Tujuan daripada Ibadah Puasa adalah untuk
menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa, senantiasa bersyukur, dan
memiliki akhlaq yang benar. Hal tersebut dikatakan Ustad Anwar Nasihin LC dalam
Tausiyah yang diadakan dalam rangka kegiatan Bina Mental (Bintal) para pegawai
dan OJT Direktorat Jenderal Kekayaan Negara di wilayah Jakarta. Tausiyah
dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2018 di Aula Kantor Pusat DJKN. Acara yang dimuali
pukul 11:30 ini didahului Sholat Dzuhur berjamaah dan pembacaan ayat Surat Al
Baqarah ayat 183-186 oleh Yaofan dan Lukman.
Ustad Anwar menjelaskan bahwa ibadah puasa yang
kita jalani selama sebulan penuh bertujuan untuk melatih dan mensucikan diri
dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama 11 bulan yang lalu. “Tujuan Ibadah
puasa yang pertama adalah menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa,
senantiasa dipenuhi oleh cinta. Kita bertakwa kepada Allah SWT dikarenakan
timbulnya rasa cinta kepada-Nya,”ujar Ustad Anwar.
Cinta yang paling utama adalah kepada Allah
SWT, apabila anda mencintai orang tua, pasangan, dan orang lain karena Allah
SWT maka niscaya Cinta tersebut tidak akan pudar dan akan terus bertambah
seiring waktu. Cinta kita terhadap sanak saudara kita diwujudkan dengan
pemberian, baik pemberian yang khoir (setara) maupun ikhsan (berlebih).
Pemberian secara khoir dapat diibaratkan apabila
seseorang memberikan kita satu buah apel maka dikemudian hari kita membalasnya
dengan memberikan juga satu buah apel, sedangkan pemberian secara ikhsan adalah
apabila seseorang memberikan kita satu buah apel maka kita mebalasnya melebihi
apa yang diberikan oleh orang tersebut, missal berupa tiga buah apel.
Lebih lanjut Ustad Anwar mengatajkan cinta akan
tumbuh pada diri makhluk hidup dikarenakan adanya pemberian, kita bisa cinta
kepada Allah SWT dikarenakan banyaknya nikmat yang telah Dia limpahkan kepada
kita dan kita bisa mencintai kedua orang tua kita dikarenakan pemberian yang
telah mereka lakukan kepada kita berupa kasih sayang dan sebagainya.
Sedangkan tujuan kedua dari puasa adalah
menjadikan diri kita sebagai pribadi yang senantiasa bersyukur, kenikmatan yang
telah dilimpahkan kepada Allah SWT sesungguhnya tidak dapat dinilai dengan
harta yang telah kita peroleh. Nikmat di dunia terkadang lebih mudah untuk
disyukuri daripada nikmat di akhirat begitu juga dengan pekerjaan yang
imbalanya di dunia begitu mudah kita tergerak untuk mengerjakanya daripada
pekerjaan yang mempunyai imbalan di akhirat. Dibutuhkan suatu ke imanan untuk
melihat apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Tujuan puasa yang
terakhir adalah menjadikan diri kita pribadi yang benar, bukan hanya sebagai
pribadi yang baik dikarenakan belum tentu benar. Tausiyah Ustad Anwar Nasihin
LC berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dan berakhir pada pukul
13:30. (Tim Humas)