Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Jembatan Teluk Kendari Sokong Perekonomian di Bumi Anoa

Senin, 15 Februari 2021 pukul 14:15:28   |   87 kali

Sebagai negara maritim, wilayah negara Indonesia memiliki topografi yang didominasi oleh perairan termasuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang daerahnya dibatasi perairan. Begitu pula Kota Kendari yang menjadi ibu kota provinsi ini, wilayah daratan Kota Kendari mengelilingi Teluk Kendari. Keberadaan Teluk Kendari juga menjadi kendala dalam kegiatan perekonomian terutama pengangkutan karena memerlukan moda transportasi tambahan untuk penyeberangan atau melalui jalur darat yang akan menambah waktu tempuh. Padahal sektor pengangkutan merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi sebesar 22,53% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Kendari (Kementerian Perhubungan, 2019).

Masyarakat Kota Kendari saat ini dapat bernapas lega, sebab jembatan baru sepanjang 1,34 km yang menghubungkan sisi kawasan pelabuhan Kota Lama dengan sisi Pulau Bungkutoko telah beroperasi penuh. Jembatan yang diresmikan pada 22 Oktober 2020 silam oleh Presiden Joko Widodo, mempermudah jalur transportasi dan distribusi kawasan Kota Lama menuju Poasia. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, masyarakat harus menempuh jalur laut ataupun memutari teluk sejauh 20 km.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp804 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020. Konstruksi jembatan meliputi jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar (Kementerian PUPR, 2020). Dan hal yang patut dicatat bahwa dalam proses konstruksi jembatan ini 90% menggunakan material lokal, kecuali cable bearing dan extension joint-nya.

Jembatan Teluk Kendari terhubung dengan jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari sepanjang 40 km yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe, sehingga akan mempermudah mobilitas kendaraan logistik dari kawasan pelabuhan baru di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari.

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat khususnya Kota Kendari. Jika selama ini masyarakat menghabiskan waktu tempuh hingga 30-35 menit untuk menyeberang, kini hanya membutuhkan sekitar 5 menit saja. Dengan dibangunannya Jembatan Teluk Kendari tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar terutama untuk meningkatkan aksesibilitas antar kawasan dan peningkatan produktivitas masyarakat.

Penulis: Dwiyani Permatasari, Seksi Informasi, Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi, Kantor Wilayah DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |