Bandar Lampung - “Mana suaranya “ teriak instruktur… langsung dijawab … Uuuu serentak oleh peserta, Keringat yang bercucuran, muka memerah karena pompaaan jantung yang meningkat menambah semangat ekstra. Seakan peserta punya tenaga lain karena tahu senam pagi tanggal 12 Juni 2015 senam terakhir menjelang bulan Ramadhan 1436 H.
Di instrukturi oleh Nunik Tingting dari Sanggar Senam Manis Bandar Lampung diikuti hampir seluruh pegawai Kanwil DJKN lampung dan Bengkulu di halaman parkiran Kantor. Musik yang menghentak keras kadang mengalun mendayu, disertai tawa dan canda mewarnai senam pagi serta keluarnya keringat dan Ion-ion tubuh selanjutnya menyegerakan peserta menyantap nasi uduk dengan lauk telor, mie putih, sambel dan kerupuk yang terasa maknyus, inilah kebersamaan rutin dilakukan setiap Jumat pagi, senam dan makan pagi bersama.
Jumat ini setelah suasana ceria di pagi hari , Siang nya sekitar Jam 14.15 WIB diisi siraman rohani di yang dibawakan oleh Ustad M Ilyas. Tema yang dibawakan M Ilyas mengenai persiapan menjelang puasa di Bulan Ramadhan, salah satunya kali ini mengenai hadis nabi yang berbunyi yang artinya :
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”
Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’,
kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’.
Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.
Sebagai umat Islam harus dapat memanfaatkan sebaik baiknya momen Bulan Ramadhan ini agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT sesuai dengan Doa Malaikat Jibril yang diamini oleh Nabi Muhammad, selain itu Ramadhan juga merupakan Bulan latihan dan bulan pelajaran bagi seluruh umat Islam karena di Bulan Ramadhan melatih kejujuran, melatih kesabaran kita, melatih daya tahan, meyelesaikan pekerjaan tuntas (puasa sebulan penuh hari tidak terputus kecuali ada halangan Sar’i) melatih rasa simpati dan empati terhadap orang miskin dan kesusahan yang jika dikaitkan dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan (Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan) maka tidak dapat dipisahkan dan bahkan akan meningkatkan nilai Kementerian itu sendiri di dalam pribadi-pribadi pegawai Kementerian keuangan yang pada akhirnya meningkatkan etos kerja pegawai Kementerian Keuangan.
Setelah Sholat Ashar pukul 16.30 WIB acara masih dilanjutkan lagi dengan Presentasi PMK Nomor 43 tahun 2014 tentang Pengelolaan Aset Bank Dalam Likuidasi Oleh Menteri Keuangan yang disampaikan Oleh Waluyo Kepala Seksi PN 1 Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu , Dalam paparannya, Waluyo meyampaikan latar belakang diterbitkannya PMK Nomor 43 tahun 2014 adalah dana talangan terkait likuidasi 16 BDL tahun 1997 bersumber dari Pemerintah. Rekomendasi BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tanggal 06 Pebruari 2006 menyebutkan pengambilalihan sisa aset yang masih tersisa di BDL untuk menyelesaikan kewajiban dalam rangka meminimalkan kerugian negara, pengelolaan aset eks BDL telah dilakukan sejak tahun 2007 oleh DJKN cq. Direktorat PKNSI dengan tujuan akhir merealisasikan seluruh aset BDL yang diterima oleh Tim Likuidasi BDL.
Tiga acara yang dilalui pegawai Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu pada hari Jumat (12/6) dari pagi sampai sore juga menambah tiga sisi kebutuhan pegawai; yang pertama terciptanya pegawai dengan fisik yang sehat dengan berolahraga, dengan mendengarkan ceramah agama menambah khazanah ilmu agama sebagai pondasi mental dan terakhir penambahan pengetahuan di bidang pekerjaan dengan kegiatan sharing knowledge. (Penulis/foto:Dwi Endriyanto/Sudirman)