Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Petualangan ke-5 Kota Impian untuk Menyongsong Revenue Center
N/a
Senin, 05 September 2016 pukul 12:37:58   |   515 kali

Denpasar—DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) berkerjasama dengan Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia  (PPSDM) BPPK menyelenggarakan In House Training (pelatihan internal) berupa Lokakarya peningkatan soft competency pegawai KPKNL Denpasar pada Selasa (30/08/2016), bertempat di Aula Basement Timur GKN I.

Menurut Miller, Rankin, Neathey (Parulian Hutapea & Nurianna T., 2008: 4) terdapat 2 jenis definisi kompetensi yang berkembang pesat, yaitu: kompetensi teknis atau fungsional atau dapat juga disebut hard skill/ hard competency. Konsentrasi kompetensi teknis adalah pada pekerjaan, yaitu; untuk menggambarkan tanggung jawab, tantangan dan sasaran kerja yang  harus dilakukan atau dicapai oleh pemegang jabatan agar dapat berprestasi dengan baik.

Sementara Soft competency atau kadang disebut juga dengan istilah soft skill didefinisikan sebagai Kompetensi yang menggambarkan bagaimana seseorang diharapkan berperilaku agar dapat melaksanakan pekerjaanya dengan baik. Pengertian kompetensi jenis ini lebih dikenal dengan nama kompetensi perilaku.

Mengingat soft skill ini tidak kalah pentingnya dengan kompetensi teknis, maka dua pengajar dari PPSDM, Nailul Hisan dan Irfan hadir sebagai fasilitator dalam Lokakarya kali ini. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk berbagai permainan penuh makna ini diikuti oleh semua pegawai, Kepala Seksi dan Kepala KPKNL Denpasar, Syamsudin dan juga dihadiri oleh Suwadi, perwakilan Subbag Pengembangan Pegawai DJKN.

Kegiatan yang berlangsung hampir seharian penuh, mulai pukul 08.30 sampai dengan 15.30 sangat seru dan menarik ini, bertujuan untuk semakin menginternalisasikan beberap soft skill yang sangat perlu dimiliki oleh pegawai, diantaranya; Integritas, Komunikasi, Etiket/Etos Kerja, Motivasi, Teamwork. “Inilah lima kota soft competency yang akan kita singgahi pada hari ini, dalam rangka persiapan DJKN menjadi Revenue Center” ungkap Nailul menyemangati peserta.

Kemudian Fasilitator mengupas satu persatu soft skill penting ini untuk menunjang pekerjaan sehari hari, lewat berbagai game dan media interaksi lainnya. Beberapa penjelasan dasar mengenai soft skill tersebut adalah, pertama integritas, salah satu poin pentingnya adalah kejujuran. Sementara di Kota Komunikasi, Nailul Hisan menekankan bahwa Komunikasi yang baik merupakan rangkaian pilihan kata-kata positif yang disampaikan dengan emosi positif. Adapun Syarat Komunikasi yang baik adalah Jadi Pendengar yang baik, Jadi Presenter yang efektif,  Jadi Pemikir Cepat, dan menjadi win-win negosiator (bernegosiasi yang saling menguntungkan).

Selanjutnya dijelaskan tentang pentingnya Etos atau etiket kerja bagi pegawai. Nailul, yang pernah bertugas di Direktorat Jenderal anggaran ini, menyampaikan etos kerja haruslah berorientasi pada kemajuan dan keunggulan kinerja ‘excellent performance’, serta menganggap pekerjaan sebagai ibadah dan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Selain itu etos kerja juga adalah kerja yang professional, yang artinya bekerja tuntas.

Dalam “kota” berikutnya yakni kota Motivasi para peserta semakin bersemangat lagi dalam membahas dalam kelompoknya dan maju satu persatu mempresentasikan hal-hal apa yang membuat mereka lebih termotivasi dalam bekerja di kantor. Berbagai jawaban yang unik dan kreatif membuat suasana semakin pecah, gelak tawa dan tepuk tangan peserta memeriahkan suasana.

Dalam menjelaskan pentingnya Teamwork (kerjasama tim), didemokan dengan sebuah permainan dimana empat orang pegawai saling menyangga satu sama lainnya sehingga terbentuk suatu formasi dimana empat pegawai dapat melakukan pose semi duduk-tidur tanpa kursi dan tanpa tempat tidur, hal ini semakin membuktikan jika kerjasama kita kuat, Teamwork kita solid, dan jika kita mampu saling melengkapi maka banyak hal yang kita bisa kerjakan, dan tujuan sebagai Revenue Center akan semakin cepat tercapai.

Terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi yang khusuk dimana dua pegawai diminta saling berhadapan dan mendoakan satu sama lain, sebagai salah budaya yang patut dibiasakan saling berharap kebaikan satu sama lain. Pada sesi penutupn pegawai KPKNL Denpasar mendapatkan bonus motivasi oleh Suwadi, dimana ia menyemangatkan para pegawai agar terus belajar, berusaha dan pantang menyerah dalam  meningkatkan dan mengembangkan diri.

“Saya sewaktu mendapatkan beasiswa ke Belanda kemarin, umur saya sudah hampir 40 tahun, sudah beberapa kali gagal namun saya tidak menyerah, terus berusaha dan berusaha akhirnya saya berhasil mendapatkan bea siswa ke Belanda” tegasnya. Demikian juga Syamsudin, Kepala KPKNL Denpasar menambahkan, “Saya mengucapkan terimakasih kepada tim penyelenggara atas kegiatan yang bagus ini dan saya harapkan para pegawai semakin meningkatkan lima soft skill ini untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja kita.” (T/F: Dipa/Maya, edit: Wiji). Like FB Fanpage kami: KPKNL Denpasar

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi