Resolusi Pribadi Vs Target IKU
Ayutia Nurita Sari
Rabu, 12 Januari 2022 pukul 07:47:45 |
1300 kali
Sebagaimana lazimnya banyak
orang sering membuat resolusi menjelang akhir atau awal tahun agar dapat
menjadi lebih baik lagi. Membuat rencana perbaikan, inovasi atau resolusi itu
baik sebab kebutuhan saat ini mengharuskan setiap orang bisa lebih cepat menyesuaikan
jika tidak ingin terlempar keluar dari persaingan. Akan selalu ada tantangan
yang dihadapi jika ingin lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut tergambar
dari pengalaman diri maupun orang lain yang akan menempa proses menuju kearah
yang lebih baik. Sebuah studi yang dilansir dari Universitas Scranton
mengatakan bahwa hanya 8 persen orang yang berhasil mewujudkan resolusinya.
Maka, jika ingin menjadi bagian dari 8 persen tadi ada begitu banyak tulisan
dan bacaan sebagai referensi untuk mewujudkan perubahan atau resolusi tahun
baru.
Tidak ada perbedaan antara
perorangan, lembaga pemerintah, atau koorporasi dalam menciptakan atmosfir
untuk mendorong setiap orang yang ada di dalamnya membuat resolusi pribadi menunju
kepada perbaikan, termasuk Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) sebagai sebuah
organisasi. Resolusi yang hendak dicapai oleh DJKN maupun Kementerian Keuangan
disebut Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU merupakan seperangkat ukuran dalam
memberikan pandangan menyeluruh mengenai proses bisnis kepada para manajer
dalam lingkungan yang kompleks untuk sukses dalam persaingan. Dalam hal ini,
IKU merupakan sebuah metode pengukuran hasil kerja yang digunakan di lingkungan
Kementerian Keuangan. Penetapan IKU organisasi dan individu pada DJKN selalu
melalui suatu proses untuk menyetujui angka-angka target sepanjang tahun.
Tips Membuat Resolusi
Beberapa tips bagi setiap pegawai DJKN yang
hendak membuat resolusi atau perubahan, dirangkum dari berbagai sumber,
diantaranya:
1. Buat peta besar tentang
resolusi apa yang hendak dilakukan. Gunakan metode budaya kerja Kemenkeu yang
keempat yaitu rencanakan, kerjakan, monitor, dan tindaklanjuti. Proses
perencanaan sendiri dimulai dari langkah kecil, dengan membuat target yang
realistis dan diyakini bisa untuk mewujudkannya. Biasanya, langkah kecil justru
akan menuai sukses yang lebih besar. Jangan sekedar menetapkan target yang
terlalu ambisius, karena hanya akan membuat kewalahan atau bahkan frustasi.
Sebaliknya, dengan menetapkan target yang lebih logis, maka ada kemungkinan
untuk mewujudkan resolusi yang lebih besar.
2. Buat daftar resolusi yang jelas
dan spesifik, jangan hanya mengatakan, “aku
ingin makanan yang sehat untuk menurunkan berat badan” atau “aku ingin berhenti merokok,” dan sebagainya.
Buatlah target dengan angka yang terukur, berapa banyak berat badan yang ingin
diturunkan, makanan apa saja harus saya makan atau berapa jumlah bungkus rokok
selama setahun yang harus dikurangi.
3. Gaungkan kepada orang lain secara
terbuka, jika bisa pantulannya sampai terdengar kepada rekan kerja, sahabat dan
keluarga agar mendapat dukungan, sehingga lingkungan akan turut terlibat dalam
mewujudkan komitmen resolusi. Dr John Michael, seorang ahli filsafat dari Universitas
Warwich menyebutkan bahwa tekanan sosial akan membuat kita lebih menepati
janji. Kritikan selalu membuka peluang penyempurnaan, karena kita tidak bisa
melihat diri sendiri lebih baik dibanding orang lain.
4. Lakukan mitigasi atas
hal-hal yang mungkin menjadi penghalang resolusi dan susun strategi atas apa
yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tidak tercapainya
resolusi tersebut. Agendakan jadwal yang rinci dan realisatis atas apa yang
dikerjakan dan lakukan evaluasi terus-menerus secara rutin dan terjadwal. Saat mengalami
kegagalan maka berhentilah sejenak dan lakukan evaluasi diri. Jika targetnya
masih terlalu ambisius, maka cobalah untuk memecahnya menjadi beberapa target
yang lebih realistis. Hasil evaluasi selalu membuka ruang perbaikan dan kembali
ke tujuan yang hendak dicapai.
Dalam
KBBI, kata resolusi berarti suatu putusan
atau kebulatan pendapat yang berupa permintaan ataupun tuntutan (dalam sebuah rapat ataupun
musyawarah). Resolusi juga
bisa diartikan sebagai pernyataan tertulis yang berisi tuntutan tentang suatu
hal. Istilah ini mengalami perluasan makna, bukan sekedar hasil dari sebuah
rapat yang merupakan tuntutan yang harus diwujudkan, namun juga mengenai tujuan
atau target sesorang yang hendak dicapai berupa impian, harapan, atau cita-cita
pada masa mendatang.
Jika untuk diri sendiri, resolusi
adalah keinginan, harapan dan impian, sebaliknya untuk organisasi seperti DJKN,
resolusi merupakan target IKU yang menjadi keputusan top management yang mana usulan individu atau unit operasional
terkecil hanya memberi masukan terbatas. Namun walau berbeda sesungguhnya
proses dan makna resolusi pribadi bisa diimplementasikan juga dalam organisasi.
Karena pribadi adalah bagian dari organisasi maka kesuksesan pelaksanaan
resolusi pribadi akan memberi dampak besar bagi organisasi. Institusi yang terbuka
dan modern memberi ruang untuk keinginan pribadi dengan berbagai impian,
harapan dan inovasi untuk berkreasi dalam rencana dan bekerja.
Sebagai suatu organisasi, DJKN
telah secara terbuka kepada pribadi-pribadi yang memiliki keinginan dan harapan
membuat resolusi yang berdampak pada kinerja atau lebih sering disebut inovasi.
Mengutip prinsip inovasi yang disampaikan Peter F. Drucker, inovasi harus yang
terarah dan sistematis. Inovasi dilakukan dengan mempertimbangkan area yang
berbeda, sumber-sumber yang berbeda, kepentingan yang berbeda, dan waktu yang
berbeda sesuai dengan konteks dan ruang lingkup inovasi yang dilakukan. Inovasi
yang sistematis diawali dengan analisis semua sumber peluang dan
langkah-langkah sederhana sebelum ke langkah-langkah kompleks. Inovasi juga
harus efektif, sederhana dan terfokus. Agar efektif, sederhana dan fokus,
inovasi lebih baik dimulai dari hal-hal yang kecil.
Dengan demikian sesungguhnya ada perbedaan antara resolusi pribadi versus penetapan target IKU, yaitu dari sisi keinginan dan harapan sebagai suatu input. Namun, untuk kepentingan organisasi secara keseluruhan resolusi bisa menjadi modal organisasi sebagai suatu proses pembentukan pribadi-pribadi handal yang berkinerja dan selalu ingin berubah. Ayo buat resolusi mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan mulailah sekarang juga. Selanjutnya pastikan hasilnya berdampak optimal untuk mencapai tujuan bersama DJKN yang DINAMIS!
Penulis:
Devi Lesilolo (Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN
Suluttenggomalut)
Sumber:
1. Nilai-nilai dan budaya Kementerian Keuangan;
2. Zubaidah, Neneng. 2022. “7 Tips Ini Dapat Buat Resolusi Tahun Baru Terwujud”. https://edukasi.okezone.com/read/2022/01/01/65/2525981/7-tips-ini-dapat-buat-resolusi-tahun-baru-terwujud. Diakses pada 8 Januari 2022.
3. DIKLATBPOM. 2015.
“Inovasi, agar Organisasi Tidak Mati!” https://diklatbpom.wordpress.com/2015/05/07/inovasi-agar-organisasi-tidak-mati/. Diakses pada 8 Januari 2022.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |