BANDA ACEH. Pada Rabu 11 Mei 2016 lalu kembali KPKNL Banda Aceh menggelar kegiatan estafet. Ajang ini sebagai salah satu media Kepala KPKNL, Acep Hadinata untuk merecharge motivasi kerja pegawai. Reward dari Kementerian Keuangan justru harus menjadi cambuk bagi kita agar meningkatkan kontribusi bagi organisasi. Hitunglah jam kerja produktif masing-masing apakah sudah sesuai dengan yang kita terima atau justru lebih banyak yang sia-sia sehingga yang kita bawa untuk keluarga ternyata bukan murni hasil keringat kita?” wejangan sosok yang sedang dalam tahap seleksi program Doktoral ini menjadi cambuk di hati masing-masing pegawai.
Meskipun NKO KPKNL Banda Aceh tahun 2015 mencapai 117,15 namun Acep Hadinata merasa masih perlu pembenahan yang menyeluruh khususnya budaya kerja. Sebegitu seriusnya bahkan NKP masing-masing dibacakan dan dikaji. Bagaimana beberapa orang yang sudah bekerja maksimal namun mendapat NKP yang tidak maksimal dam sebaliknya. Acep Hadinata juga mengingatkan sekarang sudah memasuki pertengahan triwulan II, agar semua lebih fokus pada rencana kerja yang telah disusun pada awal tahun lalu. Namun rasa terima kasih tak luput disampaikan atas kontribusi semua pihak sehingga tahun 2015 dapat dilalui dengan prestisius.
Rasa terima kasih itu pun tidak lepas disampaikan kepada para pegawai non PNS yang kontribusinya juga sangat berarti bagi organisasi. Tanpa disadari, meskipun tidak masuk dalam IKU tapi tugas yang mereka lakukan sangat membantu KPKNL Banda Aceh. Untuk itulah KPKNL Banda Aceh menginisiasi penghargaan secara berkala kepada non PNS yang dipandang berkinerja paling baik. Atas penilaian pegawai dan rekapitulasi absensi, terpilihlah Wardi, seorang pramu bakti yang benar-benar mendarmabaktikan dirinya untuk KPKNL Banda Aceh.
Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan visitasi dari Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU). Visitasi dan silaturahmi ini mengingatkan kita untuk berinvestasi di akhirat, menyisihkan rezeki yang memang menjadi hak kaum dhuafa. Dan juga sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT sebagaimana dalam surat Ar Rahman yang disebutkan 33 x “Fabiayyi aala i Robbikuma tukadzibaan, Nikmat Tuhan Mana Lagikah Yang Kamu Dustakan?”.
(Teks-Erni HN/Foto-Randi Ikhsan)