Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
ASN dapat THR, bagaimana ya mengalokasikannya ?
Yenni Ratna Pratiwi
Selasa, 26 April 2022 pukul 08:23:03   |   363 kali

Halo #SobatKaen, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah tentang Pemberian THR dan Gaji Ke-13 untuk seluruh ASN, TNI, Polri, ASN Daerah, Pensiunan, Penerima Pensiun dan Pejabat Negara. Tahun 2022 ini, Pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa besaran THR yang diberikan tidak hanya gaji pokok dan tunjangan yang melekat saja melainkan ada tambahan 50 persen untuk ASN, TNI dan Polri aktif yang memiliki tunjangan kinerja. Kebiajakan ini sebagai wujud penghargaan atas kontribusi aparat pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air. Tentunya ini menjadi kebar gembira untuk kita para Aparatur Sipil Negara.

Oh ya selain kabar tersebut, tahun 2022 ini Pemerintah resmi memperbolehkan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik dan mengijinkan masyarakat untuk dapat kembali merayakan Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Hayo siapa #SobatKaeN disini yang sudah berencana mudik? Pasti dua kabar ini makin membuat kita semua gembira dan tidak sabar untuk segera libur lebaran.

Walaupun begitu, jangan lupa untuk tetap membuat daftar alokasi THR ya, baik untuk kamu yang mudik ataupun tidak mudik. Tujuannya adalah agar pengeluaran kamu masih tetap terkontrol dan tidak sampai mengganggu pos dana darurat atau alokasi anggaran yang lain. Nah berikut ini adalah Tips Alokasi THR yang bisa dicoba oleh #SobatKaeN ya.

Contoh Alokasi THR Rp 5 Juta

Pos

Alokasi (%)

Rp 5 Juta

Zakat dan Sedekah

20%

1000.000

Kasih orang tua, anak, keponakan, dan THR yang bekerja dengan kita

30%

1500.000

Keperluan Lebaran (Hidangan, Pakaian, dll)

15%

750.000

Opsional (Mudik)

25%

1250.000

Dana Darurat

10%

500.000

Persentasi Alokasi THR tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing #SobatKaen ya. Intinya walaupun THR tidak masuk dalam pendapatan rutin, tapi kita harus tetap membuat rencana pengeluarannya. Jangan sampai karena keasyikkan menikmati moment lebaran yang sudah 2 tahun ini tidak dirayakan bersama keluarga membuat kita khilaf dalam mengeluarkan uang. Ingat masih ada hari setelah lebaran yang membutuhkan dana untuk keberlangsungannya.

Semoga membantu. Selamat menyambut lebaran.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini