Jakarta (27/6), Jemaah masjid Al-Ikhlas Kanwil DJKN DKI Jakarta menggelar khataman Al Qur’an bersama di sepertiga penghujung bulan Ramadhan. Lantunan ayat suci Al Qur’an para pegawai silih berganti begitu lembut merasuk ke kalbu, seperti menyirami tanah tandus yang telah lama kering. Sejuk menentramkan hati. Di bawah kepemimpinan Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Encep Sudarwan, para pegawai senantiasa diajak untuk selalu dekat dengan yang Maha Pencipta, tidak sekedar larut dalam rutinitas pekerjaan.
“ Orang yang paling mulia di mata Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa. Semua sama tidak memandang jabatan atau kekayaan seseorang. “ ujar Encep memberikan sambutan seusai khataman Al Qur’an. Encep berharap agar para jemaah mengimbangi antara urusan vertikal dengan horizontal dan bagi yang berlebih hendaklah berbagi kepada sesama dengan dimulai dari yang terdekat.
Pada kesempatan tersebut, Encep disaksikan para jemaah Masjid Al-Ikhlas dan Darma Wanita Kanwil DJKN DKI Jakarta memberikan santunan kepada para anak yatim. Selain itu, santunan berupa bingkisan dan THR juga diberikan kepada Satpam, Cleaning Service dan Teknisi. Encep selalu mengingatkan bahwa kita tidak besar sendiri, tetapi juga berkat dukungan orang-orang di sekitar kita. Sisihkan sebagian pendapatanmu untuk mereka yang membutuhkan. Berbagi itu indah apalagi di bulan yang penuh rahmat.
Siraman rohani diisi oleh fasilitator Dik Doang, pria yang ngetop sebagai penyanyi, presenter dan pendiri sekolah alam ‘Kandank Jurank Doang’. Dengan pembawaannya yang khas bertopi rajut dan bersyal menggantung di pundaknya ditambah gaya treatikal menggugah jemaah masjid Al Ikhlas.
Dik Doang mengkritisi sikap jemaah yang malu dan ragu menengadahkan tangan kala berdoa. Sebagai seorang muslim harus bangga jangan kalah dengan umat lain. Dik juga mengingatkan 99 Asmaul Husna. Ditelapak tangan kanan kita ada angka 18 yang artinya asmaul husna yang ke-18 “Al Fattah” (Yang Maha Pembuka) dan di tangan kiri angka 81 “Al Muttaqin” (Yang Maha Pemberi Balasan). Bila angka tersebut dijumlahkan akan membentuk angka 99 atau 100 kurang satu. Rahasia satu nama, agar dicari maknanya yaitu iklhas. Satu kata yang begitu mudah diucapkan namun berat dilakukan. Termasuk iklhas saat memberikan sesuatu ataupun saat menerima cobaan. Ikhlas ada di dalam diri kita. Jika kita menjadi hamba yang ikhlas, maka Allah SWT akan membukakan semua rahmatnya dan mengabulkan doa-doa kita.
Tausiah diakhiri saat memasuki waktu adzan Maghrib, dilanjutkan buka bersama, shalat magrib berjamaah dan ramah tamah serta ditutup dengan sholat Isya, tarawih dan witir berjamaah. (teks/foto : Asya, Mulyadi, Dimas)