Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_2022je0e4pn3i8qkn813u7itl7g2o0d7p6b7): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Kilas_peristiwa.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Kilas_peristiwa.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Judul tersebut diatas merupakan sebuah tema tausiah dalam rangka kegiatan buka bersama yang diselengarakan oleh Kanwil DJKN Kalimantan Barat dalam bulan suci Ramadhan 1437 H. Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat, Tedy Sandryadi yang diikuti oleh seluruh jajaran pejabat eselon III dan eselon IV Kanwil DJKN Kalimantan Barat , Kepala KPKNL Pontianak, Agus Hari Widodo beserta seluruh jajaran eselon IV, beserta seluruh pelaksana baik Kanwil DJKN Kalimantan Barat maupun KPKNL Pontianak.
Dalam acara tersebut, yang bertindak sebagai pemberi tausiah adalah Prastowo Soebagio, Kepala Bidang Piutang Negara, menyampaikan materi tausiah yang berkaitan dengan Surah Al- Ghosyiyah, dalam ayat 3. Dalam ayat tersebut, Allah berfirman :
“ Aamilatun naashibah “ ….
Yang artinya adalah “ Amal-amal yang hanya melelahkan “.
Dalam ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan penghuninya. Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan kedalam neraka adalah orang-orang tersebut melakukan amalan yang banyak dan beragam, tetapi penuh cacat, baik motif , niatnya maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah. Astahfirullah hal’adzim…..
Banyak diberikan contoh dalam tausiah tersebut amalam-amalan yang tergolong sebagai amalam-amalan yang melelahkan yang tidak mendapat pahala dari Allah SWT.
Penceramah mengajak kepada dirinya sendiri maupun kaum muslimin dan muslimat yang hadir dalam tausiah tersebut untuk berlomba-lomba melakukan banyak amalan-amalan yang sebenar-benarnya dan berkualitas, yang sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasulullah. Syarat diterimanya amal ibadah itu ketika amal itu dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
Sebagai penutup tausiah, Penceramah memimpin doa yang biasa dikumandangkan dalam bulan suci Ramadhan, yang dilanjutkan dengan buka bersama, sholat maghrib, sholat Isya, dan sholat tarawih berikut witir berjamah.
(Ditulis oleh Yusef Hasanudin Staf Bidang Piutang Negara)