Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global
Pangky Yulianto
Sabtu, 09 Mei 2026 |
48 kali
Jakarta – Perekonomian
Indonesia menunjukkan kinerja solid pada triwulan I 2026 dengan pertumbuhan
mencapai 5,61 persen (year-on-year). Capaian tersebut menandai akselerasi
dibandingkan periode sebelumnya dan memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional
di tengah tekanan global yang masih berlanjut. Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tidak hanya
memenuhi target, tetapi juga menunjukkan tren perbaikan yang konsisten.
“Di tengah gejolak dan
tekanan perekonomian global yang tidak menentu, kita masih bisa tumbuh 5,61
persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan keempat tahun lalu yang 5,39
persen,” ujar Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi April 2026 yang
diselenggarakan di Jakarta, Selasa (5/5).
Menkeu menegaskan bahwa
capaian ini mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menjaga
momentum ekonomi. Ia menyebut Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan
stagnan di kisaran 5 persen dan bergerak menuju laju yang lebih tinggi.
“Jadi clear sekali kita
sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi sedang bergerak
ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Menkeu.
Dari sisi permintaan,
aktivitas ekonomi dominan didorong oleh percepatan belanja pemerintah, serta
peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga
meningkat menjadi 5,52 persen dengan kontribusi lebih dari separuh terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap
terjaga. Selain itu, investasi (PMTB) juga tumbuh 5,96 persen, sementara
belanja pemerintah melonjak signifikan hingga 21,81 persen, mencerminkan
percepatan realisasi anggaran sejak awal tahun.
“Saya ingin dampak belanja
pemerintah merata sepanjang tahun, ini mulai kelihatan. Di triwulan pertama
tahun ini tumbuhnya 21,81 persen, lebih cepat dibanding dengan tahun lalu
maupun tahun sebelumnya,” ujar Menkeu.
Di sisi produksi, sektor
manufaktur mencatat pertumbuhan 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan periode
sebelumnya. Sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, serta makanan dan
minuman juga menunjukkan kinerja positif, menandakan aktivitas ekonomi yang
semakin luas dan merata.
Menkeu menekankan bahwa
pertumbuhan ini merupakan hasil desain kebijakan yang terintegrasi, baik
melalui dorongan fiskal maupun penguatan sektor swasta. Pemerintah juga terus
menjaga keseimbangan dengan memastikan inflasi tetap terkendali di level 2,4
persen.
Ke depan, pemerintah akan
terus memperkuat mesin pertumbuhan, baik dari sisi konsumsi domestik maupun
sektor produksi. Berbagai stimulus tengah disiapkan, termasuk dukungan terhadap
industri manufaktur dan program insentif kendaraan listrik untuk mendorong aktivitas
ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
“Pertumbuhan 5,61 persen
bukan tiba-tiba saja terjadi, tetapi by design. Ke depan kita bisa teruskan itu
sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat,” tegas Menkeu.
Dengan fondasi yang kuat,
pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh positif dan semakin
resilien meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global. (dep/al)
Foto Terkait Berita