Kanwil DJKN Banten
BERITA UTAMA
Semenjak 1 mei 2017, Kepala Kanwil DJKN Banten, Nur Purnomo memasuki masa purna bakti dan digantikan sementara oleh Pelaksana Tugas Kepala Kanwil DJKN Banten, Salbiah. Pada Senin, 3 Juli 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Tedy Syandria
Pengumuman
Kilas Peristiwa
Profil Kanwil DJKN Banten

Banten adalah sebuah propinsi di Pulau Jawa, yang dulunya merupakan bagian dari Propinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tanggal 4 Oktober 2000. Pusat Pemerintahannya berada di Kota Serang, dengan luas wilayah 9.160,70 km2  yang terdiri dari 4 Kota, 4 Kabupaten, 154 Kecamatan, 262 Kelurahan dan  1.273 Desa.

Provinsi Banten telah menjadi bagian dari sirkulasi perdagangan Asia dan Internasional. Keberadaan Provinsi Banten ini juga berperan penting bagi wilayah di sekitarnya. Wilayah Banten, terutama daerah Tangerang, merupakan wilayah penyangga bagi DKI Jakarta sebagai ibukota Indonesia. Karena letak yang strategis inilah Banten sering disebut sebagai “Gerbang Investasi”.

POTENSI SUMBER DAYA

Sumber daya alam yang dimiliki Banten banyak diminati oleh para investor. Sektor yang potensial meliputi sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan industri. Komoditas pertanian yang menjadi andalan daerah dan berpotensi untuk dikembangkan dalam skala besar sebagai peluang usaha yang memiliki prospek untuk investasi adalah kacang dan jagung. Komoditas perkebunan yang menjadi andalan daerah dan berpotensi untuk dikembangkan dalam skala besar sebagai peluang usaha yang memiliki prospek untuk investasi adalah kelapa, sawit, cacao, dan karet. Dari sisi pertambangan dan energi, sumber daya mineral sebagian besar telah diusahakan baik oleh swasta maupun masyarakat, seperti zeolit, bentonit, sirtu, pasir kuarsa, batu gamping, felspar, bondclay, lempung, fosfat, toseki, kalsedon, opal, kayu terkersikan, marmer, pasir laut, emas, batubara. Sedangkan untuk pengembangan sektor industri, tersedia lahan yang terdapat pada kawasan industri yang tersebar di Kabupaten Tanggerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Pengembangan kawasan wisata yang menjadi  daya tarik juga dilakukan, antara lain di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Anyer, Mercusuar kawasan Anyer-Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai Sawarna, Pantai Tanjung Lesung, Pulau Dua/Pulau Burung, Pulau Umang, Gunung Krakatau, dan Rawadano. Pemandangan yang ditawarkan di berbagai tempat wisata tersebut memiliki daya tarik tersendiri, sehingga dijadikan sebagai ikon wisata di Provinsi Banten. Kawasan Tanjung Lesung ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus berdasarkan PP Nomor 26 Tahun 2012. KEK Tanjung Lesung memiliki luas 1.500 Ha yang terletak di wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. KEK Tanjung Lesung ini memiliki 1 zona, yaitu zona pariwisata.

RAGAM BUDAYA

Selain pariwisata marina/pantai, terdapat pula wisata budaya dan adat yang menarik dan memiliki ciri khas tersendiri di Provinsi Banten. Banyak ragam yang dimilikinya, mulai dari seni bela diri pencak silat, debus, tari cokek dan lain-lain. Masyarakat Banten masih memegang teguh adat tradisi antara lain masyarakt Baduy yang tinggal di desa Kanekes, Kab. Lebak. Di samping itu, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah yang cukup dikenal sebagai daerah religious Islami. Hal ini juga didukung dengan visi Provinsi Banten di mana iman dan taqwa dijadikan sebagai landasan pembangunan. Sejumlah tokoh masyarakat menggagas dan meresmikan pembangunan Masjid Terapung Banten. Masjid Terapung Banten ini direncanakan dibangun di kawasan pantai, dan akan dijadikan sebagai ikon Banten religious. Dengan pembangunan masjid ini diharapkan pariwisata Anyer selain dikenal sebagai wisata bahari, namun juga akan dikenal sebagai wisata religi.

Kanwil DJKN Banten diresmikan pada tahun 2007 sebagai salah satu dari kantor vertikal DJKN yang semula bernama Kanwil VI DJKN Serang. Tahun 2010 berganti nama menjadi Kanwil DJKN Banten dan menempati gedung baru yang berada di Jl. Diponegoro No. 9 -11 Serang – Banten. Kanwil DJKN Banten menempati gedung yang berada di atas tanah seluas 3.135 m2 senilai Rp.7.646.375.000,00 dan gedung senilai Rp.25.463.360.320,00.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.01/2008 tanggal 11 Juli 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kanwil DJKN Banten sebagaimana Kanwil DJKN lainnya mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, pengendalian, evaluasi dan pelaksanaan tugas di bidang kekayaan negara, piutang negara, dan lelang.

Saat ini Kanwil DJKN Banten dijabat oleh Nur Purnomo, dengan dibantu oleh Kepala Bagian Umum, Kusumawardhani; Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Burhanuddin; Kepala Bidang Penilaian, Suwirman; Kepala Bidang Piutang Negara, Kusmartono; Kepala Bidang Lelang, Maya Sartika, serta Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum dan Informasi, Salbiah.
Secara keseluruhan, SDM di Kanwil DJKN Banten sebanyak 49 pegawai.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan stakeholder, Kanwil DJKN Banten didukung oleh 3 (tuga) Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dengan alamat dan wilayah kerja sebagai berikut :

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kanwil DJKN Banten senantiasa memegang teguh nilai – nilai Kementerian Keuangan. Di samping itu, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder, Kanwil DJKN Banten melayani dengan menjalankan mottonya yaitu :

S I L A T
Selalu Ikhlas meLayani sesuai Aturan dan Tuntas


Wilayah Kerja
Peta Lokasi Kanwil DJKN Banten
Alamat Kantor
Jl. Diponegoro No. 9 - 11 Serang - 42112
(0254) 210103
(0254) 210112
hi.kanwil6.djkn@gmail.com