Fotografi : A Man Behind The Gun
Irfan Fanasafa
Senin, 10 Januari 2022 pukul 11:50:06 |
2158 kali
Seiring
dengan makin dominannya dunia internet dalam setiap lini kehidupan manusia,
peran konten kreator semakin dituntut
kontribusinya. Dari e-commerce, lifestyle, edukasi hingga fungsi
publikasi pemerintahan. Apalagi di era pandemi ini - yang menginjak tahun
ketiga serta belum menandakan kapan akan usai- pola kehidupan makin dituntut
minim kontak fisik dengan pertimbangan menghindari risiko paparan.
Kapasitas
jaringan seluar yang terus meningkat hingga saat ini mendekati era 5G, konten
multimedia berupa foto resolusi tinggi dan video fullhd semakin mendominasi
bahkan konten internet berupa berita yang dulu didominasi teks dan sedikit
gambar resolusi rendah karena keterbatasan kapasitas jaringan seluler yang
masih GPRS.
Kemajuan
teknologi yang cepat menjadikan alat-alat fotografi bukan saja semakin canggih,
user friendly bahkan semakin mudah
dijangkau dari segi harga beli, seakan akan semua orang bisa jadi ‘wartawan’
dan ‘fotografer handal’ bahkan dengan bermodalkan gear sekelas telepon genggam saja. Pertanyaannya : “Apakah memang
demikian?” Tapi kenapa kamera video, lensa dan aksesoris kelas studio hingga
berharga ratusan bahkan miliaran rupiah dengan kemampuan perekaman melebihi
kemampuan mata manusia biasa terus bermunculan bahkan vendor-vendor makin bersaing
seakan-akan ‘diluar sana’ para fotografer dan semakin ‘kelaparan’ akan
alat-alat tersebut?
Mari
kita fokus kepada judul artikel ini, banyak hal-hal yang tidak bisa tergantikan
bahkan dengan kamera tercanggih dan termahal sekalipun, skill fotografer! Diakui hasil foto akan sangat berbeda antara gear
‘biasa-biasa saja’ dengan gear kelas
profesional tapi itupun akan kembali kepada skill
pemakainya, a man behind the gun!
Kenapa
Skill Fotografer Sangat Penting?
Keterampilan
mengatur fokus
Bahkan jika Anda memiliki kamera dengan sistem autofokus terbaik di dunia, akan sia-sia
jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menggunakannya. Dibutuhkan
keterampilan mumpuni untuk melacak subjek yang bergerak cepat, dan itu adalah
sesuatu yang membutuhkan banyak latihan untuk dikuasai. Jika Anda ingin
menangkap bidikan aksi yang indah, Anda tidak bisa hanya menekan tombol rana
dan berharap yang terbaik. Sistem fokus otomatis adalah suatu keunggulan,
tetapi Anda juga!
Keterampilan memegang kamera
Kemampuan Anda untuk
memegang kamera sering kali merupakan perbedaan antara foto yang tajam dan foto
yang buram. Anda sering harus menjaga tangan Anda tetap stabil saat berada di
tengah-tengah pemotretan, inilah bukanlah pekerjaan yang mudah. Fasilitas Stabilisasi
gambar di kamera memang membantu, tetapi jika teknik Anda tidak bagus, Anda
tetap akan mendapatkan foto buram.
Skill mengatur exposure
Kamera
canggih mampu mengidentifikasi eksposur yang tepat untuk objek pemotretan.
Tetapi ada banyak kemungkinan terjadi ketika pilihan exposure dari kamera tidak
terlihat bagus. Saat itulah peran skill Anda bermain, sebagai fotografer dan
mengendalikan eksposur kamera Anda secara manual.
Bekerja dengan cahaya
Sehebat
apa pun kamera modern tetap tidak dapat memberi tahu Anda cara menemukan cahaya
yang baik, dan pastinya tidak dapat memberi tahu Anda cara menggunakan cahaya
untuk pemotretan yang bagus. Itu semua kembali kepada kehandalan Anda, dan itu
adalah sesuatu yang umumnya fotografer profesional menghabiskan seluruh hidup
mereka untuk belajar lagi dan lagi. Cahaya yang digunakan secara ahli dapat
menjadi satu-satunya perbedaan antara foto yang menakjubkan dan foto yang
biasa-biasa saja.
Keterampilan mengatur komposisi
Komposisi
bukanlah suatu bawaan, dan itu jelas bukan sesuatu yang dapat dikontrol oleh
kamera Anda. Itu adalah sesuatu yang Anda pelajari melalui latihan dan kerja
keras. Dan jika Anda tidak terus melatih keterampilan komposisi fotografi Anda,
itu akan terlihat sangat buruk. Tidak ada jalan lain.
Mengatur aperture
Memilih
komposisi adalah keterampilan. Ini juga merupakan keterampilan untuk dapat
melakukan komposisi itu – untuk dapat menggunakan pengaturan kamera sesuai
keingginan Anda. Di situlah Anda harus memanfaatkan pengetahuan Anda untuk
memilih aperture dan shutter speed yang Anda butuhkan untuk menghasilkan
foto yang sempurna.
Keterampilan pemrosesan pasca
pemotretan
Ini
adalah faktor besar lainnya karena keterampilan pasca-pemrosesan memungkinkan
Anda mengambil bidikan dan benar-benar mengubahnya menjadi sesuatu yang luar
biasa. Pasca-pemrosesan adalah bagaimana Anda memberikan sentuhan akhir pada
foto Anda, dan begitulah cara Anda memberikan foto Anda sentuhan profesional.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan, Anda dan saya pasti setuju bahwa peralatan
dan fotografer itu penting.
Namun,
jika Anda mencoba menilai kedua sisi tersebut, Anda akan melihat bahwa ada
beberapa aspek fotografi yang hampir tidak dapat disumbangkan oleh kamera
canggih apapun seperti bekerja dengan cahaya, memilih komposisi, memberikan
sentuhan akhir pada foto dalam pasca-pemrosesan, dan banyak lagi.
Ini
adalah aspek besar menjadi seorang fotografer. Jika Anda tidak dapat melakukan
hal-hal ini, gambar Anda akan selalu buruk.
Namun
jika Anda dapat memaksilkan potensi kamera dengan skill Anda dengan baik, Anda
akan mendapatkan foto yang luar biasa. Ya, peralatan berkualitas tinggi akan
membantu. Ini akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan bidikan yang
indah – jika Anda sudah sangat ahli. Namun, meskipun peralatan itu penting,
peralatan tidak akan pernah membuat Anda mendapatkan foto yang luar biasa.
Paling-paling, gear akan memberi Anda
snapshot yang sangat tajam, terekspos
dengan baik, dalam fokus – dan itu saja. Di luar itu, ketidakmampuan memanfaatkan
potensi peralatan Anda hanya akan menghasilkan foto yang buram bahkan gambar
dengan pencahayaan yang buruk.
Dengan
kata lain, Anda tidak perlu peralatan yang luar biasa untuk mendapatkan foto
yang luar biasa. Tetapi Anda perlu menjadi fotografer yang luar biasa untuk
mendapatkan foto yang luar biasa.
Penulis : Irfan Fanasafa
Referensi : “Equipment versus
Photographer,” Jaymes Dempsey, https://digital-photography-school.com/equipment-versus-photographer/
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |