Artikel DJKN

Memupuk Semangat Bekerja Melalui Daily Assets

Kamis, 02 Juli 2020 pukul 07:35:41   |   120 kali

Balikpapan- Melihat paparan media masa kini, tentu kita sudah akrab dengan paradigma “bad news is a good news, good news is no news and no news is bad news.” Berita buruk memainkan peranan penting dalam meningkatkan rating, menebarkan ketakutan sekaligus menarik perhatian, sedangkan berita baik seringkali dianggap angin lalu dan kurang berdampak.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Didik Suryadi, pelaksana di seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Balikpapan. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia, dimana efek buruknya di semua sektor termasuk ekonomi sudah diperbincangkan beragam media, ia justru bersemangat memulai sebuah mini proyek baru yang diberi nama “Daily Assets.”

KPKNL Balikpapan mengkategorikan Daily Assets sebagai kliping elektronik dari berita-berita yang berkembang di media massa mengenai aset dan kekayaan negara. Terbit sejak Maret 2020, Daily Assets seakan membuka jendela informasi bagi seluruh pegawai KPKNL Balikpapan setiap harinya. Berita-berita yang bernada positif mengenai DJKN itu dipilih, dikumpulkan dan dikurasi sedemikian rupa untuk diunggah ke grup WhatsApp pegawai KPKNL Balikpapan secara berkala demi memberikan informasi terbaru menganai BMN yang sedang beredar di media-media Indonesia. Dan yang bertanggung jawab untuk melakukan semua langkah di atas adalah Didik, pegawai dengan pengalaman kurang lebih tujuh tahun malang melintang di Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara.

Ditemui di ruangannya pada Selasa (30/06), pemuda kelahiran Sorong tersebut bersemangat menceritakan awal tercetusnya ide pembuatan Daily Assets yang mengantarkannya menjadi Duta Informasi KPKNL Balikpapan. “Sebenarnya ide awalnya sudah terbentuk lama. Dulu waktu saya masih magang di Subdirektorat Humas, saya mendapatkan tugas untuk menghimpun informasi dari media-media,” ujar Didik. “Hal tersebut membuat saya makin ingin tahu, bagaimana orang lain memandang tugas dan fungsi DJKN. Karena hal itu juga dapat mempengaruhi bagaimana kita nantinya mengambil keputusan dalam mempublikasikan sesuatu,” jelas laki-laki 30 tahun itu.

Ia pun terpanggil untuk mengaplikasikan hal tersebut di KPKNL Balikpapan. Setelah menangkap sinyal bahwa tak semua pegawai KPKNL Balikpapan update mengenai pemberitaan terbaru tentang DJKN, ia berusaha mengimplementasikan hal yang sering dilakukannya selama magang dulu untuk membantu meningkatkan awareness rekan sejawatnya mengenai pencapaian-pencapaian instansi. Tema BMN pun ia angkat karena memang sehari-hari ia berkecimpung di peminatan tersebut.

“Sekaligus memberikan semangat bekerja dan meningkatkan rasa bangga terhadap DJKN juga mungkin ya,” ujarnya sembari tertawa, “Selama ini kita bekerja ya hanya bekerja saja, tanpa melihat bagaimana sih efeknya hasil kerja kita. Nah disini saya mau share bahwa hasil kerja kita itu efeknya banyak dan besar juga.”

“Misalnya nih, kemrin sempat tirto.id -sebuah situs berita, artikel dan opini yang cukup populer di kalangan anak muda- mempublikasikan tulisan mengenai MBloc Space. Dalam tulisannya, banyak lho dia membahas mengenai aset negara, BMN, tentang DJKN. Tapi kita, sebagai bagian dari objek yang dibahas, justru kurang meng-highlight hal tersebut.”

Didik pun menyayangkan bagaimana pegawai DJKN bahkan tidak sadar dengan kemunculan hasil kerja DJKN di media. Ia pun berharap Daily Assets dapat membantu meningkatkan awareness pegawai DJKN mengenai sepak terjang DJKN dilihat dari sudut pandang media.

Setiap harinya, sebelum apel pagi dilaksanakan, Didik sudah membagikan Daily Assets di grup WhatsApp KPKNL Balikpapan. Berita yang dibagikan pun bukan sembarang ambil karena telah melewati proses kurasi berlipat. “Saya selalu memperhatikan topik mana yang sedang diperhatikan oleh media massa.”

“Kemarin itu misalnya yang lagi hits media membahas Penyertaan Modal Negara. Kenapa akhirnya berita mengenai hal tersebut yang saya angkat, ya karena saya lihat tidak cuma satu media yang meliput hal tersebut. Saya lihat, karena beberapa media mengangkat hal tersebut, berarti berita ini memang menjadi hot issue dan orang-orang sudah seharusnya aware mengenai hal ini.”

Didik pun berharap Daily Assets tak hanya berakhir menjadi pendorong semangat dan sense of belonging terhadap instansi, namun juga sebagai medium untuk memonitor bagaimana orang luar memandang kita dan bagaimana kita harus meresponnya.

Menurutnya, sebagai seorang humas, kadang kita terlalu fokus pada bagaimana memperlihatkan atau menunjukkan sudut pandang kita kepada khalayak. Padahal, kita juga harus tahu tentang mendapatkan feedback terkait apa yang kita kerjakan maupun bagaimana khalayak memandang kita, juga merupakan masukan yang penting bagi keberlangsungan organisasi.

Daily Assets memang sering mengangkat berita positif mengenai DJKN, namun bukan tidak mungkin nantinya hot issue yang berkembang di media justru bernada minor. Ia berharap, paling tidak pembaca Daily Assets akan memahami bagaimana memposisikan diri saat mengedukasi orang-orang di sekitar mulai dari satker maupun kerabat yang kerap bertanya mengenai DJKN.

Di tengah pandemi COVID-19 yang terus membuat was-was, Daily Assets bagaikan oase di tengah gurun. Di tengah gempuran berita-berita yang mencengangkan, paling tidak ada satu-dua berita yang membahas dan mengapresiasi apa yang sudah kita lakukan. Sebuah usaha kecil tersebut ternyata berdampak besar bagi kepercayaan diri, semangat bekerja dan rasa turut memiliki terhadap instansi.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel