Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Setiap Pemimpin di Kemenkeu Harus Menjadi Uswatun Hasanah
N/a
Selasa, 26 Mei 2015 pukul 12:47:53   |   1044 kali

Jakarta – Keberhasilan Rasulullah dalam melakukan transformasi peradaban karena Beliau berhasil menjadi uswatun hasanah/role model termasuk para sahabatnya. Oleh karena itu, untuk mempercepat transformasi kelembagaan, seluruh pemimpin di Kementerian Keuangan harus mampu menjadi role model terutama terkait dengan integritas, profesionalisme dan kerja keras. Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo saat memberikan sambutan pada acara Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1436 H, Senin (25/5) di Auditorium Dhanapala. “Rasulullah selalu mengajajarkan nilai-nilai moral yang tinggi tetapi aplicable, sehingga tidak ada alasan utk tidak meneledaninya,” tandasnya.

Kementerian Keuangan mendapat amanah yang besar untuk memajukan bangsa Indonesia. Rasulullah mencontohkan bahwa menjaga amanah adalah tidak mudah karena akan selalu berhadapan dengan rintangan dan godaan, internal dan eksternal. Untuk mengatasinya, setiap pribadi harus mampu mewujudkan diri dengan integritas yang tinggi. Hal itu dapat diawali dengan niat yang baik yaitu niat bekerja untuk bangsa dan negara sebagai bagian dari tanggung jawab kepada Allah. Di samping itu, harus dimunculkan kesadaran bahwa tanggung jawab atas kerjaan yang telah dilakukan bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui.

Imam Besar Majid Istiqlal Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA sebagai narasumber dalam acara ini mengatakan, ada 3 aspek dalam proses isra’ mi’raj. Aqidah menjadi aspek pertama. Ketika Rasulullah cerita ke orang arab mengenai isra’ mi’raj, tidak ada yang percaya. Namun ketika Rasulullah bercerita kepada Abu Bakar as siddiq, dia menjawab: “Apabila yang mengatakan Muhammad, itu betul”. Ini aspek aqidah, hanya orang beriman yang percaya. “Dalam hal ibadah kita harus mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya, kita tidak boleh berinovasi sendiri dalam ibadah,” ujarnya. Sedangkan dalam hal muamalah, berlaku hukum apapun boleh sepanjang tidak ada yang dalil yang mengharamkan.

Perbedaan budaya dan adat istiadat manusia di dunia ini menyebabkan perbedaan pandangan mengenai sikap dan perilaku. Sikap buruk di Indonesia belum tentu dipandang buruk juga oleh manusia di Belanda. Perbedaan inilah yang oleh Islam diberikan solusi. Jika suatu perbuatan sesuai dengan ajaran Islam maka perbuatan tersebut menjadi baik, begitu pula sebaliknya. ” Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari “Sesungguhnya Aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh,” tutur Imam Besar Masjid Istiqlal.

Terkait dengan Transformasi Kelembagaan yang dicanangkan oleh Kementerian Keuangan, Ia menjelaskan gambaran di atas menjadi pedoman. Jangan sampai kita berpatokan suatu prinsip/sistem di negara lain yang di sana dipandang baik dan cocok tanpa menganalisa jika digunakan di Indonesia dan apakah sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam acara yang mengambil tema "Dengan Semangat Isra' Mi'raj Kita Sukseskan Transformasi Kelembagaan di Lingkungan Kementerian Keuangan", Wakil Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto berkesempatan menyantuni anak yatim yang menjadi mitra dari Badan Zakat Kementerian Keuangan.

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi