Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
My Trip My Adventure: Tanjung Puting Nasional Park
N/a
Kamis, 14 Januari 2016 pukul 10:34:37   |   998 kali

Pangkalan Bun - Sabtu, 9 Januari 2016, KPKNL Pangkalan Bun kembali melakukan perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting. Taman Nasional Tanjung Puting ini merupakan pusat rehabilitasi orangutan pertama di Indonesia. Di taman nasional ini terdapat tiga buah lokasi rehabilitasi orangutan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.

Rombongan KPKNL Pangkalan Bun berangkat dari pelabuhan Kumai sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan perahu kelotok yang dapat memuat sekitar 20-25 orang. Perahu kelotok yang kami sewa sangat nyaman, karena bersih dan pemiliknya pun sangat ramah. Biaya yang diperlukan untuk menyewa perahu kelotok dan guide sekaligus kurang lebih sebesar 3 juta rupiah (perahu 2,5 juta dan guide 500 ribu untuk satu hari perjalanan). Tiket masuk perahu kelotok sebesar 100 ribu rupiah dan tiket masuk per orang sebesar 5 ribu rupiah untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan asing sebesar 150 ribu rupiah.

Tujuan akhir kami adalah Camp Leakey, karena di sana kita dapat melihat orangutan pada saat menikmati makanan yang diberikan oleh para ranger –sebutan untuk petugas Taman Nasional Tanjung Puting yang bertugas memberi makan orangutan pada saat feeding. Perjalanan dari Kumai ke Camp Leakey ditempuh selama kurang lebih 5 jam melalui Sungai Sekonyer dengan pemandangan alam berupa hutan rawa air tawar dan hutan tropis dataran rendah di sepanjang jalur sungai tersebut. Jika beruntung, kita dapat melihat orangutan dan bekantan di atas pohon di tepian Sungai Sekonyer, seperti yang kami alami kemarin.

Sekitar 1 jam perjalanan dari Kumai, kita akan sampai di Tanjung Harapan. Di tempat ini, kita bisa membeli benih pohon dan di tanam di sana sebagai kenang-kenangan. Namun sayang, pada saat kami mampir di Tanjung Harapan, menurut petugas di sana,  mereka sedang kehabisan benih.

Mendekati Camp Leakey, semakin banyak kami bertemu dengan rombongan lain yang juga menggunakan perahu kelotok. Sekitar pukul 12.00 kami tiba di dermaga Camp Leakey. Sambil menunggu waktu feeding orangutan, sebagian dari kami melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu diatas perahu kelotok.

Waktu feeding orangutan adalah sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 13.00, kami memasuki kawasan Camp Leakey dengan berjalan menyusuri jalan setapak yang terbuat dari kayu ulin (kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat). Penyangga jalan setapak itu pun terbuat dari kayu ulin yang sangat kokoh. Di bawah jalan setapak dapat terlihat air yang jernih dan berwarna merah kecoklatan karena akar-akar pohon disekitarnya. Pada pintu masuk dermaga Camp Leakey, terdapat peringatan agar kita tidak membawa makanan dan minuman kedalam kawasan tersebut, dan disarankan agar kita tidak membawa tas yang terlalu besar. Karena akan menarik perhatian orangutan di sekitar kawasan tersebut.

Di kawasan Camp Leakey juga terdapat Information Center mengenai orangutan yang ada di kawasan tersebut. Mulai dari sejarah dibentuknya kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan silsilah keluarga orangutan yang ada disana. Area feeding berjarak sekitar 1 kilometer dari Information Center dan ditempuh dengan berjalan kaki. Di area tersebut, kita pun dapat melihat satwa-satwa liar lainnya berkeliaran di sekitar kita, seperti babi hutan dan burung-burung langka yang dilindungi.

Setelah waktu feeding berakhir, kami kembali ke perahu kelotok dan bersiap-siap untuk kembali ke Kumai. Kami sengaja meminta kepada guide agar dapat memperlambat perjalanan pulang agar kami dapat melihat kunang-kunang di tepian Sungai Sekonyer pada malam hari. Kunang-kunang tersebut berjumlah sangat banyak menempel di pohon-pohon sehingga terlihat sangat indah seperti kerlip lampu pada pohon natal.

Perjalanan pun berakhir ketika kami sampai di Kumai pada pukul 19.00 WIB. One day trip yang sangat menyenangkan dan membuat kami merasa dekat dengan alam, serta menyadari betapa pentingnya menjaga dan melestarikan alam di sekitar kita. (Penulis/Fotografer: Noverva P/I Gd Putu Arya)

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi