Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di DJKN Aceh
N/a
Rabu, 29 Januari 2014 pukul 17:32:01   |   636 kali

Aktualisasi Suri Tauladan Rasulullah Dalam Tugas dan Kehidupan

 

Banda Aceh - “Hanya dengan menauladani Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aktivitas kehidupan, pasti akan memberikan ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan dunia akhirat pada kita,” tutur Ustadz Tgk Abrar Zym saat memberikan tausyiah dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada hari Rabu (22/1) di Masjid Tgk Chik Ditiro Gedung Keuangan Negara Banda Aceh.

Peringatan Maulid Nabi SAW yang mengambil tema “Aktualisasi Suri Tauladan Rasulullah Dalam Tugas dan Kehidupan” ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh, kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh, kepala bidang (kabid) lelang, kabid Kepatuhan Internal Hukum dan Informasi (KIHI),  serta kepala seksi di lingkungan DJKN Aceh.

 Ustadz Tgk Abrar Zym  mengatakan salah satu tauladan Rasulullah adalah sifat jujur, tidak akan ada satu orang pun yang melakukan korupsi kalau mau mencontoh sekaligus menjalankannya. Kerusakan itu berawal dari bohong dan tidak jujur, seperti korupsi yang dahsyat saat ini. Oleh karena itu kejujuran sangat penting. Kalau semua pemimpin amanah, masyarakat akan lebih tentram, apalagi gerakan menauladani sifat–sifat Rasulullah itu, dapat dibangun oleh pemimpin atau pejabat level atas sehingga dapat diikuti masyarakat level di bawahnya. “Ibaratnya kalau air di hulu bersih, tentu di hilir juga ikut bersih,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam diri Muhammad SAW sudah terdapat suri tauladan, yang apabila kaum muslim diseluruh dunia mengikuti,  maka Allah SWT menjanjikan kehidupan yang penuh berkah di kehidupan dunia dan akhirat. “Siapa yang bisa mengingkari apabila Allah SWT telah memberikan janji ?” tanyanya. Sebelum menutup ceramah dengan doa, ustadz yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Banda Aceh ini menambahkan bahwa peringatan maulid yang diadakan setiap tahunnya hendaknya tidak sekedar menjadi seremonial, tetapi juga harus dijalankan agar bernilai ibadah, dalam rangka mensyukuri rahmat Allah SWT dan menunjukkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Dwi Kurniawan Saputro, salah satu penggagas sekaligus ketua pelaksana acara ini mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting sebagai momen untuk muhasabah dan mengambil tauladan dari perilaku Nabi. Pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Bimbingan Lelang II di Kanwil DJKN Aceh itu menambahkan jika selama ini banyak orang mengenal dan menauladani Rasulullah dalam praktik ibadah mahdhoh seperti shalat, zakat, puasa dan haji tetapi kemungkinan belum menauladani Rasulullah dalam bermasyarakat dan kehidupan sehari-hari. “Hal inilah yang menjadi dasar pengambilan tema acara,” pungkasnya. (M. Chifni/edited/bas)

 

 

 

Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi