Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Tambora Menyapa Dunia
N/a
Senin, 20 April 2015 pukul 10:32:01   |   1099 kali

Salah satu kejadian luar biasa yang pernah terjadi di Indonesia adalah peristiwa meletusnya Gunung Tambora pada tahun 1815. Bencana ini tercatat sebagai bencana yang mampu mempengaruhi perubahan iklim di dunia. Banyak juga yang menyebutnya sebagai “Kiamat Kecil” lantaran pada tahun tersebut Gunung Tambora meletus hebat.

Pada awalnya Gunung Tambora memiliki tinggi 4.882 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi puncak tertinggi kedua di Indonesia setelah Jaya Wijaya. Namun letusan yang luar biasa besar melenyapkan hampir separuh tubuhnya dan ketinggiannya tersisa hanya 2.851 mdpl dan itu menjadi letusan terbesar sejak letusan Danau Taupo pada 181. Letusan Gunung Tambora empat kali lipat lebih dahsyat dari letusan Gunung Krakatau tahun 1983.

Salah satu jejak letusan gunung ini adalah terciptanya kaldera abadi seluas 7 km, sementara jarak antara puncak dengan dasar kawahnya sedalam 800 meter. Dampak yang terjadi dari letusan tambora ini adalah hilangnya 3 kerajaan di Pulau Sumbawa dan tertutupnya lapisan stratosfer oleh abu vulkanik sehingga terjadi kegelapan selama dua hari. Ledakan itu juga  menyobek lapisan tipis ozon, menetap di lapisan troposfer selama beberapa tahun kemudian turun melalui angin dan hujan ke Bumi. Satu tahun berikutnya (1816), terjadi tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis cuaca Amerika Utara dan Eropa yang disebabkan oleh debu letusan Tambora ini. Selain itu, terjadi gagal panen di China, Eropa dan Irlandia bahkan terjadi tragedi kelaparan di Perancis yang menyulut kerusuhan di negeri itu.

Sejarah juga mencatat bahwa efek letusan ini menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai “the year without summer.” Fenomena inilah yang disebut-sebut sebagai faktor penyebab kalahnya Napoleon Bonaparte dalam perang waterloo.
Guna mengenang peristiwa letusan Gunung Tambora tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan peringatan atas dua abad meletusnya Gunung Tambora dengan tema “Tambora Menyapa Dunia”.

Sebagai kantor vertikal DJKN di Pulau Sumbawa maka sudah menjadi kewajiban KPKNL Bima untuk memberikan kontribusi nyata pada daerah setempat. Hal ini terlihat dengan terkirimnya satu tim pendaki pada puncak acara yang dihadiri oleh Joko Widodo, Presiden RI.

Tim Pendaki tersebut dilepas oleh Rifaid, Plh. Kepala KPKNL Bima pada hari Jumat (10/04) pukul 17:40 Wita. Rifaid berpesan agar tim senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal dan tidak meremehkan alam.  Dengan berbekal semangat dan motivasi yang tinggi akhirnya tim memulai perjalanan menuju pusat acara atau pos I Doro Ncanga. selama di Pos I tim mendirikan tenda untuk mempersiapkan diri mengikuti acara keesokan harinya.

Pendakian dimulai setelah acara seremonial selesai dan resmi di buka oleh presiden. perjalanan dari Pos I Jalur Doro Ncanga menuju Pos III dapat ditempuh selama kurang lebih 3 jam meggunakan kendaraan roda empat. Tiba di Pos III merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat dan membangun tenda, karena keesokan harinya pendakian menuju Puncak akan dilakukan. Perjalanan menuju Puncak Tambora ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 3 jam. Tentu saja ini akan menjadi pendakian yang menyenangkan karena jalur pendakiannya tidak begitu sulit. (Penulis : Yadi Tri/Jundi W)

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi