Palangka Raya – Jumat (3/10) Wisata alam tidak selalu mendaki gunung, berjemur di pantai, atau camping di dekat danau. Menyusuri sungaipun bisa dijadikan alternatif yang membuat pikiran fresh. Agaknya kalimat tersebut sesuai dengan salah satu ikon wisata kota Palangka Raya yaitu Susur Sungai Kahayan (Kahayan River Side Cruise).
Seusai memberikan pembinaan dan sosialisasi Pengurusan Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain untuk seluruh jajaran Kantor Wilayah dan kantor Operasional DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah pada hari Kamis tanggal 2 Oktober 2014, Direktur PNKNL, Soepomo, Kasubdit PN II, Tredy Hadiansyah, Kepala KPKNL Palangka Raya, C Chrisnan Soegiherprajoko beserta jajaran pegawai KPKNL Palangka Raya melaksanakan kegiatan wisata susur sungai Kahayan. Sungai yang termasuk salah satu sungai terbesar di pulau Kalimantan dengan panjang 250 km yang membelah kota Palangka Raya menjadi dua. Tepat pukul 13.30 WIB rombongan bertolak dari dermaga Tugu Soekarno, yang terletak tidak jauh dari Jembatan Kahayan menggunakan Kapal Motor Lasang Teras Garu yang dalam bahasa dayak Ngaju memiliki arti Kapal Pembawa Pesan Kebaikan. Kapal ini merupakan perjuangan dari Gamaliel Tumon atau yang akrab disapa Gamal untuk menjadikan susur sungai menjadi ikon wisata kota Palangka Raya, khususnya di Kalteng. Kapal juga dilengkapi dengan fasilitas karaoke dan kamar VIP.
Dalam suasana yang berkabut akibat kebakaran lahan, kapal bertolak melawan arus dengan kecepatan lambat. Lama perjalanan pulang pergidiperkirakan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Selama menyusuri sungai, mata dimanjakan dengan pemandangan tepi sungai yang khas pulau Kalimantan yakni pepohonan dan tumbuhan hutan, pasir sungai dan rumah apung pemukiman penduduk asli. Perjalanan dipandu oleh seorang Guide. Guide dengan ramah menerangkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Direktur PNKLNL, Soepomo mengenai sejarah sungai Kahayan dan kegiatan masyarakat dayak khususnya yang memanfaatkan sungai untuk kehidupan sehari-hari.
Ketika perjalanan bertolak balik, kabut mulai hilang dan pemandangan sore yang indah mulai terlihat. Ramai orang di sepanjang sungai menandakan aktivitas sore masyarakat dimulai. Memberi makan ikan di keramba, kegiatan perniagaan dan ada juga yang mandi sore. Banyak juga perahu kecil yang oleh masyarakat setempat disebut kelotok melintas berlawanan arus dengan rombongan. Perahu-perahu ini membawa masyarakat kembali ke hulu setelah pagi hari mereka membawa dagangan ke kota. Begitu pula anak-anak di daerah hulu yang bersekolah di Palangka Raya yang kembali pulang.
“Bagus..., Susur Sungai Kahayan bagus...” sambutan puas Direktur PNKNL saat turun dari kapal. Keindahan alam pulau Kalimantan dalam hal ini sungainya memang memiliki potensi yang sangat besar. Semua tergantung bagaimana cara mengelola dan mempromosikannya sebagai potensi aset wisata sehingga mampu meningkatkat pendapatan daerah. Disisi lain potensi wisata susur sungai merupakan potensi Kekayaan yang bersumber dari SDA Indonesia. DJKN sebagai manager aset seyogyanya dapat melakukan penilaian SDA dalam upaya untuk mengetahui berapa potensi SDA di kota Palangka Raya.