan Cinta 2 menjadi bukti nyata bahwa promosi pariwisata Indonesia lebih efektif melalui sebuah karya, salah satunya film. Film menjadi salah satu contoh motif push and pull dalam berwisata (Hudson & Ritchie, 2006).Hal ini didasari karena setiap manusia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi sehingga mendorong untuk mencari informasi terkait apa yang telah dilihatnya. Film Induced Tourism telah memberikan dampak yang impulsif bagi para penonton.

Secara perlahan, destinasi wisata di suatu daerah yang berdampak FIT dapat meningkat sejak film dirilis. Film merupakan suatu karya yang bersifat abadi sehingga memberikan dampak yang abadi pula bagi sektor pariwisata. Oleh karenanya, ekonomi masyarakat setempat akan konstan karena terhindar dari pengunjung musiman.

Dapat disimpulkan bahwa pemerintah dapat menerapkan Film Induced Tourism di berbagai daerah di Indonesia. Diperlukan peran pemerintah agar para pelaku usaha perfilman bersedia ikut serta menggalakan pariwisata di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan kemudahan perizinan tempat bagi industri perfilman ketika hendak memproduksi suatu karya. Saat ini, industri perfilman di Indonesia telah didukung oleh banyak platform digital sehingga semua kalangan dapat menikmati.

Penulis: Devy Kusumaningrum

Daftar Pustaka

1. Beeton, Sue. 2001. Smiling FOR The Camera: The Influence Of Film Audiences On A Budget Tourism Destination. Tourism, Culture & Communication, Vol. 3 pp.15– 25.

2. Buchmann, A., dan Moore, K. (2010). Authenticity & Fellowship. Annals of Tourism Research, 37(1), 229–248.

3. Rizaldi, Naufal Rezky. Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gereja Ayam Bukit Rhema (Wisata Alam, Religi, Kuliner Dan Edukasi) Marketing Communication Strategy Bukit Rhema Chicken Church Tourism Object (Natural Tourism, Religion, Culinary And Education). Sumber 61 (2018): 13-638.

4. Fauziah, Afia, Bayu Sutikno, dan Tri Kuntoro Priyambodo. "Dampak Film Aadc 2 Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan Di Gereja Ayam." Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana 15, no. 1 (2020).

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini