Purwokerto, - (21/4) “Memang suatu pekerjaan yang seolah-olah tak mungkin dapat dikerjakan! Tetapi siapa tidak berani, takkan menang!”, salah satu tulisan dalam surat R.A Kartini, sebagai cambuk bagi para perempuan pegawai Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwokerto menghadapi setiap tantangan dalam melaksanakan tugas. Ada pemandangan yang berbeda dari hari biasanya, seluruh pegawai perempuan KPKNL Purwokerto kompak berkostum kebaya turut menyambut hari kelahiran pencetus emansipasi wanita di Indonesia.
Kiprah pegawai perempuan KPKNL Purwokerto tak diragukan lagi, pada tanggal 29 Maret 2016 yang lalu, Ratna Astuti selaku Ketua Tim Penilai telah berhasil melaksanakan penilaian BMN berupa pasir besi seberat 359,050 ton yang merupakan barang rampasan Kejaksaan Negeri Singaparna. Penilaian pasir besi baru pertama kali dilaksanakan oleh Penilai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Adapun obyek penilaian berada di Jalan lingkar Timur, Kelurahan Mertasinga, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.
Bertepatan dengan Hari Kartini, Kamis, 21 April 2016, Ginanjar Rahayu, pejabat lelang KPKNL Purwokerto melaksanakan lelang bongkaran dari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijau Pakan Ternak (BBPTU HPT) Batu Raden melalui lelang email/ALE dan laku terjual.
Dari dua kegiatan berbeda tersebut terlihat perjuangan Kartini di kala itu menginspirasi wanita Indonesia untuk turut berperan nyata dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Tanpa keberanian takkan pernah dapat menaklukkan tantangan di setiap pekerjaan.
Edy Suyanto, Kepala KPKNL Purwokerto menanggapi kiprah Kartini-kartini masa kini di KPKNL Purwokerto dengan perasaan bahagia dan bangga bahwa seluruh pegawai perempuan telah ambil bagian secara optimal dalam tugas pelayanan. Edy berharap semangat Kartini dapat terus memacu para pegawai perempuan dalam menghadapi beragam tantangan di masa mendatang yang semakin berat. (Teks: Eny Susanti, Foto:Slamet Fahrudin)_@wD