Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
The Power of Visual
Wahyuni Eka Wulandari
Selasa, 07 Desember 2021   |   4091 kali

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk visual. Manusia memproses data visual lebih baik daripada bentuk data lainnya. Otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks, dan 90% informasi yang dikirimkan ke otak adalah berbentuk visual.

 

Tak bisa dipungkiri, tampilan visual jauh lebih baik daripada teks dalam menyederhanakan materi yang kompleks. Begitu pula penerapannya dalam media sosial sebagai platform yang digunakan dalam menyampaikan informasi.

 

Berbicara tentang visualisasi, maka kita harus memahami keterkaitan antara visualisasi informasi dengan aspek desain grafis. Secara definisi, desain grafis merupakan suatu proses komunikasi dengan menggunakan elemen visual, seperti tipografi, fotografi, serta ilustrasi yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Keterkaitan antara visualisasi informasi dengan desain grafis dalam penerapannya pada media sosial, merujuk pada bagaimana suatu informasi yang divisualisasikan ini menjadi suatu perantara komunikasi dalam menyampaikan persepsi atas pesan yang ingin disampaikan.

 

Dalam desain grafis sebagai aspek cakupan dalam visualisasi informasi, terdapat 3 prinsip dasar yang menjadi acuan, yaitu :

a.   Attract attention

Bahwa suatu desain grafis harus menarik perhatian audience yang dituju. Dalam media sosial, maka harus diperhatikan bagaimana konten yang dipublikasikan dapat menarik perhatian pengguna sosial media untuk mengamati konten dan menyerap informasi yang disampaikan dalam konten.

b.   Please the eye

Agar informasi dapat tersampaikan dengan baik, maka suatu desain grafis harus menyenangkan mata atau visual. Apa jadinya jika konten yang dipublikasikan tidak menyenangkan mata atau visual para pengguna sosial media? Tentunya konten tersebut tidak akan dilirik atau diamati hingga lebih mendalam, sehingga informasi yang disampaikan dalam konten akan terbuang sia-sia dan hanya dianggap ‘angin lalu’ oleh pengguna sosial media.

c.   Convey the message

Mengutip ucapan Steve Jobs, the design is not just what it looks like and feels like. The design is about how it works. Tak jarang, visualisasi konten dalam media sosial sudah dibuat dengan sangat baik untuk menarik perhatian (attract attention) dan menyenangkan mata (please the eye), namun tidak dapat menyampaikan informasi atau pesan yang menjadi tujuan utama kepada pengguna sosial media. Karena desain grafis dalam media sosial memiliki fokus utama dalam mengkomunikasikan suatu informasi, maka pembuat konten (content creator) juga harus berfokus pada bagaimana suatu konten media sosial dibuat dengan menarik dan dapat menyampaikan informasi atau pesan utama secara efektif.

 

Dengan meningkatnya intensitas publik dalam mengamati perkembangan informasi melalui media sosial, jika diterapkan dengan prinsip-prinsip desain grafis yang tepat, maka media sosial akan menjadi media yang ampuh untuk menyampaikan informasi maupun pesan tertentu dan menggerakkan publik untuk menyerap serta memahami informasi yang diberikan. Dan dengan luasnya ide dalam pengemasan visualisasi, media sosial juga akan mendorong suatu para creator untuk tetap inovatif dan relevan melalui kedekatan sehari – hari.

 

Penulis : Wahyuni Eka W, KPKNL Balikpapan

 

(Diolah dari berbagai sumber)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini