Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Tips Mencegah Gangguan Psikosomatis Saat Pandemi Covid-19

Kamis, 10 September 2020 pukul 14:46:54   |   26 kali

Informasi yang tidak proporsional tentang virus corona dapat memicu kecemasan, kekhawatiran, dan stres. Bahkan terkadang tubuh kerap merasakan gejala mirip Covid-19 setelah mendapat informasi terkait gejala infeksi virus corona. “Gejala yang terjadi merupakan manifestasi dari gangguan psikosomatis. Beberapa manifestasinya, seperti sesak napas mirip dengan manifestasi infeksi Covid-19,” jelas Dokter Spesialis Konsultan Psikosomatis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc., SpPD-K.Psi., FINASIM.

Ia mengungkapkan bahwa psikosomatis adalah kelainan atau penyakit dengan gejala yang berkaitan dengan penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor psikologis atau peristiwa psikososial tertentu. Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya kemampuan beradaptasi seseorang dalam menghadapi stres.

Psikosomatis dapat terjadi melalui proses emosional, yaitu stres yang tidak disesuaikan. Kemudian, otak akan memproses emosi tersebut dan mengirimkannya melalui sistem sensor ke organ tubuh. Misalnya saluran pencernaan, saluran pernafasan, dan sistem hormonal. Beliau mencontohkan, pada individu yang mengalami sesak napas, hal ini menandakan adanya gangguan psikosomatis pada saluran pernafasan. Kondisi ini terjadi jika terdapat pengaruh yang besar terhadap kondisi psikologis pasien terhadap sesak napas.

Lebih lanjut dijelaskannya, gangguan psikosomatis dapat terjadi juga pada orang yang sehat, namun juga dapat terjadi pada orang yang secara fisik memiliki penyakit bawaan pada organ fisiknya. Pada orang sehat jasmani, gangguan psikosomatis ini akan menimbulkan berbagai manifestasi, seperti sering berdebar-debar, keringat dingin, keluhan pencernaan seperti kembung, mual, dan gangguan tidur. Sedangkan bila kelainan psikosomatis ini terjadi pada orang dengan suatu kondisi medis, secara psikosomatis dapat memperburuk penyakit yang dideritanya. Disamping itu juga menurunkan kualitas hidupnya.

Lalu, bagaimana cara mencegah gangguan psikosomatis ini? Noor Asyiqah membagikan tips agar terhindar dari gangguan tersebut yang kemudian dapat meningkatkan respons relaksasi tubuh terhadap stres. Salah satu cara untuk meningkatkan respons relaksasi tubuh terhadap stres adalah dengan berolahraga. Cara lainnya adalah dengan istirahat yang cukup. Pasalnya, kurang istirahat bisa meningkatkan kadar hormon kortisol atau hormon stres.

Tips selanjutnya adalah mengatur pola makan yang bergizi dan seimbang. Dengan mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol dan adrenalin yang meningkat saat kita stres. Selain itu jangan lupa tingkatkan kualitas spiritual kita, imbuh dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Divisi Psikosomatis FKKMK UGM ini.

Yuk mari terapkan tips-tips tersebut dalam menghadapi era New Normal ini agar tidak mudah stres dan sakit. Sudahkah anda berolahraga hari ini?

Penulis : Dondy Arizona Harhara



Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |