Pahlawanku Inspirasiku
Aminah Nurmillah
Rabu, 10 November 2021 pukul 13:27:04 |
4576 kali
Pahlawanku Inspirasiku
Hari ini bangsa Indonesia memperingati peristiwa heroik
dan menjadi salah satu momen bersejarah yaitu Hari Pahlawan. Hari Pahlawan,
tanggal 10 November untuk mengenang pertempuran mengusir penjajah di kota
Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo. Battle of Surabaya menjadi salah satu
pertempuran terbesar pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Bung Tomo melalui pidatonya, membakar
semangat rakyat Indonesia
untuk berjuang menentukan masa depannya, dengan semboyan merdeka atau mati!
Semangat
patriotisme dan pengorbanan para pahlawan di atas menjadi inspirasi dalam menghadapi
tantangan dan membangun bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, sudah selayaknya
kita menghormati jasa-jasa para pahlawan sebagaimana dinyatakan Presiden Soekarno
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”.
Penghormatan yang utama, di samping mendoakannya, adalah mewarisi semangat patriotisme
mereka dalam menghadapai tantangan dan membangun Indonesia.
Tantangan Bangsa Indonesia
Keberagaman
bangsa Indonesia seperti pisau bermata dua, bisa menjadi pemersatu dan
pendorong kemajuan bangsa, namun bisa menjadi objek pemecah belah bangsa. Akhir-akhir
ini, beberapa individu/kelompok masyarakat memanfaatkan sentimen primodialisme
untuk kepentingan pragmatis. Di samping itu, berkembang radikalisme bahkan
ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia, Pancasila.
Tantangan
berikutnya adalah kemajuan teknologi informasi yang hampir meniadakan batas-batas
negara. Setiap individu dapat mendapatkan informasi secara real time
melalui media online. Di samping memberikan manfaat positif, kemajuan
teknologi informasi dapat memberikan dampak negatif. Arus Informasi dari
berbagai negara dapat menggerus identitas bangsa Indonesia termasuk kearifan lokal
dan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi dan way
of life bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, harus disadari, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku,
agama, ras dan budaya, dibentuk berdasarkan kesepakatan, yang dibangun di atas keberagaman.
Hal ini selaras dengan konsep kebangsaan (nation)
Ernest Renan yang menyatakan bangsa adalah
suatu kesepakatan bersama untuk mewujudkan (tujuan) bangsa yang bersangkutan.
Suatu bangsa tidak tergantung pada kesamaan ras, suku, agama, bahasa,
geografis, atau hal-hal lain yang sejenis (Bachtiar, 2001). Hal senada juga
disampaikan oleh Presiden Soekarno "Negara
Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama,
bukan milik sesuatu suku, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai
Merauke".
Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan secara
terstruktur dan sistemik kepada seluruh komponen bangsa termasuk generasi muda.
Jiwa patriotisme dan semangat persatuan para pahlawan harus terus diwariskan
dan menjadi inspirasi bangsa Indonesia. Juga perlu dipertahankan identitas
kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan warisan luhur bangsa Indonesia
dari Majapahit yang ditulis dalam Negara Kertagama oleh Mpu Tantular. Bangsa
Indonesia memang ditakdirkan terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan
budaya.
Generasi
Muda Penerus Bangsa
Bangsa Indonesia dibentuk untuk mewujudkan cita-cita bersama sebagaimana
tercantum dalam UUD 1945 yaitu 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, 2) memajukan kesejahteraan umum, 3) mencerdaskan
kehidupan bangsa dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan
tersebut, maka bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan di semua sektor.
Salah satu kunci utama dalam
membangun bangsa Indonesia adalah generasi muda sebagai generasi penerus
bangsa. Bahkan Sukarno pernah mengatakan "Berikan aku sepuluh pemuda, akan
kugoncangkan dunia". Bangsa Indonesia harus menyongsong masa depan yang
penuh peluang dan tantangan dengan mempersiapkan generasi muda.
Tahun 2030-2040 Indonesia akan
mengalami Bonus Demografi. Pada era tersebut, jumlah usia produktif akan
mencapai sekitar 64 persen dari jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa
(Bappenas). Bonus demografi tersebut menjadi salah satu modal utama untuk
mencapai visi Indonesia 2045 “Indonesia yang maju, adil, dan makmur dalam
bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia,
harus menjadi busur yang kuat dengan mempersiapkan anak panahnya bisa meluncur
dengan cepat dan jauh. Bangsa Indonesia harus mempersiapkan genersai muda untuk
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan nilai-nilai
kebangsaan. Dengan demikian generasi muda Indonesia menjadi anak panah yang
meluncur cepat dan jauh untuk mencari sasaran yaitu mewujudkan Indonesia Maju (inspirasi
Khalil Gibran).
(Kakanwil DJKN, Kemenkeu Kalbar, Edward
Nainggolan)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |