Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Menakjubkan Mobil Terjual Lelang 6 Triliun Rupiah, Pada Kemenkeu Mengajar
N/a
Senin, 31 Oktober 2016 pukul 12:03:47   |   904 kali

Denpasar (24/10) – “Menakjubkan”, kata yang pantas untuk menggambarkan hasil lelang tiga unit mobil yang terjual dengan harga 6 triliun kali ini. Hasil lelang tersebut lebih tinggi 40 ribu persen dari nilai limit yang ditetapkan penjual yakni Rp150 juta. Animo peserta lelang kali ini sangat besar, terbukti ketika lelang dimulai¸ satu orang peserta langsung menawar seharga 200 juta yang dalam waktu tidak lama ditimpali dengan penawar lain. Suasana lelang menjadi panas karena para penawar saling menimpali untuk menjadi pemenang sampai dengan penawaran tertinggi sebesar 1 milyar.

Sesaat sebelum afslager mengetukan palunya untuk menunjuk sang pemenang, tiba-tiba seorang penawar yang tidak bersedia disebutkan namanya ikut menawar dengan harga 2 milyar. Sontak saja penawar yang hampir saja ditunjuk sebagai pemenang, beserta seluruh orang yang hadir kaget dengan penawaran tersebut. Suasana kembali memanas karena keduanya saling adu tawar dan berhenti di angka 1 triliun. Lagi-lagi terjadi, untuk yang kedua kalinya saat afslager akan menetapkan pemenang, seorang ibu yang sejak awal tidak melakukan penawaran tiba-tiba menawar dengan dua milyar. “Sungguh diluar dugaan” ujar salah seorang peserta yang hadir.

Semakin panas lelang kali ini, adu tawar pun berlanjut sampai akhirnya pejabat lelang, Bagus memutuskan penawaran tertinggi sebesar 6 triliun rupiah yang dimenangkan oleh Gek Wina. Ekspresi kegembiraan terpancar dari wajahnya yang disambut tepukan tangan yang meriah dari seluruh peserta yang hadir.

Demikian simulasi lelang yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan yang berlangsung di SD negeri 11 Sumerta, Denpasar, Provinsi Bali dalam rangka memperingati Hari Oeang ke-70. Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara III pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali dan Nusa Tenggara (Kanwil DJKN Balinusra), Daniel H.P. Panggabean menjadi salah satu relawan dari 600 relawan pada program “Kemenkeu Mengajar” yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Pansurnapitu, Sumatera Utara pada tahun 1978 ini menyampaikan bahwa “simulasi ini sangat dinikmati anak-anak didik,” ujarnya. “Program Kemenkeu Mengajar ini sangat positif guna mengenalkan dan memberi wawasan peran Kementerian Keuangan kepada anak usia dini khususnya di Sekolah Dasar,” Daniel menambahkan.

Acara dilanjutkan dengan menghadirkan Okta, seorang relawan yang berasal dari Balai Diklat Keuangan Cimahi. Okta menggelar games unik dengan membagikan Kue Anggaran. Games ini menyampaikan pengetahuan tentang bagaimana cara Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara membagi-bagi pagu APBN.

Selanjutnya Feni Fauziah, relawan yang berasal dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini memperkenalkan cara kerja punggawa-punggawa Bea dan Cukai menjaga perbatasan dan yurisdiksi Indonesia melalui permainan Buka-Tutup-Masuk-Tolak-Musnahkan. Bagus #1 yang awalnya membawa ganja melalui pos lintas batas, sontak ditangkap punggawa BC bernama Bagus #2. Barang bukti berupa satu pohon ganja dimusnahkan di hadapan pejabat-pejabat yang berwenang. Ketika Bagus #3 membawa obat-obatan ilegal, Bagus #4 punggawa Bea Cukai di Bandara Ngurah Rai menolak barang tersebut dimasukkan ke Indonesia. Cukup unik memang, karena ternyata di ruang kelas ini terdapat sedikitnya tujuh orang yang bernama Bagus. Cukup sulit bagi relawan untuk mengidentifikasi ketujuhnya.

Seluruh peserta didik merasa senang dan meminta kegiatan serupa dapat diadakan lagi. Rangkaian Kemenkeu Mengajar ini diakhiri dengan membuat tanda tangan cita-cita pada secarik kain spanduk yang telah disediakan para relawan. Layaknya para peserta didiki, seluruh relawan pun menyatakan puas mengikuti kegiatan ini, terlebih ketika salah seorang relawan yang ternyata adalah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Bali, R. Wiwin Istanti. Ibu yang akrab disapa Wiwin ini menyemangati seluruh peserta. Ia rela pita suaranya serak dan meninggalkan kesibukannya sebagai Kakanwil demi berbagi dengan generasi-generasi penerus bangsa ini. pada akhir acara Wiwin berharap salah seorang dari peserta didik, terutama kaum perempuan berani bermimpi menjadi seorang srikandi Menteri Keuangan seperti Sri Mulyani.
(Teks Dagabe/Foto Relawan Kemenkeu Mengajar 2016, Editor: KIHI Balinusra).

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi