Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Pertemuan Dharma Wanita Kanwil DJKN Kalselteng “Kehangatan Sop Banjar Di Tepi Sungai Martapura”
N/a
Kamis, 03 Maret 2016 pukul 11:31:09   |   858 kali

Banjarmasin – Aula Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin di Jalan Pramuka No.07, Banjarmasin dipenuhi oleh para pegawai perempuan dan istri para pegawai dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJKN Kalselteng), Selasa, (23/02). Mereka berkumpul untuk menghadiri pertemuan pertama Dharma Wanita (DW) Kanwil DJKN Kalselteng di tahun 2016. Dalam sambutan singkatnya, Asnarita, istri Kepala KPKNL Banjarmasin selaku tuan rumah menyampaikan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu DW dan pegawai DJKN yang ada di Kalimantan Selatan. “Semoga kita bisa saling mengenal satu sama lain untuk memperkuat tali silaturahmi” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DW Kanwil DJKN Kalselteng yang juga merupakan istri Kepala Kanwil DJKN Kalselteng, Desi Nugraheni, berharap pertemuan ini bukan menjadi yang terakhir melainkan dapat dilaksanakan kembali di waktu-waktu berikutnya supaya silaturahmi para anggota DW Kanwil DJKN Kalselteng dapat terus terjalin. “Dharma Wanita memang bukan lagi kewajiban untuk dilaksanakan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat dilaksanakan menjadi sebuah kegiatan rutin untuk mendukung suami kita dalam menjalankan tugas mengabdi kepada Negara” ungkapnya.

Untuk menambah wawasan anggota DW yang hadir, acara tersebut diisi dengan Sharing Knowledge tentang pencegahan dan deteksi dini Kanker Serviks yang disampaikan oleh istri Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Banjarmasin, Maria Yohana. Maria mengatakan kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Maria menjelaskan pula bahwa kanker leher rahim stadium awal pada umumnya tidak menunjukkan gejala apapun sehingga sulit dideteksi. Di Indonesia, 76,6% pasien yang terdeteksi kanker leher rahim ternyata sudah memasuki stadium lanjut (IIIB ke atas). Agar dapat terdeteksi lebih awal, Maria menyarankan agar wanita melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim yaitu dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Usai sharing knowledge tersebut, para peserta kemudian saling beramah tamah di pinggir Sungai Martapura sambil menikmati makanan khas Banjar, Soto/sop Banjar, dan diiringi alunan musik panting Banjar. (teks: Deni Atif Hidayat/ Foto: Nanang Ansari)@Dn

Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi