Kinerja Aset Negara Banten Triwulan I 2026 Tetap Terjaga, Lelang Jadi Penopang
Heri Asya
Rabu, 29 April 2026 |
47 kali
Serang, 29 April 2026- Pengelolaan kekayaan negara di Provinsi Banten hingga
Maret 2026 tetap menunjukkan kinerja yang terjaga di tengah dinamika ekonomi. Saat Konferensi Press APBN Regional Banten yang digelar Kemenkeu Satu
Banten secara daring melalui MS Teams (29/4/2026) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara (DJKN) Banten, Kusuma Santi Wahyuningsih, melaporkan realisasi
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp19,94 miliar atau 21,33% target tahunan.
Capaian tersebut mengalami kontraksi 3,67%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, sektor lelang
masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp12,71 miliar.
Kinerja lelang hingga Maret 2026 mencatat
realisasi PNBP sebesar Rp12,71 miliar atau 302% target kumulatif, dengan
nilai pokok lelang mencapai Rp368,05 miliar. Lelang eksekusi dan pemanfaatan e-auction
mendominasi pelaksanaan lelang di wilayah Banten.
Sementara itu, pengelolaan piutang negara
mencatat realisasi PNBP sebesar Rp68,54 juta, serta penurunan saldo piutang
sebesar Rp988 juta. Di sisi lain, PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara
(BMN) mencapai Rp7,17 miliar atau melampaui target hingga Maret 2026.
Secara keseluruhan, nilai BMN di Provinsi
Banten mencapai Rp122,78 triliun, yang berperan penting dalam mendukung layanan
publik dan pembangunan nasional. Optimalisasi aset juga tercermin dari underlying
asset sebesar Rp31,7 triliun yang didominasi oleh aset tanah.
Dalam aspek penilaian, hingga Maret 2026 telah
diterbitkan 78 laporan penilaian yang didominasi objek properti strategis,
mencerminkan pengelolaan aset yang semakin akuntabel dan transparan.
Kanwil DJKN Banten terus berkomitmen menjaga
kinerja pengelolaan kekayaan negara melalui optimalisasi aset, penguatan
sinergi, serta pemanfaatan teknologi untuk memberikan manfaat yang lebih luas
bagi masyarakat.
Foto Terkait Berita