Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Mainkan Peran, Jangan Hanya Berorientasi pada Hasil, dan Utamakan Proses
N/a
Selasa, 11 November 2014 pukul 10:26:50   |   1028 kali

Sidoarjo – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur menyelenggarakan beberapa pertandingan cabang olah raga guna memperingati dan menyemarakkan sewindu DJKN pada 25-26 Oktober 2014. Beberapa cabang pertandingan yang dilombakan antara lain, bola voly, bulu tangkis, catur, futsal dan tenis meja.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo menghadapi permasalahan klasik yaitu terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Jumlah seluruh pegawai KPKNL Sidoarjo termasuk kepala kantor adalah 30 orang, dengan komposisi 17 pegawai putra dan 13 pegawai putri. Dari 17 pegawai putra tersebut masih harus dikurangi dengan beberapa pegawai yang tidak aktif/gemar berolahraga.  Permasalahan menjadi semakin rumit karena pegawai putra yang ada lahir dari 3 generasi yang berbeda, generasi yang berusia 50-an, 40-an, 30-an. Masing masing generasi lahir dari era yang berbeda-beda dan memiliki budaya yang berbeda serta memiliki kebiasaan yang berbeda pula. Gap di antara pegawai harus dijembatani sehingga semua pegawai menjadi satu kesatuan yang utuh, bergerak dan bekerja bersama atas nama sebuah etintas utuh. Tidak mudah memang, tetapi selama ada kemauan maka akan ada jalan keluar dan yakinlah akan ada kemajuan.

Dengan beban permasalahan tersebut di atas, Kepala KPKNL Sidoarjo Muriyanto mempunyai kiat khusus untuk mengelola permasalahan yang ada, mengelola ketidakpastian yang ada di depan mata, mengelola bagaimana tidak sampai 15 orang harus bertarung dalam 5 cabang olahraga selama dua hari berturut turut. “Hanya mengandalkan kekuatan fisik saja tidak akan efektif, akan jauh dari pencapaian sebuah harapan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mengatakan di sini membutuhkan adu strategi, keikhlasan, komitmen dan integritas yang tinggi dan semuanya dibungkus dalam sportifitas dan kebersamaan.

Muriyanto justru melihat inilah salah satu momentum tepat untuk meningkatkan kepercayaan diri pegawai, mengungkit value added kantor sehingga akan menghasilkan pegawai pegawai yang mampu meningkatnya kinerja kantor. Oleh karena itu, setiap pegawai KPKNL Sidoarjo harus memiliki modal yang sama dan berangkat dari terminal yang sama, yaitu visi yang sama.

“Don’t be passenger,” pesan Muriyanto yang terasa mendalam pada saat brifing, sebelum pemberangkatan kontingen KPKNL Sidoarjo ke arena pertandingan. “Dalam bekerja maupun dalam kehidupan sehari hari, jangan hanya menjadi penumpang, karena sebagai penumpang kita hanya terdiam, kita miskin inovasi, kita tidak tahu tujuan kita kemana, kita tidak mampu mengelola resiko di depan kita dan  kita tidak akan siap bertarung menghadapi tantangan” ujar Muriyanto berapi-api dalam membakar semangat pegawai KPKNL Sidoarjo.

Kehidupan sehari hari, lanjutnya, menuntut seluruh pegawai menjadi individu yang cekatan, gesit, berinisitif dan kreatif. Jika menemukan jalan buntu, segera lakukan langkah koordinasi yang nyata, sehingga menemukan jalan keluar yang smooth, jangan hanya berdiam diri, menunggu apalagi hanya menonton saja. “Diri kita adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan. Jangan takut melakukan kesalahan, karena jika kita tidak pernah berbuat kesalahan maka itu sama artinya dengan kita tidak pernah berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Ia berharap agar setiap pegawai KPKNL Sidoarjo memainkan perannya dan tidak hanya berorientasi pada hasil, tapi utamakan proses dan pastikan semuaya telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Untuk itu mulai saat ini, pegawai KPKNL Sidoarjo adalah satu kesatuan, tidak ada si A maka seluruhnya bukan siapa siapa, jika peran si B berkurang maka langkah menuju tujuan akan terasa berat.

Kontingen KPKNL Sidoarjo berangkat ke arena pertandingan bukan sekedar sebagai peserta pelengkap. Semua berkomitmen untuk hadir dalam setiap pertandingan yang ada, setiap suporter diharapkan selalu ada di pinggir lapangan, menyalurkan semangat tanpa batas kepada para pemain di lapangan, setiap teriakan suporter adalah seribu sambungan nafas bagi para pemain.

Dada bergemuruh, semangat menyala nyala, capek ini menyelimuti seluruh raga, tapi seluruh kontingen bahagia karena selalu bersama. “Tidak ada kata kalah kalau kita mau berusaha. Tidak ada kata menyesal kalau kita sudah memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Hampir dalam setiap pertandingan dipimpin langsung oleh Muriyanto sehingga KPKNL Sidoarjo lebih percaya diri dan berhasil mendapatkan piala terbanyak. KPKNL Sidoarjo berhasil mengangkat trofi dalam setiap cabang olah raga, kecuali bulu tangkis. Momentum ini akan menjadi kebangkitan bersama. Kalau dalam kondisi seperti ini, emas hanya persoalan waktu yang tertunda saja. Semoga. (Penulis: Hari Sutarmin/ Foto Hari S/edited/bas)

 

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi