Palu – (9/3) Deru sepeda motor membelah gagah jalanan kota Palu. Rombongan darah muda KPKNL Palu bergerak maju ke sebuah tempat yang menjadi saksi terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT) di wilayah Sulawesi Tengah. Bukit Matantimali namanya.
Mata kita dimanjakan dengan pemandangan yang eksotis termasuk pemandangan Kota Palu dari atas. Bukit tersebut menjadi salah satu spot olah raga paralayang paling diminati di Sulawesi Tengah.
Terletak di Kabupaten Sigi atau sebelah Barat dari Kota Palu, alam Bukit Matantimali akan memberikan sensasi tersendiri bagi para penikmat wisata alam. Jarak tempuh menuju Bukit Matantimali kurang lebih satu jam berkendara dengan menggunakan sepeda motor atau sekitar 40 km dari pusat Kota Palu. Kondisi jalan menuju Bukit Matantimali bagus. Jalan yang sudah diaspal dan dibeton menjadikan akses menuju bukit Matantimali menjadi lebih mudah dan nikmat.
Nama Bukit Matantimali memang terasa asing. Padahal Bukit Matantimali menyimpan potensi alam yang luar biasa. Alamnya masih asli, sepanjang perjalanan banyak dijumpai mata air yang jernih sebagai pelepas dahaga para musafir.
Di Bukit Matantimali terdapat beberapa desa tradisional. Tanah yang subur dan dan terjaga membawa nilai ekonomis tersendiri bagi penduduk sekitar. Penduduk yang berdiam di sana menggantungkan pada hasil alam dan kebun. Tak heran jika kita menjumpai penduduk menjual hasil alam dan kebun mereka di sepanjang jalan.
Dipilihnya Bukit Matantimali menjadi salah satu spot Gerhana Matahari Total menjadikan promosi wisata alam. Dengan adanya acara tersebut banyak wisatawan baik domestik maupun luar negeri yang berkunjung ke sana.
Semoga ke depan makin banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Bukit Matantimali. Mari cintai aset kita, mari cintai pariwisata Indonesia.
(Berita/foto:Mahendra/Oky/KPKNL Palu)@wD