Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Kilas Peristiwa DJKN
Karang Awak: Mencintai Organisasi Tempat Kelahiran Kita, DJKN!
N/a
Senin, 20 Juni 2016 pukul 09:24:54   |   423 kali

Denpasar—Monumen Bajra Sandi, yang terletak di lapangan renon, merupakan salah satu icon Pariwisata kota Denpasar maupun Bali. Lapangan dan Monumen yang hanya berseberangan dengan Kompleks Gedung Keuangan Negara (GKN) I ini sangat sering menjadi tempat berbagai event yang berskala lokal maupun nasional.

Salah satu events tersebut adalah Pesta Kesenian Bali (PKB). PKB rutin dilaksanakan setiap tahun. PKB yang ke-38 tahun ini, adalah PKB yang Pertama kali dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Helatan akbar yang melibatkan sekitar 15 ribu seniman ini, mengambil tema; Karang Awak yang berarti Mencintai Tanah Kelahiran. Sebagai orang Bali hendaknya mencintai Bali, sebagai orang Indonesia kita wajib mencintai Tanah Kelahiran kita ini, Indonesia, demikian semangat yang ingin dipupuk lewat pagelaran seni yang akan berlangsung selama satu bulan penuh ini (11 Juni sampai 9 Juli  2016).


Kehadiran Jokowi pada PKB 38 memberi banyak kebahagiaan dan Inspirasi
Ini adalah Kali pertama Jokowi menghadiri PKB yang diselenggarakan rutin setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tahun lalu beliau tidak hadir, karena ada hal yang lebih penting. Pada PKB yang ke-38 ini Jokowi berkenan hadir. Beliau membuka sambutannya dengan mengucapkan “Punapi gatre?” yang berarti apa kabar? serentak dijawab “becik-becik”, yang berarti baik-baik oleh ribuan penonton yang memadati Jalan Utama di selatan Monumen Bajra Sandhi.

"Momentum peresmian Pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-38 sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat, oleh masyarakat dan oleh turis-turis dari mancanegara," ucap Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan bahwa PKB bukan semata-mata pesta rakyat ataupun festival seni. "Melainkan juga satu kegiatan yang memiliki fungsi budaya, memiliki fungsi pendidikan dan fungsi menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya rakyat Bali," ucap Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara adalah, mendikbud Anies Baswedan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agama Lukman H. Saifuddin, Sekkab Pramono Anung dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.


Menpar mengapresiasi pesta kesenian yang durasinya paling lama di Indonesia ini. Pawai budaya ini start di depan Monumen Bara Sandhi dan finish di depan Kantor Gubernur. sedangkan berbagai pentas keseniannya akan digelar di Taman Budaya (Art Center), Denpasar selama satu bulan  ke depan. "Nusa Tenggara Timur ikut tampil, itu bagus, kedepan daerah lain bisa ikut tampil di parade ini, bisa ikut mempromosikan kesenian termasuk daerahnya sendiri. Karena ada banyak wisman yang menyaksikan pesta kesenian ini," ujar Arief Yahya seperti dikutp berbagai media.

Perwakilan dari Prancis, India dan Timor Leste juga ikut tampil di pawai kesenian itu. Jika negara lain diundang, akan lebih banyak yang bakal tampil, dan mereka akan membawa tim reportase medianya. Pamor Bali dan program Wonderful Indonesia akan semakin terdongkrak. "Bali semakin kokoh dengan positioning destinasi budaya yang punya magnit paling kuat di dunia," ungkap Arief Yahya.

Dia juga menjelaskan, tema PKB ke-38 tahun 2016 adalah "Karang Awak" artinya Mencintai Tanah Kelahiran. Ini memberikan makna yang mendalam untuk membangun dan melestarikan budaya, menaikkan mutu agar dapat tetap unggul dalam menghadapi persaingan global. Karang Awak ini menjadi tonggak bagi para seniman untuk selalu mencipta karya - karya seni yang inovatif, yang melindungi Bali sebagai pusat seni dan budaya.

Pada akhir acara, Jokowi naik pada kereta peserta parade terakhir, yakni Kereta Kabupaten Gianyar, kontan saja ratusan bahkan ribuan penonton yang tadinya  diam ikut bergerak mengikuti kereta Jokowi, yang berjalan mengitari Lapangan Renon, melewati Bank BPD Bali, Bank BRI dan GKN I Denpasar, sambil memanggil-manggil nama Jokowi dan ada juga yang berteriak “Hidup Jokowi” dan lain sebagainya. Kerumunan semakin riuh dan berebut mendekati Jokowi ketika, Presiden RI itu membagikan buku gratis kepada penonton yang berada di deket keretanya, ternyata itu adalah buku tulis yang berisikan pesan dari Jokowi, “Ayo ..Belajar, Belajar Belajar”

Dengan cara demikian Jokowi mengajak anak- anak dan kita semua untuk jangan lelah untuk menimba ilmu dan pesan itu dipertegas dengan kata-kata dibalik buku tulisan itu yang berbunyi, “Membacalah dan Bangsa ini akan terhindar dari buta karena ketidaktahuan” dan akhirnya rombongan berhenti di depan Kantor Gubernur Bali.

Pesan Jokowi untuk terus belajar ini dan Pesan Tema Karang Awak ini (Mencintai Tanah Kelahiran) mengingatkan saya akan Kemenkeu dan DJKN (yang akhir-akhir ini yang sedang bertransformasi menuju lebih baik untuk menghadapi persaingan Global yang lebih sengit) yang sangat banyak memberikan ilmu dan proses pembelajaran Transformasi Kelembagaan yang sedang terjadi di tubuh Kemenkeu dan DJKN. PKB ini memberikan hikmah kepada saya untuk terus belajar, kreatif dan inovatif dalam bekerja dan semakin mencintai organisasi kelahiran Kita, DJKN! Bravo DJKN!  (for more photos, please visit fb fanpage kami: KPKNL Denpasar)

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa Terbaru
Peta Situs | Prasyarat | Wise | Hubungi Kami | Oppini | Diklat | Beasiswa | Mutasi