Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Mencari Tripusaka, Melawan Pancawisa
N/a
Rabu, 08 Februari 2017 pukul 14:55:06   |   595 kali

Salatiga – Sabtu pagi, tepat pada hari Sabtu, 4 Februari 2017 Keluarga Besar Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DI Yogyakarta berkunjung ke Kampoeng Banyumili Salatiga dalam rangka outbound pegawai. Lokasi yang menawarkan view alam pedesaan dan sawah yang terhampar luas serta kolam ikan yang indah ini dipilih agar dapat menyehatkan jasmani dan menyegarkan pikiran sesuai jargon yang diangkat yaitu Guyub Semangat dan Kreatif sehingga berdampak pada kinerja pegawai sesuai motto Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yaitu Selalu Melayani dengan ARIF. 

“Outbound diikuti sejumlah 65 peserta, tingkat partisipasi yang tinggi,” Harmaji, Ketua Panitia dengan bersemangat menyampaikan laporannya. Disampaikan juga bahwa sejak awal konsep acara fokus pada pegawai untuk meningkatkan kekompakan dan semangat dalam berkarya.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Tavianto Noegroho mengapresiasi keterlibatan pegawai dan karyawan. “Hampir setahun saya bertugas di sini, Saya merasakan kekompakan di Kanwil DJKN Jateng DIY, diharapkan outbound semakin meningkatkan kekompakan, semangat, dan kreativitas,” ungkapnya.

Acara outbound dipandu oleh Tim Outbound & Training Organizer. Wildan Ahmad Fananto, Kepala KPKNL Semarang didampingi Kepala Subbagian Umum KPKNL Semarang, Budi Hartanto juga ikut meramaikan kegiatan.

Outbound disusun dalam sebuah skenario bertema “Mencari Tripusaka, Melawan Pancawisa”. Pancawisa (5 racun) yaitu korupsi, kemalasan, egoisme, kebodohan, dan ketidakdisiplinan sedangkan Tripusaka terdiri dari 5 payung (simbol dari Nilai-nilai Kementerian Keuangan), 5 Angin (disimbolkan kepet/kipas dari bambu melambangkan Budaya Kerja Kementerian Keuangan) dan 2 caping sebagai perisai (melambangkan Visi dan Misi DJKN).

Peserta menikmati kegiatan mulai dari permainan bersama maupun per kelompok baik di lapangan terbuka maupun di kolam air. Pondasi permainan-permainan tersebut adalah kekompakan dengan pembagian tugas yang tidak terlepas dari pemahaman tentang kecerdasan dan kepribadian seseorang. Oleh sebab itu, diadakan pula metode STIFIn untuk mengetahu tipe seseorang. Tipe S (Sensing) yang rajin mendukung tipe T (Thinking) yang sistematis. Tipe T yang terarah mendukung tipe In (Instinc) yang mengalir. Tipe In yang cepat tanggap mendukung tipe I (Intuiting) yang banyak ide. Tipe I yang konseptor mendukung tipe F (Feeling) yang visioner. Permainan semakin seru ketika permainan di kolam air pada saat gerimis. Penghujung permainan, kelompok Kera berhasil mendapatkan Tripusaka.

Setelah makan siang diadakan acara tukar kado sekaligus pembagian doorprize. Para peserta terlihat senang dan mendapat pengalaman berharga. “Baru kali ini aku merasakan outbound yang seru, tak terlupakan,” ungkap Suryani Manurung, peserta yang selalu bersemangat dengan kacamata khasnya yang berhasil melewati jembatan bambo dan diangkat menyeberangi kolam.

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi