Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Pengelolaan Aset Berupa Ikan Hias Sebagai Salah Satu Katalis Pemulihan Ekonomi Nasional

Jum'at, 18 Desember 2020 pukul 15:05:23   |   132 kali

IKan Hias saat ini tengah menjadi komoditas perikanan yang populer baik di pasar lokal maupun internasional. Mengingat sifatnya sebagai negara maritim, Indonesia menjadi salah satu sentra produsen dan habitat ikan hias baik dari segi jenis maupun jumlah. Namun demikian, masih banyak faktor yang menjadi tantangan bagi komoditas ikan hias di Indonesia, mulai dari sulitnya melakukan pengambilan ikan langsung dari alam hingga proses ikliminasi dan adaptasi ikan hias yang memiliki banyak risiko. Disitulah peran Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) diperlukan dalam penyediaan informasi, penyusunan standardisasi, dan pembuatan teknologi dalam hal budidaya ikan hias.

Semenjak didirikan pada tahun 1957, BRBIH telah mengalami beberapa kali pergantian nama dan fungsi. Baru di tahun 2017 nama resmi dipakai, dibawah Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan satu-satunya lembaga riset yang fokus mengerjakan riset-riset strategis di bidang ikan hias. Berdasarkan struktur lembaga riset dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), posisi BRBIH dibawah dan bertanggung jawab kepada Badan Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), serta dibina secara teknis oleh Pusat Riset Perikanan.

Salah satu hasil riset BRBIH dalam budidaya ikan hias adalah pemanfaatan teknologi pengolahan limbah organik berupa magot untuk dijadikan sebagai pakan ikan. Pakan ikan tersebut dinilai lebih ekonomis dan lebih efektif dalam pertumbuhan dan perkembangan ikan hias. Hasil riset tersebut kemudian disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan ataupun pemberian sampel pakan melalui petani ikan. Selain itu, hasil budidaya indukan ikan yang dianggap berhasil kemudian disalurkan kepada petani ikan melalui pemerintah daerah ataupun komunitas budidaya ikan hias lainnya dalam bentuk benih ikan. Diharapkan, seluruh teknologi dan hasil riset ini dapat bermanfaat untuk ditularkan ke masyarakat khususnya di wilayah Depok atau hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Hingga sekarang BRBIH telah melakukan pembudidayaan terhadap 25 jenis ikan hias mulai dari Arwana, Botia, Discus, Rainbow, Cupang hingga Ikan Koi, baik yang berasal dari luar negeri (introduksi) maupun dalam negeri. Ikan-ikan tersebut didapat melalui eksplorasi dari habitat aslinya di alam liar dan juga pembelian dari petani ikan. Semua pembiayaan kegiatan tersebut didapat melalui skema APBN. Dengan adanya keterlibatan dana APBN, diharapkan ada hasil yang progresif , baik dari segi kualitas maupun kuantitas, di bidang budidaya dan penelitian, di samping juga dalam hal penatausahaan aset berupa ikan hias yang ada dalam pengelolaan BRBIH.

Selain itu, BRBIH juga membuka layanan edukasi dan rekreasi bagi pengunjung dalam jumlah terbatas melalui Showroom aquarium mereka yang berisi koleksi ikan hias yang berhasil dikembang menjadi sangat menarik untuk dipandang. Showroom aquarium yang dimiliki oleh BRBIH ini juga merupakan rintisan dalam implementasi BRBIH sebagai technopark ikan hias yang akan menggabungkan unsur REIKKA (Rekreasi Edukasi Informasi Komunikasi Konservasi dan Atraksi). Jika hal ini terealisasi, maka ini akan menjadi langkah konkrit untuk mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat dengan berdasarkan inovasi teknologi budidaya ikan hias. Dengan adanya peningkatan ekonomi kreatif secara mikro, maka hal tersebut tentunya akan membantu pemulihan ekonomi nasional di level makro, terutama di masa pandemi Covid-19.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |