Bekasi - Keluarga Besar KPKNL Bekasi. Kalimat yang tepat untuk menggambarkan suasana kerja di KPKNL Bekasi. Semua pegawai merasakan kesan yang mendalam selama berada dan berkarya di KPKNL Bekasi. Itulah yang menyebabkan suasana haru di acara perpisahan tujuh pegawai yang harus menjalankan tugas negara di tempat lain (4/4). Layaknya sebuah keluarga, perpisahan itu sesuatu yang berat. Akan tetapi, perpisahan untuk pengabdian kepada negara adalah perpisahan untuk tugas mulia.
Pembawa Acara, Agus Heru Pitoyo, membacakan bahwa ada tujuh pegawai yang pindah tugas dan ada delapan pegawai yang masuk ke KPKNL Bekasi. Pegawai yang pindah tugas adalah Ismey Hadly ke Direktorat PNKNL, Atik Setyarini ke Direktorat PKNSI, Chrisnandar ke KPKNL Pekanbaru, Sunaryo ke KPKNl Pangkal Pinang, Ardi Irawan ke KPKNL Pontianak, Ridwan ke KPKNL Palangkaraya, dan Rudi ke KPKNL Banjarmasin. Rochmat selaku Kepala Subbag Umum KPKNL Bekasi juga menyampaikan terimakasih kepada teman-teman karena acara pisah pegawai ini bisa terlaksana dan semoga berjalan dengan lancar.
Burhanuddin selaku Kepala KPKNL Bekasi memberi nasihat bahwa daerah-daerah yang dituju oleh pegawai yang pindah tugas mempunyai kekhasan sendiri-sendiri. Pekanbaru dengan akses ke Batam, Pangkal Pinang dengan Pantai Batu ‘Laskar Pelangi’, Palangkaraya dengan originalitas kota asli Indonesia, Banjarmasin dengan pasar terapungnya, dan Pontianak dengan kota khatulistiwanya. Semoga pegawai yang pindah bisa lebih sukses di tempat yang baru.
Kesan dan Pesan juga disampaikan oleh pegawai yang mutasi. Masing-masing menyampaikan dengan gaya khas sendiri. Suasana haru, suasana canda dan susana kekeluargaan mengiringi penyampaian kesan dan pesan tersebut. Iringan musik instrumental menambah suasana menjadi lebih khidmat. Di mulai dari pegawai yang termuda yaitu Ismay Hadly. Ismay menyebutkan bahwa KPKNL Bekasi adalah sebuah keluarga. Bekerja di Bekasi selama lebih dari empat tahun adalah perjalanan yang menyenangkan. Doa yang selalu diucapkan adalah doa semoga Allah memberikan cobaan-cobaan yang baik. Ismay berpesan apabila kita bertemu lagi, maka bertemu dengan kedudukan yang lebih tinggi.
Giliran kedua adalah Ardi Irawan. Ardi menyebutkan bahwa SK Mutasi ini memaksanya untuk kuliah yaitu kuliah di Universitas Kehidupan. Universitas yang jauh yang tidak terbayangkan sebelumnya. Giliran ketiga adalah Rudi. Rudi menyebutkan bahwa dirinya akan membuat album kehidupan. Dan album kehidupan selanjutnya adalah album kehidupan di pulau borneo. Giliran Keempat adalah Atik Setyarini. Atik mengucapkan terimakasih atas ilmu yang telah diberikan selama bekerja di bekasi, dan semoga ilmu yang baik bisa dibawa ke Kantor Pusat.
Giliran ke lima adalah Chrisnandar. Chrisnandar menyampaikan bahwa mengambil nafas yang panjang dan membuangnya dengan cepat adalah salah satu cara melegakan hati walaupun kadang sesak itu datang lagi. Bekerja di Bekasi, ibarat sebuah buku maka beberapa bab buku sudah dijalani. Dan bab-bab selanjutnya akan dijalani di Sumatera. Giliran terakhir adalah Ridwan. Walaupun baru sampai di ruang rapat karena baru kembali dari tugas ke KPPN, Ridwan menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dan semoga di tempat baru bisa lebih sukses.
Malik Ibrahim mewakili pegawai yang tetap di bekasi menyampaikan bahwa ternyata berat memberikan kesan dan pesan. Semua yang mutasi adalah keluarga KPKNL Bekasi yang tidak pernah dilupakan dan tetap ada di hati kami. Indah Sri Wiyanti mewakili pegawai yang mutasi ke KPKNL Bekasi menyampaikan semoga teman-teman yang di KPKNL Bekasi mau membuka pintu seluas-luasnya dan menerimanya sebagai anggota keluarga baru KPKNL Bekasi.
Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Kepala Kantor, Seksi yang bersangkutan, dan ibu-ibu KPKNL Bekasi. Dan dilanjutkan dengan salam-salaman. Senyum, tawa, dan tetesan air mata megiringi sesi akhir acara pisah sambut pegawai KPKNL Bekasi. Semoga di tempat yang baru bisa meraih kesuksesan. Aamiin. (Oleh: Ahmad Indra Gunawan/Photografer: AIGunawan)