Makassar - Dalam rangka memperingati Hari
Ayah Nasional sekaligus memperkuat komitmen terhadap
pengarusutamaan gender (PUG), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar) bersama
seluruh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di wilayah kerjanya
— yaitu KPKNL Kendari, KPKNL Mamuju, KPKNL Makassar, KPKNL Parepare,
dan KPKNL Palopo menggelar webinar bertajuk “Harmoni Keluarga dan
Kinerja: Ayah Utuh, Pegawai Tangguh”, Rabu (12/11).
Kegiatan
yang berlangsung secara daring ini menjadi ruang refleksi bagi para pegawai
DJKN untuk menyeimbangkan peran keluarga dan pekerjaan, terutama bagi para ayah
yang sering menghadapi tantangan dalam menjaga keutuhan peran di tengah tuntutan
profesional.
Kepala
Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, membuka acara dengan pantun
yang menggambarkan semangat sinergi antara keluarga dan kinerja. Dalam sambutannya,
ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama bagi ketangguhan aparatur
sipil negara (ASN). “Keluarga yang harmonis akan melahirkan pegawai yang
tangguh. Seorang ayah dan ibu memiliki peran penting dalam menanamkan karakter
dan nilai bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Wibawa
Pram juga menyoroti tantangan yang dihadapi ASN, terutama yang bertugas jauh
dari keluarga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung
jawab pekerjaan dan kehadiran emosional di rumah. “Kehadiran seorang ayah tidak
hanya secara fisik, tapi juga secara moral dan spiritual bagi anak-anaknya.
Bila keluarga baik, maka kinerja pun akan baik,” tambahnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Ketua PUG DJKN yang juga Kepala Bagian Keuangan DJKN,
Fenny Arie Kartini, menegaskan pentingnya mengangkat kembali peran ayah dalam
keluarga. “Seringkali pembahasan tentang keluarga lebih banyak menyoroti peran
ibu. Padahal ayah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan
arah hidup anak,” jelasnya.
Fenny
menambahkan, perhatian terhadap kesetaraan gender kini menjadi kesadaran
bersama di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia menyebut bahwa nilai inklusif
dan keadilan telah menjadi bagian dari budaya organisasi yang sejalan dengan Sustainable
Development Goals (SDGs).
“Momentum
ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh ayah
di lingkungan Kemenkeu atas dedikasi dan teladannya, baik di keluarga maupun
organisasi,” ujarnya.
Dalam
webinar ini, Adriano Rusfi sebagai narasumber membawakan sesi inspiratif
tentang konsep “Ayah Utuh”, yaitu sosok ayah yang tetap hadir secara
emosional meskipun berjarak jauh (long distance father).
Adriano
membagikan kisah seorang pengusaha sukses yang dididik keras oleh ayahnya untuk
memahami nilai perjuangan dan kesederhanaan. Menurutnya, prinsip hidup dan
nilai keluarga adalah “DNA” yang perlu dirumuskan bersama agar anak-anak
memiliki pedoman yang kokoh.
“Ayah
sejati bukan hanya pencari nafkah, tapi konsultan bagi keluarga — memberi arah,
nilai, dan makna,” tegasnya.
Ia juga
memperkenalkan gagasan tentang “kurikulum keluarga”, yaitu panduan
pendidikan dan nilai yang disusun bersama antara suami, istri, dan anak-anak,
agar seluruh anggota keluarga memiliki visi dan budaya yang selaras.
Kegiatan
ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman ASN DJKN bahwa keberhasilan
profesional tidak terlepas dari keberhasilan pribadi dalam menjaga keharmonisan
keluarga dan keseimbangan hidup. (na)