Hati Bahagia, Kerja Tertuntaskan
Henny Purwanti
Senin, 16 Januari 2023 pukul 20:58:45 |
3893 kali
”Sukses
bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci sukses. Jika kamu
mencintai apa yang kamu lakukan, kamu akan sukses.” - Albert
Schweitzer. Kutipan tersebut memiliki makna tersendiri bagi setiap pembacanya. Bahagia
merupakan perasaan emosional seseorang yang memberikan dampak positif bagi
siapapun. Menurut Carr,
kebahagiaan adalah keadaan psikologis positif yang ditandai dengan tinggi
derajat kepuasaan hidup, efek positif, dan rendahnya derajat efek negatif.
Tokoh Ed Diener mengistilahkan kebahagiaan dengan kesejahteraan subjektif. Tanpa
kita sadari, sebenarnya mood kita setiap harinya berdampak besar bagi
keseharian kita. Dari perasaan bahagia ini sendiri pun suatu pekerjaan dari
masing-masing individu yang tengah dirasakan akan berdampak pada pekerjaannya.
Lalu apa saja sih penyebab bahagia dari seseorang? tentu saja berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Siapa pun pasti ingin merasakan bahagia. Masing-masing orang mempunyai tingkat kebahagiaannya sendiri. Entah dari mendapatkan ucapan selamat pagi dari orang yang dicintai, mendapatkan gaji dari hasil kerja keras mereka ataupun hanya dengan sekedar kata “semangat” dari seseorang. namun, apakah sebuah instansi/perusahaan dapat memberikan sebuah kebahagiaan kepada seseorang? tentu saja.
Berikut berapa hal yang membuat karyawan mendapatkan kebahagiaan adalah :
Namun,
bahagia tidak hanya dari pekerjaan saja. Satu hal yang terpenting untuk
merasakan kebahagiaan adalah beribadah. Ketika kita beribadah dan berdoa, kita
telah berkomunikasi dengan Tuhan dan mendapatkan kedamaian hati. Dari kedamaian
dan ketenangan tersebut dapat membuat hati kita lebih bahagian dan batin yang
tenang dalam menjalani kehidupan.
Orang yang terlihat bahagia dapat kita temui
di sekitar kita dengan ciri-cirinya yang selalu tegur menyapa, raut muka yang
terlihat senang atau selalu tersenyum dan orang yang selalu bersyukur serta
mengeluarkan kalimat yang positif. Hidup mereka tidak dipenuhi dengan mengurus
kehidupan orang lain. Mereka selalu fokus pada dirinya sendiri dan juga tidak
pernah merasakan iri ataupun dengki atas pencapaian orang lain. Untuk itu,
berhentilah untuk mengukur standar kebahagiaan orang lain dengan kita. Lakukan
apa pun yang membuat dirimu bahagia, selama itu bernilai positif sebagai bentuk
mencintai diri sendiri atau biasa disebut self love.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |