Pangkalpinang - “Insan DJKN Hebaat!! Ini saya!! Itu kamu!! Hebat!!” pekik seluruh Pegawai KPKNL Pangkalpinang saat mengikuti Lokakarya Peningkatan Soft Competency (08/09). Acara yang bertema “Lokakarya Peningkatan Soft Competency Pegawai DJKN” tersebut dibuka Kepala KPKNL Pangkalpinang Miftahul Huda. Acara dipandu widyaiswara Pusdiklat Sumber Daya Manusia Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (Pusdiklat PSDM BPPK)Satria Hadi Lubis.
Miftahul Huda menyampaikan acara ini luar biasa dan menyenangkan, dimana para pegawai diajak memahami kepribadian dan kebersamaan. Huda juga berpesan para pegawai dapat mengambil hikmah dan nilai yang terkandung dalam setiap materi/games. Akhir sambutannya, Huda berpesan games yang sudah diikuti diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM KPKNL Pangkalpinang yang berintegritas, mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki etiket kerja, memiliki motivasi yang tinggi dan team work yang dapat diandalkan.
Seluruh pegawai KPKNL Pangkalpinang dibawa menikmati penerbangan bersama pesawat terbang Seulawah. Pesawat diterbangkan menuju ke kota impian yang bernama DJKN yang dipiloti Satria Hadi Lubis. Untuk DJKN yang lebih kuat dan baik memerlukan SDM yang mempunyai karakter pribadi unggul ungkapnya lebih lanjut. “Untuk menjadi seorang pribadi unggul di DJKN harus bisa menanamkan kelima unsur yaitu integritas, komunikasi, etiket kerja, motivasi dan team work tersebut” ujar Satria.
"Pesawat akan saya bawa ke lima tempat tersebut sebelum ke tujuan utama yaitu DJKN yang lebih kuat dan baik lagi" ajak Satria sambil memulai training games. Games pertama dinamakan ranjau darat, dengan mata tertutup peserta harus melewati jalan penuh ranjau dengan aba-aba dari anggota kelompok lainnya. Nilai yang dapat diambil dari permainan tersebut adalah terkait integritas. Integritas dibangun dari diri sendiri dan lingkungan, dimana pemimpin harus dapat menuntun dan mengarahkan seluruh anggota dapat bekerja sesuai aturan, kompak, saling percaya serta tahan godaan.
Games kedua adalah pesan berantai. Makna permainan pesan harus disampaikan dengan jelas, jika perlu diulang, sehingga peserta diajak memahami pentingnya komunikasi. Misi yang ingin digali dalam games ini bahwa setiap organisasi tidak akan berjalan lancar dan tepat sasaran tanpa adanya komunikasi yang baik dari pimpinan, sehingga tidak perlu menanyakan kembali apa, kenapa, dan mengapa.
Games ketiga yang membawa peserta memahami etiket kerja yaitu bagaimana berperilaku baik di kantor agar pelayanan ke pengguna jasa makin baik. Pelajaran yang dapat diambil bahwa etiket kerja yang baik seperti melaksanakan budaya 8S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun sama siapa saja). Hal ini tentunya akan membentuk team work dengan menghilangkan sifat individualisme dan egoisme.
Memasuki games keempat adalah menjatuhkan botol dengan bola kertas. Bagi peserta yang dapat menjatuhkan berkesempatan mendapatkan dua buah cokelat dan uang Rp.50.000. Nilai yang didapat adalah semua pegawai mempunyai motivasi untuk melaksanakan tugas dan bekerja sama seperti yang dikataka Abraham Maslow dalam teori kebutuhan.
Games kelima peserta diajak membuat menara dari kertas secara berkelompok. Persaingan membangun menara yang tinggi dan indah memotivasi peserta bekerja sama dalam suatu team work yang solid.. Nilai yang didapat adalah semua pegawai mempunyai motivasi untuk melaksanakan tugas lebih baik tetapi harus memperhitungkan faktor lain agar kinerja menjadi efisien dan efektif.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan permainan puzzle, dimana seluruh peserta turut berpartisipasi didalamnya. Puzzle ini dibuat seperti tiket penerbangan menjadi gambar besar yang utuh. Gambar besar ini menyampaikan pesan tentang peran menantang DJKN ke depan sebagai revenue center. (Teks/Foto : Dwinanto)