Pontianak, 03/10-2016. Bertempat di Aula Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang KPKNL Pontianak seluruh anggota Tim Optimalisasi Kekayaan Negara, Piutang Negara, dan Lelang KPKNL Pontianak membahas persiapan aksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2016.
Meskipun hal yang dibahas sangat bersifat teknis, namun tujuan yang akan dicapai adalah melakukan sosialisasi terkait dengan pengelolaan Kekayaan Negara, pengurusan Piutang Negara, dan Pengenalan Lelang e-Auction kepada satuan kerja (satker) Kementerian/Lembaga dan Lembaga Perbankan dalam rangka memperkenalkan Direktorat Jenderal Kekayaan DJKN sebagai revenue center.
Dalam acara yang akan dilaksanakan di Aula Kanwil DJKN Kalimantan Barat tersebut juga akan memberikan penghargaan kepada para satker-satker terbaik yang berada di wilayah KPKNL Pontianak.
Tema yang akan diambil dalam acara tersebut adalah “Optimalisasi Penerimaan PNBP dan Peran DJKN sebagai Revenue Center”. Acara yang dikemas selama dua hari tersebut juga akan mengundang Tribun Pontianak dan TVRI Pontianak untuk meliputnya.
Lebih dari separuh dari pegawai KPKNL Pontianak dilibatkan dan diberikan peran masing-masing demi suksesnya acara tersebut. Rencananya kegiatan tersebut akan mengundang kurang lebih 200 satker-satker dan lembaga perbankan. Guna mendapatkan hasil yang terbaik, Tim Optimalisasi KPKNL Pontianak membahas strategi penyajian informasi seperti apa yang layak untuk diberikan kepada para undangan.
Banyak hal yang diharapkan bisa dicapai dari acara yang akan dilakukan tersebut, diantaranya permohonan lelang e-Auction dapat meningkat dari sebelumnya. Di samping itu, peningkatan pendapatan PNBP dari pemanfaatan BMN juga semakin meningkat serta penyerahan Piutang Negara dari satker-satker seperti BPJS Ketengakerjaan yang masih dimungkinkan pasca pelaksanaan sosialisasi.
Sebelum dilakukannya acara sosialisasi tersebut beberapa anggota Tim telah melakukan kunjungan ke beberapa satker guna menggali potensi penerimaan PNBP, khususnya kepada para satker yang potensial, baik itu dari sisi pemanfataan BMN, potensi lelang E-Action, dan potensi penyerahan berkas Piutang Negara.