Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Peran Ibu dalam Era Digital
N/a
Senin, 23 Februari 2015 pukul 09:31:16   |   1041 kali

Jakarta – Kenapa gadget menjadi penting? Kita hidup di tahun 2015, di era pioneer. Dimana  anak atau cucu-cucu kita adalah mahluk digital karena hidup di era digital. Demikian disampaikan oleh Ratih Ibrahim dalam acara pertemuan rutin Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DWP DJKN), Selasa (17/04), di Aula Lantai 5 Gedung Syafrudin Prawiranegara II.

Acara dihadiri oleh Ketua DWP DJKN beserta seluruh pengurus dan anggota DWP DJKN, Kepala Kantor Wilayah DJKN DKI Jakarta, serta karyawati kantor pusat DJKN dan karyawati dilingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta, diawali dengan pembacaan doa.

Ketua DWP DJKN Ibu Wida Hadiyanto dalam sambutannya menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Dharma Wanita Pusat yang diadakan pada 10-11 Desember 2014, bahwa setiap lima tahun sekali diadakan pemilihan Ketua Umum. Kemudian masing-masing Kementerian mengadakan pemilihan Ketua Dharma Wanita. Dan sebagai tindak lanjutnya Kementerian Keuangan mengadakan Rapat Anggota DWP pada 12 Februari 2015 di Pendopo Kanwil DJKN DKI Jakarta, yang salah satu agendanya adalah pemilihan Ketua DWP Kementerian Keuangan, dan yang terpilih menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan untuk periode 2014-2019 adalah Ibu Wida Hadiyanto.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan laporan kegiatan DWP DJKN yang disampaikan oleh sekretaris DWP DJKN Ibu Fitri Encep Sudarwan. Dalam laporannya Ibu Fitri juga menyampaikan susunan keaggotaan DWP DJKN tahun 2015.

Pada acara yang berlangsung dalam suasana keakraban ini diisi dengan penyuluhan psikologi oleh Ratih Ibrahim dengan tema “Menanggulangi dan Mencegah Ketergantungan Anak dan Remaja terhadap Gadget”.

“Ketika anak dijauhkan sama sekali dari teknologi canggih, maka anak kita nanti akan tumbuh menjadi anak-anak yang “cupu” maka akan menjadi bahaya. Akan tetapi jika anak tidak dibantu untuk bisa menjadi “tuan” atas gadget-nya karena tidak paham penggunaannya, dan itu sebetulnya kita lakukan secara sadar maupun tidak sadar apalagi secara sadar, itu merupakan kesalahan kita sebagai orang tua”, jelas Ratih.

Indonesia butuh sumber daya manusia yang resourceful. Oleh karena itulah, yang akan menjadi the future leader Indonesia adalah anak-anak kita. Dan anak kita hanya menjadi bisa untuk mengambil posisi menjadi pemimpin apabila kita sebagai orangtua khususnya ibu dapat mendidiknya dengan benar. Jadi ibu itu bukan hanya sebuah symbol/status melainkan ibu itu “CEO......”. Ibu itu nalurinya adalah merawat. Langkah maju negara kita terletak di tangan para ibu. Sesibuk apapun seorang wanita bekerja pada zaman sekarang, untuk urusan anak adalah ibu yang tetap mengurusnya. Anak kita dididik untuk bisa menjadi SDM yang berkompeten, dapat diandalkan dan bersikap nasionalis.

Lebih lanjut Ratih mengatakan bahwa setiap orang ingin sukses sampai umur berapa pun. Jika ada orang yang mengatakan tidak ingin sukses, bisa jadi orang tersebut berkata bohong atau mengalami depresi. Jika anak kita ingin sukses, itu menandakan bahwa ia seorang yang siap. Pada saat ia belajar untuk siap, ia diajar untuk berproses. Pada saat ia berproses, ibu lah yang menemaninya dan gadget bisa menjadi kendala. “Kita mungkin tidak bisa yakin masa depan untuk anak-anak kita, akan tetapi kita setidaknya dapat mendidik anak kita untuk meraih masa depannya”, pungkas Ratih. (f3/fit,del/Humas-DJKN)

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi