Kilas Peristiwa DJKN

Wujudkan Cintamu Dengan Puasa

Kamis, 24 Mei 2018 pukul 15:17:45   |   75 kali

Tujuan daripada Ibadah Puasa adalah untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa, senantiasa bersyukur, dan memiliki akhlaq yang benar. Hal tersebut dikatakan Ustad Anwar Nasihin LC dalam Tausiyah yang diadakan dalam rangka kegiatan Bina Mental (Bintal) para pegawai dan OJT Direktorat Jenderal Kekayaan Negara di wilayah Jakarta. Tausiyah dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2018 di Aula Kantor Pusat DJKN. Acara yang dimuali pukul 11:30 ini didahului Sholat Dzuhur berjamaah dan pembacaan ayat Surat Al Baqarah ayat 183-186 oleh Yaofan dan Lukman.

Ustad Anwar menjelaskan bahwa ibadah puasa yang kita jalani selama sebulan penuh bertujuan untuk melatih dan mensucikan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama 11 bulan yang lalu. “Tujuan Ibadah puasa yang pertama adalah menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa, senantiasa dipenuhi oleh cinta. Kita bertakwa kepada Allah SWT dikarenakan timbulnya rasa cinta kepada-Nya,”ujar Ustad Anwar.

Cinta yang paling utama adalah kepada Allah SWT, apabila anda mencintai orang tua, pasangan, dan orang lain karena Allah SWT maka niscaya Cinta tersebut tidak akan pudar dan akan terus bertambah seiring waktu. Cinta kita terhadap sanak saudara kita diwujudkan dengan pemberian, baik pemberian yang khoir (setara) maupun ikhsan (berlebih).

Pemberian secara khoir dapat diibaratkan apabila seseorang memberikan kita satu buah apel maka dikemudian hari kita membalasnya dengan memberikan juga satu buah apel, sedangkan pemberian secara ikhsan adalah apabila seseorang memberikan kita satu buah apel maka kita mebalasnya melebihi apa yang diberikan oleh orang tersebut, missal berupa tiga buah apel.

Lebih lanjut Ustad Anwar mengatajkan cinta akan tumbuh pada diri makhluk hidup dikarenakan adanya pemberian, kita bisa cinta kepada Allah SWT dikarenakan banyaknya nikmat yang telah Dia limpahkan kepada kita dan kita bisa mencintai kedua orang tua kita dikarenakan pemberian yang telah mereka lakukan kepada kita berupa kasih sayang dan sebagainya.

Sedangkan tujuan kedua dari puasa adalah menjadikan diri kita sebagai pribadi yang senantiasa bersyukur, kenikmatan yang telah dilimpahkan kepada Allah SWT sesungguhnya tidak dapat dinilai dengan harta yang telah kita peroleh. Nikmat di dunia terkadang lebih mudah untuk disyukuri daripada nikmat di akhirat begitu juga dengan pekerjaan yang imbalanya di dunia begitu mudah kita tergerak untuk mengerjakanya daripada pekerjaan yang mempunyai imbalan di akhirat. Dibutuhkan suatu ke imanan untuk melihat apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Tujuan puasa yang terakhir adalah menjadikan diri kita pribadi yang benar, bukan hanya sebagai pribadi yang baik dikarenakan belum tentu benar. Tausiyah Ustad Anwar Nasihin LC berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dan berakhir pada pukul 13:30. (Tim Humas)

Penulis : PAUNDRA ADI RISTIAWAN
Tanggal ditulis : Kamis, 24 Mei 2018 pukul 15:17:45
Terakhir diedit : Kamis, 24 Mei 2018 pukul 15:45:30
Foto Terkait Kilas Peristiwa