Diselingi Simulasi Lelang yang Meriah, KPKNL Gorontalo Tanamkan Integritas dan Edukasi Kekayaan Negara dan Lelang kepada IMAI
Adry Dharmawan Tambengi
Kamis, 20 November 2025 |
37 kali
GORONTALO – Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo menerima kunjungan studi
edukatif dari Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI) Simpul Gorontalo pada
hari Kamis (20/11). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman
mahasiswa mengenai pengelolaan kekayaan negara dan lelang pada Kementerian
Keuangan.
Rombongan
mahasiswa yang dipimpin oleh Ketua Umum IMAI Simpul Gorontalo, Sebastian Surya
Setiawan, disambut langsung oleh Kepala KPKNL Gorontalo, Purwito, di Aula Dulohupa
KPKNL Gorontalo. Dalam sambutannya saat membuka acara, Purwito menyampaikan
apresiasi tinggi atas ketertarikan mahasiswa untuk mempelajari tugas dan fungsi
DJKN secara langsung.
"Kami sangat
terbuka menyambut adik-adik mahasiswa. Kalian adalah aset bangsa dan calon
penerus penjaga keuangan negara. Memahami bagaimana aset negara dikelola dan
dijaga sejak dini adalah langkah awal yang krusial untuk membangun tata kelola
pemerintahan yang baik di masa depan," ujar Purwito dalam sambutannya.
Ketua Umum IMAI
Simpul Gorontalo, Sebastian Surya Setiawan, menyampaikan rasa terima kasihnya
atas sambutan dan penerimaan dari KPKNL Gorontalo, serta ilmu, dan pengalaman
yang diberikan. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi
yang berkelanjutan antara mahasiswa akuntansi di Gorontalo dengan KPKNL
Gorontalo.
Sebelum memulai
materi pengenalan KPKNL Gorontalo, dilaksanakan penyerahan Piagam dari IMAI
Gorontalo kepada Kepala KPKNL Gorontalo yang dilanjutkan sesi foto bersama
pegawai KPKNL Gorontalo dengan mahasiswa anggota IMAI Simpul Goronalo yang
hadir.
Pondasi
Integritas dan Pengenalan DJKN
Sesi materi pertama
dibuka oleh Arif Effendi, Kepala Seksi Kepatuhan Internal, dengan membawakan
materi mengenai Integritas dan Budaya Anti Korupsi. Arif menekankan bahwa
kemampuan akademis akuntansi harus dibarengi dengan moralitas dan integritas yang
kuat.
“Di Kementerian
Keuangan, integritas adalah sebuah keharusan. Kami berharap rekan-rekan
mahasiswa tidak hanya jago menghitung angka, tapi juga berani jujur dan menolak
segala bentuk gratifikasi atau korupsi sejak dalam pikiran," tegas Arif di
hadapan para peserta.
Pemaparan teknis
selanjutnya disampaikan Wegig Nurdiansyah, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan
Negara, yang hadir membawakan topik "Sekilas tentang tugas dan fungsi DJKN
dan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN)". Wegig menjelaskan peran vital
DJKN sebagai Asset Manager yang bertugas memastikan BMN dikelola dengan
optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Dalam
penjelasannya disampaikan juga bagaimana teknis pengelolaan BMN, serta
bagaimana KPKNL Gorontalo dalam menjalankan tugas dan fungsinya di daerah.
Keseruan
Simulasi Lelang Konvensional
Kunjungan ini
mencapai puncaknya pada sesi materi "Pengetahuan Lelang" yang
dibawakan oleh Yus Iriyanto Ilahude, Pejabat Fungsional Pelelang. Tidak hanya
memaparkan teori mengenai jenis-jenis lelang dan pengenalan platform
lelang.go.id, Yus Iriyanto mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan
langsung proses lelang melalui simulasi lelang konvensional. Salah satu barang
yang dijual pada simulasi tersebut merupakan produk UMKM berupa tas dari kerajinan
karawo ikat. Hal ini sebagai edukasi juga kepada mahasiswa bahwa lelang juga
dapat digunakan untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk UMKM.
Suasana aula
berubah riuh dan kompetitif saat simulasi dimulai. Para mahasiswa berperan
sebagai peserta lelang yang saling menawar barang dengan harga yang terus naik (ascending).
Yus Iriyanto memandu jalannya lelang dengan gaya yang interaktif,
memperlihatkan bagaimana transparansi dijaga hingga momen ketukan palu pemenang
lelang.
"Teori bisa
dibaca, tapi sensasi lelang harus dirasakan. Melalui simulasi ini, kami ingin
menunjukkan bahwa proses lelang negara itu transparan, adil, dan menyenangkan.
Siapapun dapat menjadi pembeli yang sah asalkan mengikuti prosedur,"
ungkap Yus Iriyanto usai memandu simulasi.
Acara ditutup
dengan sesi diskusi yang hangat dan interaktif. Para mahasiswa aktif
melontarkan pertanyaan kritis terkait pengelolaan kekayaan negara dan lelang. Diskusi
dua arah ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memberikan
perspektif baru bagi KPKNL Gorontalo mengenai pandangan generasi muda.
Foto Terkait Berita